Model Pedidikan Menengah Atas yang Dibangun Finlandia

Redaksi 22 Januari 2019

Studi banding 6 - Jenjang pendidikan ini ditujukan untuk membentuk siswa menjadi profesional terampil. Siswa dapat memilih ingin melanjutkan ke pendidikan menengah atas umum (general upper secondary school) atau pendidikan kejuruan (vocational education). Masing-masing bisa ditempuh selama tiga tahun.

Sekitar lima persen siswa sekolah komprehensif setelah lulus memutuskan tidak akan melanjutkan ke pendidikan menengah atas. Sebagai gantinya, mereka memperoleh bimbingan karier.

Makan siang di sekolah menengah atas gratis, entah itu dikelola munisipalitas, negara, atau swasta. Namun, buku pelajaran dan keperluan lainnya harus dibeli sendiri. Siswa yang tidak mampu akan menerima bantuan keuangan dari pemerintah. Mereka juga dapat mengakses ragam layanan pendampingan berkenaan dengan kesejahteraan sosial.

Pendidikan Menengah Atas Umum

Mata pelajaran pendidikan menengah atas umum menjadi pintu perkenalan siswa pada materi akademik perkuliahan. Mata pelajaran itu antara lain bahasa ibu, bahasa Nasional, bahasa asing, matematika, sains, ilmu sosial dan humanisme, agama, etika, pendidikan fisik, serta seni dan kerajinan. Siswa juga diperbolehkan mengambil mata pelajaran pilihan. 

Umumnya, usia masuk jenjang ini adalah 16 tahun. Siswa sendiri yang menentukan lama sekolah, apakah dua atau empat tahun. Kurikulum pendidikan menengah atas umum menekankan beberapa bidang khusus seperti musik, olahraga, dan seni visual. Siswa yang mempunyai hobi, minat, serta keterampilan lainnya juga memperoleh perhatian dan fasilitas dari sekolah. 

Ujian matrikulasi Nasional diadakan setiap musim semi dan gugur sebagai pengesahan mereka telah menyelesaikan pendidikan menengah atas umum. Materi yang diujikan adalah bahasa ibu, sastra, dan tiga pilihan mata pelajaran lainnya (bahasa Nasional, bahasa asing, matematika atau ilmu alam dan humanisme). 

Hasil ujian matrikulasi digunakan untuk menyatakan apakah siswa dapat melanjutkan ke jenjang institusi pendidikan yang lebih tinggi atau tidak. Dalam sistem pendidikan Finlandia, ujian matrikulasi ini merupakan satu-satunya tes Nasional yang menguji keterampilan dan kedewasaan siswa.

Pendidikan dan Kualifikasi Kejuruan

Siswa sekolah kejuruan ditempa untuk memiliki keahlian dan keterampilan yang cukup sebagai persiapan masuk dunia kerja. Termasuk di dalamnya, pengetahuan umum serta penanaman prinsip lifelong learning

Pendidikan kejuruan dapat ditempuh langsung setelah sekolah komprehensif, setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas umum, atau saat bekerja. Pendidikan dilaksanakan di sekolah kejuruan, sekolah tinggi rakyat, pelatihan magang atau on-the-job learning (pelatihan kerja). Siswa sekolah kejuruan diperbolehkan mendesain rencana studi sendiri, termasuk menerima modul dari beberapa sekolah berbeda. 

Durasi studi berkisar dua hingga empat tahun tergantung latar belakang pendidikan siswa. Siswa juga dapat mendemonstrasikan kompetensinya melalui beragam alat kualifikasi. 

Uniknya, siswa pendidikan menengah atas di Finlandia ini dapat mengambil kedua jenis pendidikan menengah atas, baik yang umum atau kejuruan. Lama studi kombinasi dua jenis pendidikan itu adalah tiga hingga empat tahun. Siswa harus menempuh ujian matrikulasi dan kualifikasi kejuruan. 

Berdasarkan data tahun 2015, lebih dari 76 persen dari penduduk Finlandia usia 20 hingga 24 tahun telah melalui ujian matrikulasi atau memperoleh kualifikasi kejuruan. Keduanya memungkinan pelajar untuk melanjutkan jenjang studi lebih tinggi di universitas atau politeknik. (finfo/hana/Bagus Priambodo/Marta Nurfaidah)

Tags: