Meningkatkan Kualitas Layanan Bisa melalui Terus Belajar & Berbagi Dimana Saja

18 Oktober 2022

Menuju WBBM - Kualitas layanan prima tak hanya ditentukan dari bagaimana cara kita melayani stakeholder dan sarana serta prasaranya saja.
 
Bagi institusi yang telah berkomitmen mewujudkan dan menginternalisasi nilai-nilai ZI – WBBM (Zona Integritas – Wilayah Bersih Bebas Melayani), cara berpikir bahwa sarana dan prasarana menjadi segala-galanya untuk tingkatkan kualitas layanan, sudah ketinggalan zaman.
 
Yang akan selalu mampu mengikuti perubahan adalah mindset bagaimana kita mampu memahami benar berbagai informasi yang kita berikan ke stakeholder.
 
Dalam pembukaan IHT (In House Training) hari Selasa, 19 Oktober 2022 di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur, Kepala BBPMP Jawa Timur, Sujarno, M.Pd memotivasi seluruh peserta IHT untuk selalu belajar dan saling berbagi.
 
Dengan mempelajari apa yang kita berikan ke stakeholder, ia menyampaikan, kita akan semakin memahami informasi tersebut, yang kita layani juga semakin puas karena secara utuh memahami informasi itu sehingga pelayanan kita ke stakeholder juga semakin prima.
 
Menurutnya kualitas layanan di suatu institusi tidak semata-mata karena ketersediaan bentuk fisik (sarana prasarana) yang memadai.
 
Sarana dan prasarana memang penting, namun kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang melakukan pelayanan juga jauh lebih penting.
 
Di kesempatan tersebut, Sujarno mengajak seluruh peserta untuk mempelajari dan memahami benar berbagai program Merdeka Belajar dari Kemendikbudristek.
 
Khususnya tentang PSP (Program Sekolah Penggerak), IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka), PMM (Platform Merdeka Mengajar), Rapor Pendidikan dan PDB (Perencanaan Berbasis Data).
 
Hal penting yang turut ia sampaikan, belajar dan berbagi itu dimana saja.
 
Menurutnya belajar dan berbagi itu tidak dibatasi oleh ruang kelas.
 
Sujarno menghimbau ke seluruh peserta agar dalam kesehariannya berupaya semaksimal mungkin menciptakan ruang-ruang belajar dan tak jenuh berbagi antar sesama pegawai serta menjadikan berbagai sudut di BBPMP Jawa Timur sebagai pojok-pojok belajar dan berbagi pengetahuan.
 
Pria yang sebelumnya bertugas mengawal pendidikan non formal ini mengatakan, di pendidikan non formal itu belajar bisa dimana saja.
 
“Di bawah pohon pun kita bisa belajar,” tambahnya.
 
“Kalau di pendidikan non formal namanya panti belajar, jadi tidak dibatasi oleh ruang kelas. Dimana saja kita bisa belajar,” ungkapnya.
 
Selain mempelajari secara lebih dalam berbagai program prioritas dari Kemendikbudristek tadi, Sujarno berharap, para pegawai BBPMP Jawa Timur juga mempelajari secara berkelanjutan berbagai hal terkait keterampilan-keterampilan lain yang berkaitan dengan pelayanan ke stakeholder khususnya advokasi program-program prioritas Kemendikbudristek ke pemerintah daerah.
 
Golnya agar pemerintah daerah (termasuk dinas pendidikan setempat) tahu, faham, menerima dan berkomitmen untuk melaksanakan dan mengawal berbagai program Merdeka Belajar tadi di wilayah kerjanya masing-masing demi mewujudkan Profil Pelajar Pancasila sesuai visi Pendidikan Indonesia. (Bagus Priambodo/Foto atau ilsutrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: