Monev Asesmen Nasional 2021

Redaksi 10 Oktober 2021

Asesmen Nasional (AN) telah berjalan. Diantaranya untuk SMA dan SMP.
 
Maka untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan AN tersebut, apakah telah sesuai dengan POS (Prosedur Operasional Standar) Penyelenggaraan AN, berbagai pihak pun saling bekerjasama melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap kegiatan asesmen tersebut.
 
Salah satunya LPMP Provinsi Jawa Timur yang telah melakukan monitoring pelaksanaan AN SMP dan SMA di Provinsi Jawa Timur beberapa waktu lalu
 
 
Terdapat beberapa tujuan spesifik dari monitoring tersebut, diantaranya: (1) Mengumpulkan informasi tentang tahapan pelaksanaan AN, apakah telah sesuai dengan POS Penyelenggaraan AN; (2) Memastikan pelaksanaan AN di sekolah berjalan lancar dan sesuai dengan POS Penyelenggaraan AN yang telah ditentukan; (3) Mengumpulkan data riil peserta dan sekolah penyelenggara yang mengikuti AN; dan (4) Memetakan isu-isu terkini terkait pelaksanaan AN di saerah
 
Sehingga nanti akan dihasilkan beberapa output yaitu: (1) Informasi pelaksanaan AN di 38 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur; (2) Informasi pelaksanaan AN di tingkat sekolah; (3) Data riil peserta dan sekolah penyelenggara yang mengikuti AN; dan (4) Peta isu-isu terkait pelaksanaan AN di Provinsi Jawa Timur
 
AN tidak menghakimi hasil belajar siswa
 
Asesmen kali ini sangatlah berbeda dengan model-model asesmen sebelumnya.
 
Bila asesmen-asesmen sebelumnya lebih mengukur hasil individu tiap siswa, kali ini AN tidak lagi mengevaluasi hasil belajar siswa
 
Evaluasi di AN ditujukan ke sistem pendidikannya.
 
Siswa yang dipilih mengikuti AN kali ini diyankini mampu mempresentasikan seperti apa sistem pendidikan di sekolah tersebut
 
Dikutip dari www.kemdikbud.go.id, AN bukan hanya merupakan survey pertama yang menyetarakan nilai-nilai Pancasila, kebinekaan, dan akhlak, melalui pertanyaan-pertanyaan dalam survei, namun juga menjadi alat pertama untuk mengetahui tingkat toleransi yang hasilnya akan diberikan terbatas kepada kepala sekolah untuk ditindaklanjuti dan didiskusikan dengan guru-guru
 
Mendikbudristek menegaskan bahwa secara statistik hasil AN akan tetap representatif. Kepala sekolah dan guru tidak perlu khawatir mengenai peserta AN yang jumlahnya hanya 45 siswa per sekolah dan sudah ditentukan nama-namanya oleh Kemendikbudristek.
 
Menurutnya jumlah itu secara agregat telah menentukan perkiraan nilai rata-ratanya seperti apa, dan secara sampling akan representatif karena telah disertai aturan statistik yang sangat kuat. 
 
Memperbaiki juga metode mengajar para guru
 
Perubahan paradigma penilaian di AN yang tidak serta merta melihat kualitas sistem pendidikan dari outputnya saja, namun juga melihat secara komprehensif bagaimana proses pembelajaran dilakukan di sekolah, menarik karakter siswa dan lingkungan sekolah untuk turut dinilai juga, karena kedua hal tersebut dinilai sangat mempengaruhi hasil belajar
 
Kemampuan mata pelajaran khusus pun di AN kali ini tidak diukur. Justru kompetensi dasar seperti literasi dan numerasilah yang menjadi salah satu fokus asesmen
 
Dengan demikian seluruh warga sekolah termasuk kepala sekolah dan para guru hendaknya berkontribusi maksimal agar kedua kompetensi dasar tadi selalu berada di genggaman tangan para siswa dan selalu mengalami peningkatan kualitas (kompetensinya makin bagus)
 
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim di www.kemdikbud.go.id mengatakan, kemampuan bernalar dan menganalisis siswa bukan dilihat dari materi pelajaran, melainkan bagaimana metode guru dalam mengajar sehingga berkontribusi terhadap kemampuan siswa dalam bernalar dan menganalisis
 
Ia juga menambahkan, metode mengajar guru menjadi salah satu faktor penentu dalam mengembangkan kemampuan bernalar siswa, misalnya bagaimana anak-anak terbiasa memberikan opini di dalam kelas atau bagaimana mereka melakukan analisis. Metode mengajar yang aktif dan menarik akan mampu menciptakan kelas menjadi lebih hidup. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan LPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: