Optimalkan IKM di Jatim, Dinas Pendidikan Prov. Jatim Gerakkan Pengawas Sekolah

Redaksi 19 Agustus 2022

Dorong para pendidik jenjang SMA, SMK dan SLB di Jawa Timur implementasikan Kurikulum Merdeka, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur gerakkan para pengawas sekolah pada jenjang-jenjang tersebut di Jawa Timur
 
Berkolaborasi dengan BBPMP Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur akan memberi pemahaman tentang Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan berbagai manfaat yang dibawanya untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran akibat pandemi beberapa waktu lalu ke para pengawas tersebut
 
Dikabarkan oleh Koordinator Pokja (Kelompok Kerja) Inovasi dan Transformasi Pembelajaran bidang IKM  BBPMP Provinsi Jawa Timur, Asaria Wihanderi Haan pada Kamis lalu (18/8/2022) di ruang kerjanya, ini salah satu strategi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur
 
Selain itu sosialisasi tentang pemanfaatan PMM juga menjadi paparan prioritas yang akan diberikan kepada para pengawas
 
Kegiatan  yang mengumpulkan cukup banyak pengawas sekolah jenjang SMA, SMK dan SLB sebagai pesertanya ini akan diselenggarakan di hari Senin besok (22/8/2022) di Graha Utama BBPMP Provinsi Jawa Timur
 
Kolaborasi atau kemitraan ini juga dilakukan dengan 2 UPT Kemendikbudristek lainnya, yaitu BBGP Provinsi Jawa Timur dan BBPMPV BOE.
 
Kegiatan tersebut akan dibagi menjadi 9 kelas. Narasumber atau pemateri yang memberi paparan mengenai IKM di Jawa Timur, pemanfaatan PMM, komunitas belajar dan berbagai perkembangan terkini dari IKM tak hanya dari BBPMP Provinsi Jawa Timur. Tetapi juga 3 orang dari BBGP Provinsi Jawa Timur dan 3 orang lagi dari BBPMPV BOE.
 
Respon positif Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur ini menjadi salah satu strategi mereka agar para pendidik di Jawa Timur jenjang SMA, SMK dan SLB makin termotivasi dan bergairah memperdalam pemahamannya tentang IKM serta mengasah kemampuannya dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
 
Tentu peran para pengawas sekolah sangat penting dalam mengakselerasi mereka agar berani dan mau melakukan berbagai aktivitas mandiri belajar, berubah dan berbagi, salah satunya dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada di PMM dan menjajal topik-topik terkait IKM seperti literasi dan numerasi sampai tuntas di PMM
 
Upaya Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur ini sebenarnya juga dampak dari langkah-langkah yang diambil BBPMP Provinsi Jawa Timur, BBGP Provinsi Jawa Timur dan BBPMPV BOE, salah satunya transparasi data ke pemerintah daerah mengenai rapor para pendidik dan sekolah-sekolah jenjang SMA, SMK dan SLB di Jawa Timur dalam memanfaatkan PMM sampai pada pembentukan dan pendaftaran komunitas belajarnya di PMM
 
Ingin tahu lebih dalam tentang pembelajaran berdiferensiasi? Baca Leading and Managing A Differentiated Classroom by Carol Ann Tomlinson and Marcia B. Imbeau dan terjemahannya di sini
 
Simak juga 2 seri webinar berikut:
 
 
 
Materi webinar dan contoh format asesmen di awal pembelajaran menggunakan google form (tidak perlu diisi) :
-  Unduh materi di sini
- Gaya belajar dengan link: https://forms.gle/CZgP5eT4mGburXpw9
- Asesmen diagnostik non kognitif : https://forms.gle/evUSDp5ZwXX3GrhY8
- Asesmen diagnostik kognitif: https://forms.gle/cEFyRi3AVEt2xQHf6
 
 
 
Jawa Timur memang terbilang belum maksimal dalam pemanfaatan PMM dan pembentukan komunitas belajar.
 
Mengutip dari informasi yang disampaikan oleh Dra. Tatik Dwi Suswati M.Pd  yang mewakili Plt. Kepala BBPMP Provinsi Jawa Timur saat membuka webinar series bertajuk Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi Untuk Sukseskan Implementasi Kurikulum Merdeka beberapa waktu lalu (Jumat, 12/8/2022), dari sekitar 25 ribu sekolah, baru 533 yang memanfaatkan komunitas belajar atau mendaftarkan diri dalam komunitas belajar
 
Sehingga rapor pemanfaatan PMM dari sekolah-sekolah di Jawa Timur yang telah mendaftar IKM secara mandiri dan login ke PMM sebagian rapornya belum hijau apalagi biru
 
Warna-warna  tersebut menjadi tanda tingkat kedalaman memanfaatkan platform dan progresnya.
 
Bagi yang masih merah menandakan bahwa belum ada satupun di satuan pendidikan atau lembaga tersebut yang login di Platform Merdeka Mengajar.
 
Sementara untuk warna biru adalah level atas yang berarti minimal ada 1 guru yang login,  sudah mengikuti pelatihan, menyelesaian modul, mengikuti latihan pemahaman, mengirim cerita refleksi dan melakukan aksi nyata menguplod tugas.
 
Namun yang perlu catat, akselerasi IKM dan pemanfaatan PMM ini bukan semata-mata hanya karena ingin mengubah warna rapor sekolah yang terdapat di dalam PMM agar menjadi hijau lalu biru
 
Tetapi justru untuk menginfluence para pendidik dan sekolah yang telah login ke PMM untuk maksimal dalam memahami dan mencoba hal-hal baru yang di bawa oleh Kurikulum Merdeka di ruang-ruang kelas yang sebelumnya tidak pernah diterapkan secara masif pada pendidikan di Indonesia, termasuk di Jawa Timur melalui pemanfaatan fitur-fitur IKM di PMM
 
Langkah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mendorong para pendidik untuk optimal dalam IKM yang melibatkan peran pengawas sekolah merupakan terobosan yang sangat tepat dan memiliki legalitas.
 
Seperti yang disebutkan pada Lampiran Surat Edaran Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Nomor: 2774/H.H1/KR.00.01/2022 Tanggal 28 Juni 2022, Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota berperan dalam memastikan semua pendidik, kepala satuan pendidikan, dan pengawas/penilik mampu mengakses dan memahami perangkat ajar dan asesmen yang sudah ada di PMM
 
Mereka juga diharapkan turut mendorong guru mempelajari Kurikulum Merdeka bersama komunitas belajar menggunakan PMM dan panduan-panduan, baik di dalam maupun antar satuan pendidikan
 
Selain itu juga mendukung 6 strategi implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri dan dapat menambahkan strategi di masing-masing daerah sesuai kebutuhan
 
Disarankan juga ke mereka untuk memberikan dukungan tambahan untuk implementasi Kurikulum Merdeka, baik untuk satuan pendidikan yang memiliki keterbatasan akses, aktivitas komunitas belajar, maupun dukungan lainnya yang dibutuhkan dalam implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri
 
Implementasian Kurikulum Merdeka sejatinya harus dimaknai sebagai transformasi pembelajaran yang bertujuan mengubah cara pembelajaran supaya lebih efektif dan memerdekakan guru.
 
Dengan Kurikulum ini guru dapat memilih format, cara, materi esensial, dan pengalaman apa yang ingin diajarkan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
 
Bagi siswa, Kurikulum Merdeka dapat mengeksplorasi potensi unik setiap individu yang selama ini terkungkung dengan materi.
 
Siswa bisa mengeksplor seluruh potensi dirinya melalui pengalaman berbagai cara, misalnya bagaimana merespon lingkungan di sekitarnya dan lain sebagainya serta menghargai pencapaian setiap siswa.
 
Kehadiran kurikulum ini patut disyukuri karena melalui kurikulum tersebut, diferensiasi menjadi super prioritas daripada memaksakan penyamarataan cara belajar dan penguasaan anak didik ke materi yang ada di buku teks semata
 
Perlu digarisbawahi, anak-anak tidak harus sama. Mereka mempunyai kelebihan, keunikan dan kekurangannya masing-masing
 
Mereka belajar sesuai kebutuhan tanpa meninggalkan 6 dimensi dalam profil pelajar Pancasila yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: