Mewujudkan Dapodik yang Lebih Berkualitas

Redaksi 16 Agustus 2020

Surabaya - Seperti tahun-tahun sebelumnya, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur menggelar bimbingan teknis (bimtek) untuk operator dapodik (data pokok pendidikan) dalam beberapa angkatan dengan materi yang sama.

Berbeda dari yang pernah dilakukan sebelumnya, bimtek tahun ini digelar secara virtual melalui webinar karena terkendala oleh pandemi Covid-19.

Lihat juga: Materi lengkap Bimbingan Teknis Data Pokok Pendidik Dapodik Tahun 2020 di Etalase New Normal

Berita terkait: Perlunya Sempurnakan Kualitas dan Kuantitas Dapodik Mengintip Aplikasi Dapodik Versi 2021

Salah satunya Bimtek Operator Dapodik Angkatan 3 yang digelar beberapa waktu lalu secara online ini diikuti oleh para peserta dari Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, Ponorogo, Magetan, dan Pacitan.

Para peserta ini terdiri dari operator dinas pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sekaligus operator dapodik di sekolah, serta operator dapodik di Cabang Dinas Pendidikan wilayah maupun di sekolah.

Maryono, Kasi Sistem Informasi LPMP Jatim (saat ini bertugas sebagai Pengembang Teknologi Pendidikan/Pembelajaran) mengatakan, Bimtek Operator Dapodik dalam beberapa angkatan ini perlu diselenggarakan untuk mendukung kebijakan satu data Indonesia.

“Salah satu payung hukum dari Dapodik adalah Peraturan Presiden nomor 39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Juga ada Perpres nomor 9 tahun 2016 dan Permendikbud nomor 79 tahun 2015 tentang Data Pokok Pendidikan,” ujarnya.

Maryono mengatakan, Dapodik merupakan elemen penting yang mendasari pembuatan berbagai kebijakan pemerintah di bidang pendidikan. Sebab, dengan Dapodik yang akurat, pemerintah bisa membuat kebijakan yang tepat sasaran

“Sesuai dengan perpres tentang kebijakan Satu Data Indonesia, dapodik sifatnya harus akurat, mutakhir dan berkelanjutan,” sambungnya.

Untuk mewujudkan dapodik yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan, kata Maryono, perlu digelar bimtek yang target pesertanya adalah operator dapodik di sekolah.

“Sebab, para operator inilah yang merupakan ujung tombak untuk mewujudkan dapodik yang akurat, mutakhir dan berkelanjutan tadi,” tutur Maryono.

Maryono mengingatkan, sepanjang 2019 silam, masih ada sejumlah permasalahan dalam dapodik. Bahkan, tingkat pengumpulan data sinkron hingga akhir 2019 tersebut masih sebesar 94 persen. Kedua, ada pula pergantian operator dapodik.

“Sehingga banyak informasi yang seharusnya berkelanjutan, tapi tidak kesampaian. Maka tiap tahun perlu digelar bimtek seperti ini sehingga pengetahuan soal dapodik bisa merata,” lanjutnya.

Masalah lainnya, di tahun 2019 juga tidak tersedia data analisasi tiap tahun atau semester, sehingga sulit untuk mengetahui apakah pelaksanaannya semakin baik, stagnan, atau sebaliknya. Selain itu, pengisian masing-masing file item pada dapodik di tingkat sekolah juga dinilai masih kurang maksimal.

"Diharapkan dengan bimtek ini, kualitas dapodik kita menjadi lebih baik lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," pungkas Maryono. (Bagus Priambodo/Judul asli berita: Ingin Dapodik yang Lebih Berkualitas, LPMP Jatim Gelar Bimtek Dapodik Untuk Operator)

Tags: