Menuju “Agile Institution” di Penjaminan Mutu Pendidikan, LPMP Berubah Menjadi BBPMP

Redaksi 02 Mei 2022

Menuju WBBM - Penataan UPT dan fungsi UPT di lingkungan PAUD Dikdasmen telah resmi direalisasikan.
 
Salah satunya, LPMP Provinsi Jawa Timur saat ini telah resmi berubah menjadi BBPMP Provinsi Jawa Timur
 
Dr. Rizqi pernah mengatakan, dengan perubahan menjadi BBPMP (Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan) Provinsi Jawa Timur ini harapannya tidak terjadi lagi di Jawa Timur, kurangnya koordinasi dan keterlibatan UPT terkait program/kegiatan pusat, ketidaksesuaian kebijakan daerah dengan pusat, kompetensi SDM pemda (pemerintah daerah) yang masih perlu ditingkatkan dan tugas fungsi UPT terbatas pada satuan pendidikan
 
 
 
Saat masih LPMP, jenjang pendidikan yang menjadi bidang garap adalah pendidikan dasar dan menegah. Namun di BPPMP saat ini bidang garap nya tidak hanya pada peningkatan mutu pendidikan dasar, pendidikan menengah, tetapi juga pada peningkatan pendidikan anak usia dini dan non formal berdasarkan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)
 
Ada beberapa pendekatan yang akan dilakukan oleh BBPMP untuk meraih pendidikan berkualitas di wilayah kerjanya masing-masing agar partisipasi anak untuk bersekolah makin tinggi, hasil belajar makin berkualitas dan tidak ada anak yang tertinggal dalam mengenyam pendidikan
 
Pertama, pendekatan khusus yang merupakan pendekatan asimetris untuk memenuhi kebutuhan setiap pemerintah daerah, alih-alih pendekatan 'one-size fits all' di seluruh pemerintah daerah
 
Berikutnya pendekatan konsultatif, di sini pemerintah pusat (dalam hal ini BBPMP) berperan sebagai penunjang, fasilitator dan konsultan untuk pemerintah daerah
 
Pendekatan ketiga dengan memberikan penghargaan berbasis prestasi ke daerah melalui kriteria yang ketat dan jelas untuk pepimpin otoritas pendidikan daerah, dan penghargaan serta konsekuensi berdasarkan masukan dan hasil pendidikan yang penting, misal: angka partisipasi, hasil belajar, penghargaan dan lain-lain. 
 
Tugas dan fungsi BBPMP diatur di dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2022 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan
 
BBPMP mempunyai tugas melaksanakan penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan masyarakat di provinsi.
 
Dalam melaksanakan tugas, BBPMP menyelenggarakan fungsi: (a) pelaksanaan pemetaan mutu pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan masyarakat; (b) pengembangan model penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan masyarakat; (c) pelaksanaan supervisi penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan masyarakat dalam penjaminan mutu pendidikan; (d) pelaksanaan fasilitasi peningkatan mutu pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan masyarakat dalam penjaminan mutu pendidikan; (e) pengembangan dan pelaksanaan kemitraan di bidang penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan masyarakat; (f) pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan masyarakat; dan (g) pelaksanaan urusan administrasi.
 
Untuk pelaksanaan urusan administrasi meliputi beberapa urusan/fungsi, seperti: (a) pelaksanaan penyusunan rencana, program, dan anggaran; (b) pelaksanaan urusan keuangan; (c) pelaksanaan urusan kepegawaian; (d) pelaksanaan urusan ketatalaksanaan; (e) pelaksanaan urusan hubungan masyarakat; (f) pelaksanaan urusan persuratan dan kearsipan; (g) pelaksanaan urusan barang milik negara; (h) pelaksanaan urusan kerumahtanggaan; dan (i) pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan.
 
Pastinya tugas penjaminan mutu pendidikan yang dilakukan BBPMP akan semakin berat, karena juga diarahkan ke level “mengintervensi” kebijakan daerah di bidang pendidikan
 
Maka perlu adanya terobosan-terobosan, salah satunya pendampingan penjaminan mutu yang kreatif, inovatif, efektif serta berdampak (yang mendukung 3 pendekatan di atas), tidak hanya sebatas petunjuk teknis yang “kaku”, “sekedar formalitas” dan “mudah dilupakan” berdasarkan panduan semata di lapangan tanpa improvisasi-improvisasi sederhana dan bermakna yang inspiratif (mengena) dan mampu memotivasi (menggerakkan)
 
Sehingga perubahan LPMP menjadi BBPMP ini benar-benar  menjadi lembaran baru dan momentum penggerak penjaminan mutu pendidikan di tanah air, diantaranya melalui lompatan-lompatan sederhana tapi penuh makna tadi dari agen-agen penjaminan mutu pendidikan yang berkarakter, contohnya seperti: (a) seharusnya 'tidak merasa tua' alias 'pembelajar sepanjang hayat'; (b) seharusnya 'cepat bergerak' alias 'produktif dan inovatif'; (c) seharusnya 'kerja keras' alias 'pantang menyerah serta tidak takut gagal'; (d) seharusnya sejak awal yakin akan rasa 'nasionalisme' alias 'tidak meremehkan kemampuan putra negeri sendiri' diantaranya 'talenta mendidik para guru penggerak'; dan (e) seharusnya memahami ‘kesederhanaan’ sebagai sebuah ‘tindakan-tindakan kecil yang simpel tapi bermakna dan mengena’
 
Dengan begitu menuju "Agile Institution" seperti yang diharapkan juga oleh Kemenpan RB di tahun 2023 mendatang bukan khayalan semata. 
 
"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin"

 

 

Tags: