Menggali Aneka Praktik Baik untuk Mewujudkan Implementasi Merdeka Belajar

Redaksi 27 Juni 2022

Untuk dapat mengimplementasikan kurikulum merdeka secara mandiri, para guru dan kepala sekolah sangat disarankan untuk belajar dari mereka yang memiliki praktik-praktik baik. Dengan belajar dari orang lain, diharapkan setidaknya mereka dapat mengadopsi strategi-strategi dan solusi yang relevan dengan situasi yang mereka hadapi dalam realitas.
 
Untuk itulah, dalam komunitas belajar tempat mereka bergabung, guru atau kepala sekolah disarankan untuk mengundang narasumber-narasumber yang kompeten untuk memberikan pengetahuan.
 
Diharapkan dari para narasumber tersebut, guru dapat memiliki cara baru yang inovatif namun masih sesuai prinsip-prinsip dalam mengatasi suatu masalah pendidikan, khususnya pembelajaran pada saat mengimplementasikan kurikulum merdeka secara berkelanjutan.
 
 
Selain itu, diharapkan pula terjadi perubahan atau perbedaan yang mendasar yang memungkinkan terwujudnya hasil yang luar biasa, serta dapat diadopsi menjadi model dalam membuat kebijakan sekolah. Kemudian, diharapkan pula dapat melahirkan strategi dan cara-cara yang efektif dan efisien untuk menggerakkan ekosistem sekolah dalam menerapkan kurikulum merdeka secara komprehensif dan sesuai prinsip.
 
Lalu siapakah yang direkomendasikan untuk menjadi narasumber berbagi praktik baik?
 
Dalam hal ini, narasumber yang ideal seharusnya adalah guru yang telah memiliki praktik baik dalam implementasi kurikulum merdeka, atau kepala sekolah yang telah memiliki praktik baik kepemimpinan implementasi kurikulum merdeka.
 
Narasumber-narasumber ini tak harus mereka yang berasal program sekolah penggerak (PSP). Narasumber yang berasal dari non PSP  pun bisa dijadikan narasumber selama terbukti sudah mengimplementasikan praktik baik.
 
Selain itu, narasumber berbagi praktik baik ini tak harus satu-satunya narasumber implementasi kurikulum merdeka. Setiap komunitas belajar atau satuan pendidikan, bisa mengundang narasumber sesuai dengan kebutuhan belajarnya masing-masing.
 
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek sendiri juga mendukung dengan penyediaan narasumber. Dukungan ini diwujudkan lewat empat tahap.
 
Tahap pertama, Ditjen GTK menyiapkan data guru dan kepala sekolah yang potensial menjadi narasumber. Tahap kedua, menyiapkan dashboard profil narasumber di PMM per kabupaten atau kota.
 
Kemudian tahap ketiga, UPT dapat mensosialisasikan daftar narasumber kepada Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan, serta yang terakhir, memberikan pembekalan strategi berbagi praktik baik dan penggunaan buku saku narasumber. (Sumber: 6 Strategi IKM/Bagus Priambodo/Judul asli berita: Menggali Aneka Praktik Baik Dari Narasumber Untuk Mewujudkan Implementasi Merdeka Belajar/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: