Orientasi Pendidikan Dasar 9 Tahun Finlandia

Redaksi 17 Januari 2019

Intip Pendidikan di Finlandia 5 - Sebelum menerima pendidikan dasar, anak-anak di Finlandia masuk pendidikan pra sekolah di usia 0 hingga 6 tahun. Umumnya, usia masuk pendidikan dasar adalah tujuh tahun. Pertimbangannya, anak membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berkembang sebelum mengenyam pendidikan dasar.

Walaupun, siswa dapat masuk di usia enam tahun. Terkait hal ini, ada tes kesiapan mental dan kemampuan anak saat masih di pra sekolah. 

Pendidikan dasar sembilan tahun di Finlandia dilaksanakan di sekolah komprehensif yang sebagian besar menerapkan standar internasional. Alih-alih menumbuhkan lingkungan yang saling bersaing, pendidikan dasar berfokus pada pendampingan bagi setiap siswa di kelas.

Guru sangat memahami karakter siswa dan apa kebutuhannya. Perlakuan ini membuat anak merasa diperhatikan dan didukung usahanya untuk berkembang. 

Multiliterasi berlangsung sepanjang proses belajar mengajar. Siswa mampu membuat dan menginterpretasikan informasi dalam beragam format, lingkungan dan situasi. Entah itu berupa verbal, grafik, suara atau gerakan. 

Multiliterasi memperkuat cara berpikir dan belajar secara kritis, terutama berhubungan dengan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi. Pada akhirnya, siswa dapat memahami perubahan dunia di sekitarnya dan menerima keberagaman budaya.

Pendidikan dasar membimbing siswa menjadi pelajar sepanjang hayat (lifelong) dan memiliki keterampilan hidup. Mereka dilatih agar dapat fokus dan berkomitmen dengan apa yang dilakukannya. 

Siswa dibebaskan berekspresi sesuai minatnya. Jiwa entrepreneur ditanamkan pada diri mereka, termasuk keinginan berpartisipasi membuat perubahan di masyarakat.

Untuk mengimbangi hal itu, standar kualifikasi tenaga pengajar berlaku sama untuk semua sekolah, yaitu harus bergelar S2 atau Master. Mereka biasanya lulusan jurusan Pendidikan yang penekanannya pada keterampilan pegagogik. Para guru pun harus pernah mengikuti pelatihan-pelatihan pendidikan di universitas.

Guru dapat memilih metode dan materi pembelajaran sendiri dengan tetap berpegang pada kurikulum Nasional. Selain kemampuan mengajar, guru diarahkan agar memahami kebutuhan dan kekuatan setiap muridnya.

Tidak ada UAS

Pendidikan dasar tidak harus dilakukan di sekolah. Siswa diperbolehkan belajar mandiri di rumah dengan syarat orang tua atau wali si anak dapat menjamin bahwa anaknya akan menyelesaikan program wajib belajar sembilan tahun.

Orang tua yang lalai memasukkan anaknya ke sekolah komprehensif akan dikenai denda administratif. Mereka yang tidak lagi masuk usia wajib belajar, tetapi belum pernah atau tidak menyelesaikan pendidikan wajib dasarnya, diberi kesempatan bersekolah lagi.

Biasanya, mereka akan menerima pendidikan dari pusat pendidikan orang dewasa baik negeri maupun swasta. 

Semua kebutuhan siswa terkait pendidikan, pengajaran, buku ajar, transportasi sekolah dan makan siang di sekolah negeri disediakan secara gratis. Satu tahun ajaran pendidikan dasar terdiri dari 190 hari sekolah dan liburan musim panas berlangsung selama dua bulan. 

Tidak ada ujian Nasional untuk kenaikan tingkat kelas atau kelulusan pendidikan dasar sembilan tahun. Siswa hanya menerima penilaian dari guru setiap akhir tahun ajaran dan di akhir jenjang pendidikan dasar. Siswa yang sudah menyelesaikan seluruh silabus pendidikan dasar akan menerima sertifikat.

Siswa dengan gangguan perkembangan dan kelainan sensorik parah, cacat fisik atau masalah kesehatan tubuh dan mental lainnya, tersedia sekolah dan ruang kelas khusus. Bagi mereka, wajib belajar berlangsung selama 11 tahun. Layanan khusus lainnya adalah remedial teaching berupa kelompok belajar kecil hingga bimbingan satu guru untuk satu siswa bagi murid yang mengalami kesulitan belajar.

Sekolah khusus seni

Siswa berbakat di bidang seni dapat menempuh pendidikan dasar kesenian. Sekitar 400 institusi musik, sekolah seni visual, tari, drama, seni sastra, serta kerajinan dan desain melaksanakan pendidikan dasar kesenian ini. Mereka bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan.

Obyektivitas pembelajaran sudah ditentukan dari pemerintah. Kurikulum inti Nasional menyediakan isi pengajaran sembilan macam bentuk kesenian yaitu musik, sastra, tari, pertunjukan (sirkus dan teater), serta seni visual (arsitektur, seni audiovisual, seni visual dan seni rupa).

Orang tua atau wali murid cukup membayar uang SPP, pengeluaran untuk kegiatan lainnya dibiayai pemerintah atau munisipalitas. Sekitar 12 persen anak-anak dan remaja di Finlandia memilih pendidikan dasar seni.

Siswa imigran

Siswa dari keluarga imigran dibimbing agar mampu beradaptasi dan berintegrasi dengan lingkungan sekolah. Preparatory teaching diselenggarakan untuk mereka yang berlangsung selama enam bulan hingga satu tahun. 

Di kelompok belajar itu, mereka mempelajari Bahasa Finlandia atau Swedia sesuai dengan silabus yang sudah ditentukan Kementerian Pendidikan. Bahkan, beberapa sekolah juga menyediakan pelajaran bahasa ibu para siswa imigran tersebut.

Siswa imigran memperoleh hak dan kewajiban yang sama dengan siswa Finlandia. Mereka dikenakan wajib belajar pendidikan dasar dan memenuhi kurikulum pendidikan dasar Finlandia. (finfo/hana/Winarti/Bagus Priambodo/Marta Nurfaidah)

Tags: