Ortu, Jadilah Role Model Membaca bagi Anak

Redaksi 26 Oktober 2020

Liputan Khusus - Untuk mewujudkan lingkungan keluarga sebagai pusat gerakan literasi bagi anak-anak, maka sangat penting untuk menjadikan buku sebagai obyek yang mudah dijangkau (reachable) oleh anak-anak. Artinya, buku harus ada di tempat yang mudah dilihat dan diambil oleh mereka.
 
Namun rupanya ini saja tak cukup. Membanjiri rumah dengan buku akan menjadi kesia-siaan apabila orangtua (ortu) tak menjadi role model bagi anak untuk membaca. Maka, apabila buku sudah berada di tempat yang mudah dijangkau oleh anak, sangat penting bagi orangtua untuk menunjukkan kepada anak bahwa membaca adalah sebuah kebutuhan. Tentu saja, proses menunjukkan ini harus disertai dengan contoh dan teladan yang dilakukan sendiri oleh orangtua.
 
Setiawati Intan Savitri, doktor bidang ilmu Psikologi yang juga anggota Satgas GLS Kemdikbud mengatakan bahwa orangtua yang ingin menjadi role model membaca bagi anak, harus memulainya dengan menunjukkan praktik dan kebiasaan membaca.
 
Selanjutnya, orangtua juga harus mendampingi anak membaca, bahkan ketika anak-anak belum mengenal abjad dan huruf.
 
“Aktivitas mendongeng misalnya, orangtua bisa bersama anak menikmati buku bergambar. Kemudian, aktiflah berkomunikasi dengan anak terkait isi buku. Pancinglah anak-anak dengan pertanyaan siapa, dimana, bagaimana, kapan, dan bagaimana menurutmu. Yang tak kalah penting, ketika mendongeng, orangtua harus ekspresif agar anak-anak tertarik,” tutur perempuan yang akrab dipanggil Intan itu.
 
“Dengan begini, orangtua juga menciptakan bonding dengan anak. Sehingga apapun masalah yang nantinya dihadapi anak, anak akan lari kepada orangtuanya,” sambungnya.
 
Selanjutnya, orangtua juga bisa terus menerus melatih membaca aktif. Maksudnya di sini, ketika anak-anak membaca, orangtua bisa memancing mereka untuk berkomentar.
 
“Ini juga melatih mereka untuk membaca aktif, untuk bertanya kenapa begini dan kenapa begitu, Jadi di sini kita bisa melihat bahwa membaca aktif ini harus dilatih agar mereka nantinya menjadi pembaca  yang kritis dan berpendapat terkait apa yang dibacanya,” urainya.
 
Untuk anak yang sedang beranjak remaja menuju dewasa, yakni yang sedang pada tahap SMP hingga SMA, aktivitas membaca aktif juga semakin dapat dilakukan melalui metode yang beragam. Salah satunya adalah menonton film.
 
“Ajak anak menganalisis dan berdiskusi mengenai film tersebut. Apabila ada bukunya, bandingkan film tersebut dengan buku yang ada,” pungkasnya. (Bagus Priambodo/Judul asli liputan: Orangtua, Jadilah Role Model Membaca Untuk Anak/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: