Mengembangkan Karakter Anak Lewat Penilaian Sikap

Redaksi 26 Juni 2020

Surabaya - Pendidikan karakter menjadi salah satu fokus selama pembelajaran jarak jauh yang dilakukan karena pandemi Covid-19. Dalam membangun pendidikan karakter ini, salah satu partner utama para guru adalah orangtua. Sebab, sehari-hari orangtualah yang paling banyak berinteraksi dengan para siswa.

Menurut Dr. Dwi Ilham Raharjo M.Pd, Widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim, pendidikan selama pandemi Covid-19 tidak melulu tentang materi-materi keterampilan dan pengetahuan yang umum diajarkan di sekolah lewat pertemuan tatap muka. Namun, hal-hal yang mungkin dianggap sepele seperti kebiasaan merapikan kamar tidur, bisa menjadi bagian dari pembelajaran.

"Setiap pagi, bangun tidur, kamar seperti kapal pecah. Ajaklah para siswa untuk terbiasa merapikan kamarnya sendiri. Sehingga anak-anak punya karakter bersih di rumah. Kalau orangtua diminta mengajarkan ini kepada anak-anak, pasti bisa," ujarnya.

"Dengan demikian pula, anak-anak menjadi sehat, selamat, sejahtera, dan bahagia," sambungnya.

Tentang pendidikan karakter ini, Dr. Budi Winasis MM, Widyaiswara LPMP Jatim juga menyebut bahwa hal tersebut juga menjadi poin penilaian terhadap para siswa. Dia menyebut bagian ini sebagai bagian dari penilaian sikap.

"Jadi selain ada penilaian pengetahuan maupun penilaian keterampilan melalui kinerja siswa, produk siswa, maupun proyek yang dilakukan siswa, juga ada penilaian berbasis sikap," kata Budi Winasis saat menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan Pembelajaran Berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) yang digelar secara virtual digelar LPMP Jatim belum lama ini (Selasa, 16/6/2020).

*Info & berita terkait: Ikhtiar Membuat Guru SD Makin HOTSBimtek Perencanaan Pembelajaran yang HOTS5 Kompetensi Wajib Guru di Pembelajaran New Normal & Guru Tidak Mengajar Sendiri di Kala Pandemi

*Silahkan unduh (download) materi 1materi 2 & materi 3

Budi mengatakan penilaian sikap terhadap siswa bisa dilakukan melalui berbagai cara. Yakni melalui observasi serta jurnal, kemudian melalui penilaian diri, dan penilaian antarteman. Kata dia, penilaian sikap lewat observasi harus dilakukan oleh para guru selama pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Inilah yang disebutnya sebagai penilaian sikap utama.

Selain penilaian sikap utama tersebut, juga ada yang disebut dengan penilaian sikap penunjang. 

“Penilaian sikap penunjang bisa dilakukan lewat penilaian diri maupun penilaian antarteman. Yang tentunya, ini diperlukan oleh para guru sebagai konfirmasi,” tuturnya. (Bagus Priambodo/Judul asli berita: Mengembangkan Karakter Anak Selama Pembelajaran Jarak Jauh Lewat Penilaian Sikap/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Foto Dokumentasi Kegiatan LPMP Jawa Timur)

Tags: