Mengenal Kembali Opsi Mandiri Belajar, Berubah, & Berbagi di Kurikulum Merdeka

Redaksi 11 Juli 2022

Dalam rangka pemulihan pembelajaran, kini sekolah diberi kebebasan untuk menentukan kurikulum yang akan dipilih.

Meski telah ada Kurikulum Merdeka yang akan diterapkan di tahun ajaran 2022/2023, sekolah masih dapat memilih opsi kurikulum lain yang dianggap lebih cocok.

Pilihan pertama Kurikulum 2013 secara penuh, kedua Kurikulum Darurat yaitu Kurikulum 2013 yang disederhanakan semasa pandemi, dan ketiga Kurikulum Merdeka.

Sekolah yang memakai Kurikulum Merdeka secara mandiri bisa memilih tiga opsi lagi, diantaranya Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri Berbagi.

Plt Kepala BBPMP Provinsi Jawa Timur, Dr. Rizqi secara berulang menjelaskan perbedaan ketiga opsi tersebut dalam acara "Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Secara Mandiri di Provinsi Jawa Timur Gelombang 2 Tahun 2022" beberapa waktu lalu, Rabu (6/7/2022) yang sebelumnya digelar juga gelombang 1 pada Selasa (5/7/2022)
 
Sumber: Kanal You Tube BBPMP Provinsi Jawa Timur

"Sekolah yang memilih Mandiri Belajar masih menggunakan Kurikulum 2013 tapi sudah mulai menerapkan prinsip-prinsip yang ada di Kurikulum Merdeka, terutama dalam rangka peningkatan kompetensi literasi, numerasi, penguatan pendidikan karakter dan lainnya yang ada di Kurikulum Merdeka," jelasnya.

"Mandiri Berubah artinya sudah memanfaatkan sepenuhnya platform Merdeka Mengajar yang disiapkan oleh Kemendikbudristek. Memilih CP, TP, ATP, perangkat ajar, asesmen, dan lain sebagainya di platform ini, yang juga sudah memuat segala kebutuhan yang dibutuhkan oleh sekolah untuk menerapkan Kurikulum Merdeka."

"Bagi yang sudah sangat siap, yang selama ini melaksanakan banyak praktik baik terkait pengembangan perangkat ajar dan lain sebagainya, ditinjau dari sarana dan prasarana, kesiapan SDM, dan jika sudah bisa berkarya atau berinovasi, tidak sekedar yang ada di platform Merdeka Mengajar tetapi juga bisa berbagi pada sekolah-sekolah lain dalam bentuk karya-karya yang inovatif dan tetap mengikuti prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, maka diberi kesempatan untuk memilih opsi Mandiri Berbagi."

Sekolah yang memilih Mandiri Berbagi bisa membagikan karya-karya mereka tak hanya untuk sekolah di Jawa Timur, melainkan bisa dibagikan untuk guru ataupun kepala sekolah yang ada di Indonesia.

Karya-karya yang bisa dibagikan sebelumnya telah melewati proses kurasi dari tim Kemendikbudristek sehingga secara kaidah sudah memenuhi persyaratan.

Sekolah juga bisa mengganti opsi di Kurikulum Merdeka, misalnya yang awalnya Mandiri Belajar bisa diubah menjadi Mandiri Berubah ataupun Mandiri Berbagi.

"Ketika yang Mandiri Belajar merasa yakin dan cocok untuk menjadi Mandiri Berbagi, boleh diubah statusnya. Ketika Mandiri Berbagi di tengah jalan mengalami hambatan yang cukup signifikan, boleh berubah ke Mandiri Belajar, semuanya fleksibel," terangnya.

Implementasi Kurikulum Merdeka akan efektif jika setiap sekolah sudah melaksanakan dan membentuk komunitas, hal ini akan memperkaya inovasinya, kreatifitasnya, maupun karya-karya yang dihasilkan.

Masing-masing komunitas nantinya akan membawa keunggulan masing-masing yang akan berbagi bersama sehingga bisa saling memberi manfaat.

Rizqi menyarankan agar para guru maupun kepala sekolah untuk mengunduh platform Merdeka Belajar dan mencobanya terlebih dahulu untuk mempelajari fitur-fitur yang disediakan. (Bagus Priambodo/Judul asli berita: Mengenal Kembali Opsi Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri Berbagi dalam Kurikulum Merdeka/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: