Mewujudkan Lompatan Baru di Supervisi Mutu

Redaksi 28 Juni 2020

LPMP adalah wujud dari kehadiran pemerintah pusat di daerah dan menjadi jembatan bagi pemerintah pusat dan daerah, khususnya di bidang pendidikan.

Salah satu peran yang harus diperkuat oleh LPMP sebagai partner pemerintah daerah adalah mendampingi dan memfasilitasi pemerintah daerah dalam melaksanakan amanah untuk mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.

Namun tugas penjaminan mutu pendidikan yang dilakukan LPMP akan semakin berat, selain diarahkan ke level “mengintervensi” kebijakan daerah di bidang pendidikan, LPMP sendiri rencananya akan menjelma menjadi Center of Excellent, pastinya ini akan semakin “rumit” dan membutuhkan pribadi-pribadi yang militan terlebih di tengah-tengah wabah Covid-19 (virus Corona) yang tak tentu kapan akan berakhir

Tentu semua ini amat membutuhkan terobosan-terobosan, diantaranya pendampingan penjaminan mutu sekolah yang kreatif, inovatif, efektif serta berdampak termasuk supervisi mutu pendidikan berbasis teknologi yang tepat sasaran di masa pandemi ini

Pokok lain yang saat ini seharusnya juga menjadi perhatian utama bagi LPMP meskipun di masa-masa berat akibat pandemi Covid-19 adalah mempelajari dan memahami sebaik-baiknya apa yang dimaksud dengan konsep Merdeka Belajar serta implementasinya dalam kebijakan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), USBN (Ujian sekolah Berbasis Nasional), UN (Ujian Nasional), serta PPDB sistem zonasi.

Terkait beban “ganda” LPMP seperti yang telah diurai singkat tadi, khususnya terkait supervisi mutu pendidikan di kondisi yang makin sulit karena wabah Corona, LPMP Jawa Timur menggelar Sharing Knowledge daring (online) tentang “Supervisi Mutu Pendidikan Pada Masa Pandemi bagi Pengawas Sekolah”

Mengapa pengawas sekolah?

Mengawal mutu pendidikan tidak mungkin hanya dilakukan sendiri tanpa adanya kolaborasi antara pusat dan daerah, atau antara LPMP dengan pengawas sekolah, salah satunya

Coba bayangkan, apa yang terjadi bila dalam sebuah tim sepakbola tidak terwujud komunikasi yang bagus antar pemain maupun antara pemain dengan pelatih? Mungkinkah kemenangan bisa terwujud apabila pemain tidak memahami strategi yang ditetapkan pelatih? Bisakah gol tercipta bila antar pemain tidak saling berkomunikasi saat berlaga? Mustahil bukan?

Seperti itu pula upaya kita untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu di Indonesia. Mustahil terwujud apabila tidak terjalin kolaborasi, komunikasi, dan sinergi yang baik antar pihak.

Dengan adanya jalinan komunikasi dan sharing knowledge yang baik, fokus dan berkelanjutan, salah satunya antara LPMP dengan pengawas sekolah, harapannya terbukalah “lembaran-lembaran baru” penjaminan mutu pendidikan di tanah air, termasuk munculnya berbagai lompatan-lompatan sederhana tapi penuh makna di supervisi mutu pendidikan.

Sehingga supervisi mutu pendidikan di implementasinya (yang dilakukan khususnya oleh LPMP bekerjasama dengan pengawas sekolah), tidak hanya sebatas kegiatan yang monoton (itu-itu saja), atau tidak hanya sebatas teori-teori yang mudah dilupakan berdasarkan panduan semata di realisasinya tanpa dihiasi improvisasi-improvisasi sederhana dan bermakna yang inspiratif (mengena) dan mampu memotivasi target pendampingan (supervisi) “berkehidupan” lebih baik

Info selebihnya tentang sharing knowledge tentang supervisi mutu pendidikan di masa pendemi ini dapat dilihat pada "flyer (ilustrasi) headline" ini di atas

Materi-materi sharing knowledege dapat diunduh (download) pada link berikut: Materi

Dan dapat juga di baca dan disimak secara online pada paparan dan video di bawah ini:

Supervisi Mutu Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19

Video Sharing Knowledge “Supervisi Mutu Pendidikan Pada Masa Pandemi bagi Pengawas Sekolah” (diedit dan diproduksi oleh WRS. Nur Widodo LPMP Jawa Timur)

 

Tags: