Mengelola Kelas Berdiferensiasi

Redaksi 06 Agustus 2022

Global Knowledge - Berbanding terbalik dengan mispersepsi umum yang beredar, manajemen kelas bukan hanya perihal proses mengatur tempat duduk, menghargai perilaku terpuji, dan menentukan ganjaran untuk setiap pelanggaran. Manajemen kelas mencakup banyak persoalan yang merupakan bagian integral dari pengajaran, seperti membina hubungan dengan orang lain; mengorganisasi komunitas kelas sehingga siswa bisa belajar dengan produktif; mengorganisasi pekerjaan produktif yang erat kaitannya dengan kurikulum penting; mengajar pengembangan moral dan kewarganegaraan; membuat keputusan tentang pemilihan waktu yang tepat dan aspek perencanaan pembelajaran lain; berhasil memotivasi siswa untuk belajar; dan mendorong keterlibatan orang tua siswa.
 
—Pamela LePage, Linda Darling-Hammond, & Hanife Akar, Mempersiapkan Guru untuk Dunia yang Terus Berubah
 
Siswa sudah siap sedia. Guru memiliki keinginan untuk mengenal dan mengajari mereka sebagai individu, dan dia memiliki pemahaman mendalam tentang pengertian diferensiasi yang berkualitas dan alasan mengapa penerapan diferensiasi bisa meningkatkan prospek para siswanya. Guru meningkatkan dan menyempurnakan hasil belajar siswa, merancang asesmen yang selaras dengan hasil tersebut, dan membuat rencana pembelajaran harian yang dirancang untuk memotori siswa secara sistematis untuk mencapai target tersebut (Erickson, 2006; Tomlinson et al., 2009; Wiggins & McTighe, 2005). Guru juga berusaha mengintegrasikan diferensiasi ke desain kurikulum berkualitas miliknya (Tomlinson & McTighe, 2006), dan memiliki rencana persiapan awal tentang cara membedakan siswanya secara efektif (Tomlinson, 1999, 2001, 2004), dan sudah mulai mengajak siswa untuk membantu menciptakan kelas yang dirancang untuk bekerja secara efektif bagi setiap penghuninya.
 
Ini terdengar seperti permulaan yang bagus, nyatanya memang begitu. Namun, ini baru permulaan. Walaupun elemen-elemen ini berjalan dengan lancar dan dipedomani oleh filosofi yang berkembang secara produktif, masih ada setidaknya satu potongan teka-teki yang hilang.
 
Baca terjemahan-terjemahan lain dari Buku Leading and Managing A Differentiated Classroom  by Carol Ann Tomlinson and Marcia B. Imbeau di sini
 
 
Guru yang memiliki intensi baik, kurikulum dinamis, dan rancangan diferensiasi tidak bisa—tidak akan bisa—berproges maju kecuali guru tersebut percaya diri dalam mengaplikasikan ide-ide tersebut ke dalam praktik kelas. Dengan kata lain, guru yang tidak berkenaan dengan manajemen kelas yang fleksibel tidak akan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi walaupun faktanya guru tersebut paham tentang diferensiasi, mengakui urgensi diferensiasi, dan bisa merencanakan diferensiasi (Brighton et al., 2005). Bab-bab berikutnya di Bagian II ini dimaksudkan untuk membantu guru saat dia mengembangkan dan meningkatkan kadar kenyamanannya di bidang ini. Bagian II mengupas rincian dasar dalam mengelola kelas yang berpusat pada siswa, yang pada dasarnya harus menerapkan hampir setiap elemen kelas dengan fleksibel. Ini adalah saat yang tepat untuk melihat perbedaan antara pengelolaan kelas dan kepemimpinan kelas.
 
Guru bisa mengelola jadwal yang fleksibel, tempat untuk menyimpan perlengkapan, label yang bisa membantu siswa mengetahui materi mana yang harus diakses, jadwal untuk pembelajaran kelompok kecil, cara untuk mengurangi kebisingan yang erat kaitannya dengan pekerjaan kolaboratif siswa, dan sebagainya. Namun, dia harus menuntun siswa untuk memahami dan memberikan kontribusi untuk kelas berdiferensiasi, mengatasi ketakutannya akan kegagalan atau tantangan, mengusahakan kesuksesannya sendiri, bekerja berdampingan dengan rutinitas yang merupakan bagian dari manajemen kelas. Guru bisa mengelola rincian-rincian tersebut tanpa filosofi. Kepemimpinan sejati kemudian membutuhkan pedoman yang etis mengenai tanggung jawab kepemimpinan, kadar orang-orang yang diminta untuk dipercaya oleh pemimpin, dan layak atau tidaknya tujuan yang dipandu oleh pemimpin.
 
 
Dalam bab-bab selanjutnya, kami akan secara proaktif menjelaskan banyak cara untuk mempersiapkan area/tempat yang berpotensi untuk disertakan dalam kelas berdiferensiasi agar bisa menciptakan lingkungan/suasana yang memungkinkan guru dan siswa bekerjasama untuk kebaikan/kepentingan setiap siswa (pelajar).
 
Ingatlah juga bahwa meyakinkan kaum muda agar mereka bersedia menjadi bagian dari kelas berdiferensiasi adalah persoalan tentang kepemimpinan.
 
Saat kalian membaca Bagian II dari buku ini, sering-seringlah bertanya kepada diri sendiri bagaimana cara ide-ide konkret yang telah disajikan tersebut memengaruhi pemahaman kalian tentang diferensiasi, filosofi pengajaran kalian, dan sejauh mana kalian bisa menjelaskan dasar-dasar tersebut pada siswa. Dengan kata lain, terus pikirkan cara-cara di mana kepemimpinan dan manajemen yang efektif saling bergantungan. (Jelita (Jendela Literasi Kita)/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image) 

Tags: