Pembelajaran Daring Harus Inklusif & Inovatif

Redaksi 25 Desember 2020

Dr. Madrikan, M.Si, Widyaiswara LPMP Provinsi Jawa Timur, menjelaskan prinsip pembelajaran daring (online) pada dasarnya sama dengan pembelajaran tatap muka di kelas.
 
Keduanya sama-sama harus sesuai kurikulum sebagai parameter, sehingga tak boleh ditinggalkan.
 
Ada pendekatan inovatif dan melibatkan siswa, inklusif, dan menggunakan metode yang efektif.
 
Kemudian harus koheren, konsisten, dan transparan, serta evaluasi formatif dan sumatif.
 
"Saya kira ini hampir sama dengan prinsip-prinsip pembelajaran yang lain," ujar Madrikan dalam Kegiatan Bimtek Pemanfaatan Aplikasi Online Gelombang 4  yang digelar secara daring oleh LPMP Provinsi Jawa Timur pada Sabtu (12/9 lalu).
 
"Tapi ini ditekankan pada sekolah daring seperti sekarang ini."
 
Pembelajaran daring dan pembelajaran tatap muka juga harus menjaga interaksi guru dan siswa.
 
"Jangan dilepaskan interaksi guru dan siswa, kalau nggak bisa langsung, bisa melalui pemodelan, divideokan," kata Madrikan.
 
"Apalagi kalau guru-guru SMK praktik di bengkel, alat-alat dan bahannya disiapkan lalu gurunya praktik dan direkam."
 
Madrikan menyarankan, hasil rekaman tersebut kemudian dikirim ke siswa agar para siswa bisa menirukan praktik tersebut.
 
Selanjutnya dalam prinsip pembelajaran daring ada efisien dalam dana, menghargai perbedaan, dan menciptakan suasana belajar aktif.
 
Kemudian ada juga ketercapaian tujuan pembelajaran, mendorong terjadinya kolaborasi antar siswa, dan perangkat mudah dioperasikan. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: