Pelaksanaan UNKP Menjadi Tanggungjawab LPMP

Redaksi 02 Februari 2019

Saat ditemui di sela-sela Rakor (Rapat Koordinasi) Sosialisasi UN yang diselenggarakan Dinas Pedidikan Prov. Jatim di Hotel Novotel Surabaya, Selasa (29/1/2019), Kepala LPMP Jawa Timur, Bambang Agus Susetyo sempat menjelaskan mengenai persiapan penyelenggaraan UNBK. 

Dia memastikan perlunya peralatan ujian seperti penyediaan jumlah kompter client, server dan jaringan internet atau local area network (LAN). Menurutnya BSNP dan Kemendikbud telah membuat langkah-langkah yang bisa mempermudah sekolah. Pertama, jumlah komputer client cukup sepertiga dari jumlah siswa peserta ujian. Jika jumlah siswa satu sekolah misalnya 300 orang maka komputer client cukup disiapkan 100 unit. Hal itu bisa terjadi karena jadwal ujian dibuat tiga sesi setiap hari yakni pukul 07.30-09.30 (sesi 1), 10.30-12.30 (sesi 2) dan 14.00-16.00 (sesi 3). 

Kedua, sekolah bisa menyelenggarakan UNBK secara mandiri dengan mengundang orang tua siswa untuk rapat koordinasi peminjaman laptop peserta didik selama UNBK berlangsung empat hari untuk SMP sederajat. Jumlah komputer sekolah ditambah jumlah laptop peserta didik yang dipinjam dan laptop guru yang dipinjam sangat membantu berjalannya UNBK di sekolah. Sekolah harapannya tinggal menyiapkan jaringan internet dan server, petugas proktor dan teknisi serta pengawas ujian. 

Ketiga, sekolah bisa melakukan kerja sama (resource sharing) dengan sekolah lain yang memiliki jaringan dan komputer. SMP sederajat bekerja sama dengan SMA/SMK. Hal itu bisa terjadi karena jadwal UN SMP tidak sama dengan jadwal UN SMA/SMK. Jenjang SMA/SMK bisa pula melakukan kerja sama dengan kampus atau perguruan tinggi. Inilah yang telah dilakukan sejak pertama kali UNBK diselenggarakan tahun 2015. 

Bambang menuturkan terdapat penguatan peran LPMP (termasuk LPMP Jatim) di pelaksanaan UN kali ini, diantaranya bertanggungjawab ke pemantauan dan pelaksanaan UNKP secara keseluruhan. 

Ada 5 tugas yang nanti akan dilakukan LPMP dalam mengolah hasil UNKP yaitu: (1) Menerima LJUN SMA/MA/SMAK/SMTK/Utama Widya Pasraman, SMK/MAK dari unit pelaksana teknis/kantor cabang dinas pendidikan provinsi atau petugas lain yang ditunjuk oleh dinas pendidikan provinsi; (2) Menerima LJUN SMP/MTs, Program Paket C/Ulya dan Program Paket B/Wustha dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; (3) Memindai dan memvalidasi LJUN SMA/MA/SMAK/SMTK/Utama Widya Pasraman, SMK/MAK, SMP/MTs, Program Paket C/Ulya dan Program Paket B/Wustha, serta menyampaikan hasilnya ke Panitia UN Tingkat Pusat; (4) Memusnahkan LJUN satu tahun setelah pelaksanaan ujian disertai dengan berita acara dan dilaporkan ke Panitia UN Tingkat Pusat; dan (5) Melaporkan hasil pemindaian kepada Panitia UN Tingkat Pusat 

Bambang juga menyampaikan terkait dengan penyelenggaraan UNBK, efektivitas dan efesiensi tenaga dan biaya terasa lebih tinggi bila dibandingkan dengan UN konvensional dengan kertas dan pensil. Berapa budget yang digunakan untuk pengadaaan naskah. Berapa biaya untuk mendistribusikan ke seluruh penjuru negeri ini. Berapa pula jumlah tenaga yang terlibat mulai dari mencetak, menyortir, mengemas dan mendistribusikan serta menjaga soal di tempat penyimpanan sementara dan penyimpanan tetap. Belum lagi Kepala sekolah menjemput dan mengantarkan naskah ujian dan lembar jawaban ke tempat penyimpanan. 

“Jujur saja, UNBK membuat semuanya simpel, termasuk kerjasama yang solid antara LPMP, Dinas Pendidikan Provinsi dan semua pihak yang terlibat di dalamnya!”, pungkasnya. (Yuwandinta Hermawan/Bagus Priambodo)

Info lengkap UN dapat disimak (diunduh) pada link berikut: https://un.kemdikbud.go.id/ 

Tags: