Mitigasi Pembelajaran Masa Pandemi

Redaksi 29 Agustus 2021

Pandemi Covid-19 mengubah berbagai tatanan kebiasaan di berbagai bidang
 
Salah satunya tatanan kebiasaan yang ada di bidang pendidikan
 
Proses mengajar, belajar dan berbagai hal yang terkait dengan aktivitas tersebut mengalami pergeseran besar-besaran
 
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM)Terbatas pun (baru-baru ini) menjadi pilihan.
 
Oleh karenanya pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendikbudristek telah berupaya mengeluarkan berbagai kebijakan agar proses pembelajaran dan anak belajar di masa-masa sulit ini tetap berjalan disertai aturan-aturan ketat, diantaranya aturan penerapan hidup bersih dan sehat bagi satuan-satuan pendidikan yang hendak menerapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
 
 
Maka untuk mendapatkan informasi-informasi mengenai pelaksanaan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan tadi beserta resiko-resikonya pada satuan pendidikan yang masih melaksanakan PJJ, bersiap atau telah melakukan PTM Terbatas serta penerapan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) di satuan pendidikan, LPMP Provisi Jawa Timur menggelar Pendampingan Implementasi Pedoman Mitigasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Pembelajaran Jarak Jauh  dan PHBS di Sekolah pada masa pandemi Covid-19
 
 
Tujuan kegiatan ini: (1) Membangun pemahaman yang sama atas Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor 01.08/Menkes/4242/2O21, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19); (2) Membangun pemahaman yang sama atas kebijakan terkait pelaksanaan Pembelajaran secara Tatap Muka Terbatas, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) serta Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); (3) Melakukan mitigasi atas kemungkinan resiko yang timbul dan menjadi kendala dalam mengimplementasikan Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2021; (4) Mengumpulkan Data satuan pendidikan/sekolah yang menyelenggarakan PTM Terbatas dan PJJ di 38 Kab/Kota; dan (5) Mengumpulkan informasi tentang pelaksanaan PTM Terbatas, PJJ dan PHBS di 38 Kab/Kota.
 
Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini: (1) Terkumpul informasi tentang terbangunnya pemahaman yang sama atas Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/Menkes/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19); (2) Terkumpul informasi tentang terbangunnya pemahaman yang sama atas kebijakan terkait Pelaksanaan Pembelajaran secara Tatap Muka Terbatas, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) serta Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); (3) Adanya hasil mitigasi kemungkinan resiko yang timbul dan menjadi kendala dalam mengimplementasikan Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2021; (4) Terkumpulnya Data satuan pendidikan/sekolah yang menyelenggarakan PTM Terbatas, PJJ di 38 Kab/Kota; dan (5) Terkumpulnya informasi tentang pelaksanaan PTM Terbatas, PJJ dan PHBS di 38 Kab/Kota. 
 
Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari mulai 30 Agustus sampai 1 September 2021 di 38 kabupaten/kota ini menyasar pada: (1) Pejabat yang menangani pelaksanaan PTM Terbatas, PJJ dan PHBS jenjang SMA (Cabang Dinas Pendidikan Provinsi); (2) Pejabat yang menangani pelaksanaan PTM Terbatas, PJJ dan PHBS jenjang SD dan SMP (Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota); (3) Kepala Sekolah SMA negeri/swasta  dari 3 satuan pendidikan/sekolah perkab/kota; (4) Kepala Sekolah SMP negeri/swasta  dari 3 satuan pendidikan/sekolah perkab/kota; dan (5) Kepala Sekolah SD negeri/swasta  dari 4 satuan pendidikan/sekolah perkab/kota
 
Dalam kegiatan ini, Pejabat Cabang Dinas Pendidikan Provinsi (1 orang) mengisi 1 instrumen, Pejabat dari Dinas Pendidika  Kabupaten/Kota (1 orang) mengisi 1 instrumen, dan Kepala Sekolah (10 orang), tiap Kepala Sekolah/tiap orangnya mengisi 2 instrumen yaitu instrumen Mitigasi Resiko (PTM Terbatas dan PJJ) dan instrumen PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat)
 
Di sela-sela kegiatan, petugas pelaksana dari LPMP Provinsi Jawa Timur juga akan mengambil gambar sebanyak 2 kali mengenai kondisi sekolah, bisa mengenai proses PJJ, persiapan pelaksanaan PTM Terbatas (bagi sekolah yang belum melaksanakan), proses PTM Terbatas (bagi sekolah yang sudah menerapkan) atau penerapan PHBS di sekolah
 
Selain pengisian instrumen dan pemotretan kondisi sekolah, petugas pelaksana kegiatan dari LPMP Provinsi Jawa Timur juga akan meminta ijin ke Pejabat dari Cabang Dinas Pendidikan dan Dinas Pendidikan untuk bisa memperoleh informasi mengenai 'Data Rekapitulasi sekolah yang melaksanakan PTM Terbatas dan PJJ per 1 September 2021 (berupa file/softcopy)'.
 
Sehingga nanti dari kegiatan ini akan menghasilkan beberapa output, diantaranya: (1) Data tentang terbangunnya pemahaman yang sama atas Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/Menkes/4242/2O21, Nomor 440-717 Tahun 2021, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19); (2) Data tentang terbangunnya pemahaman yang sama atas kebijakan terkait Pelaksanaan Pembelajaran secara Tatap Muka Terbatas, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) serta Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); (3) Data mitigasi kemungkinan resiko yang timbul dan menjadi kendala dalam mengimplementasikan Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2021: (4) Data satuan pendidikan/sekolah yang menyelenggarakan PTM Terbatas, PJJ di 38 Kab/Kota; (5) Data tentang pelaksanaan PTM Terbatas, PJJ dan PHBS di 38 Kab/Kota. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)
 
 
 











 
 
 
 
 
 
 

Tags: