Optimalkan IKM, BBPMP Jatim Dampingi Komunitas Belajar Angonponik lewat Workshop

Redaksi 16 September 2022

Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), pekan lalu, Jumat, 9 September 2022 hingga Sabtu, 10 September 2022.
 
Workshop Implementasi kurikulum Merdeka ini digelar BBPMP Jawa Timur dalam rangka mendampingi Komunitas Belajar Angonponik mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
 
Workshop yang diikuti oleh para guru dan kepala sekolah yang menjadi anggota komunitas belajar tersebut mengangkat tema "Selamat Datang Guru Merdeka: Cerdas & Bijaksana di Era Digital"
 
 
Ainur Rofiq, perwakilan dari Komunitas Belajar Angonponik mengatakan, komunitas belajar Angonponik adalah sebuah komunitas yang berusaha untuk senantiasa meningkatkan pemahaman guru tentang IKM.
 
"Kami melihat, ternyata pemahaman tentang IKM ini belum secara menyeluruh. Masih sepotong-sepotong. Kami berharap dari workshop ini, para peserta bisa mendapat gambaran yang lengkap, mulai dari konsep kurikulum merdeka, hingga assesment," kata Ainur Rofiq.
 
Ainur Rofiq juga mengapresiasi BBPMP Jawa Timur yang telah memfasilitasi pelaksanaan  workshop tersebut.
 
Diharapkannya, setelah workshop tersebut, para peserta bisa melakukan diseminasi ke satuan pendidikan masing-masing.
 
"Selain itu, kita berharap juga hal ini bisa menumbuhkan semangat para peserta untuk belajar secara mandiri menggunakan Platform Merdeka Mengajar (PMM), kemudian mengupload karya. Bagaimanapun, salah satu indikator apakah pemahaman kita tentang IKM ini sudah tercapai atau belum, adalah bagaimana para guru mengerjakan tugas-tugas yang ada di dalamnya (PMM)," katanya.
 
Terkait PMM sendiri, sebelumnya telah diberitakan bahwa menurut laporan terakhir, Jawa Timur terbilang belum maksimal dalam pemanfaatan PMM dan pembentukan komunitas belajar.
 
Dari sekitar 25 ribu sekolah, baru 533 yang memanfaatkan komunitas belajar atau mendaftarkan diri dalam komunitas belajar.
 
Seharusnya, tidak sulit bagi para guru untuk memanfaatkan PMM karena bisa diakses dari mana saja dengan mengunduh aplikasi Merdeka Mengajar yang telah tersedia di Google Play Store atau melalui laman guru.kemdikbud.go.id.
 
Di Platform Merdeka Belajar, para guru dan kepala sekolah dapat menikmati beberapa fitur. Salah satunya komunitas belajar.
 
Para guru dapat mendiskusikan serta menyelesaikan berbagai masalah pembelajaran yang dihadapi saat implementasi Kurikulum Merdeka, berbagi praktik baik, sekaligus mengkonfirmasi pemahaman mereka.
 
Komunitas belajar ini diharapkan bersifat inklusif. Maksudnya, guru atau kepala sekolah dari manapun bisa bergabung. Misalnya, dari berbagai kategori Implementasi Kurikulum Merdeka, sekolah penggerak, atau satuan pendidikan yang masih menerapkan kurikulum 13.
 
Komunitas-komunitas ini pun tak harus komunitas yang baru. Sebaliknya, sangat disarankan untuk menghidupkan kembali komunitas-komunitas yang sudah ada sebelumnya. Komunitas ini bisa dalam satuan pendidikan yang sama maupun antar satuan pendidikan, serta bisa berwujud komunitas belajar daring.
 
Di sana para guru juga bisa menggelar lokakarya. Misalnya membuat atau memodifikasi modul ajar, modul project, strategi pembelajaran terdiferensiasi, asesmen, dan lain sebagainya.
 
Untuk kegiatan lokakarya ini, bisa menggunakan tutorial yang ada di Platform Merdeka Mengajar, maupun contoh praktik baik atau inspirasi yang diberikan oleh pusat atau narasumber.
 
Selain itu para guru juga bisa berbagi praktik baik dan mencari solusi pembelajaran, termasuk dengan mendatangkan narasumber yang bisa berasal dari sekolah penggerak, SMK PK, atau sekolah IKM mandiri yang telah memiliki praktik baik. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: