Mengatasi Masalah Belajar Dari Rumah

17 September 2020

Pandemi Covid-19 membuat sekolah tatap muka ditiadakan dan menjadi sekolah daring.
 
Sebab itu, peran orang tua juga ikut berpengaruh dalam mendampingi anak ketika melakukan pembelajaran.
 
Bahkan, Junie Darmaningrum, S.S, M.Pd, Widyaiswara LPMP Provinsi Jawa Timur, mengatakan peran orang tua lebih penting di masa pandemi ini.
 
Terutama untuk siswa Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) yang masih belum bisa mandiri sepenuhnya.
 
Namun, tak bisa dipungkiri tak sedikit orang tua yang tak bisa mendampingi anak ketika proses kegiatan belajar mengajar.
 
Di saat kegiatan belajar itu para orang tua ada yang bekerja, atau mengurus urusan personal mereka lainnya.
 
Hal itu pula lah yang disampaikan oleh Ahmad Syahroni, guru SDN 7 Babat, Lamongan, saat acara Bimtek Perancangan Pembelajaran Luring Gelombang 2 Tahun 2020 yang dilakukan secara daring, Sabtu (15/8/2020).
 
"Kalau ada jam pagi, orang tua banyak yang kerja, banyak sekali hampir 99 persen (yang kerja)," katanya.
 
Menanggapi pernyataan tersebut, Junie pun mengatakan peran orang tua memang sangat penting saat sekolah daring, bahkan lebih dari guru.
 
"Kita sadari bersama pembelajaran di masa pandemi ini sangat membutuhkan dampingan orang tua," ujarnya.
 
"Yang membedakan pembelajaran saat pandemi dengan pembelajaran yang biasanya terjadi sebelum pandemi adalah peran orang tua."
 
"Peran orang tua sekarang lebih besar dari peran guru, terutama untuk anak-anak di TK maupun di SD."
 
Junie pun menyarankan para guru untuk memiliki alternatif lain jika peserta didik tak didampingi orang tua.
 
"Sebenarnya ada alternatif-alternatif, sehingga peserta didik kalau tidak didampingi orang tua, alternatifnya seperti apa," katanya.
 
Selain kendala tersebut, kendala lain yang dihadapi saat pembelajaran luring adalah buruknya sinyal televisi atau radio yang menayangkan acara pendidikan.
 
Untuk hal-ha tersebut, Junie menyarankan agar para guru merekam acara tersebut dan membagikannya ke peserta didik atau ke wali siswa, salah satunya melalui WhatsApp (WA) sehingga proses belajar tetap berlangsung. 
 
Junie juga menekankan, mau tidak mau perlu adanya ragam kombinasi antara pembelajaran daring dan luring untuk mengatasi permsalah-permasalahan yang muncul pada pembelajaran jarak jauh di masa pandemi ini.
 
"Tentu peran dan kreativitas guru sangat dibutuhkan di kondisi seperti ini," tandasnya.
 
Ahmad Syahroni juga menambahkan, solusi yang pernah diambil pada pertengahan Maret lalu bagi siswa utamanya di jenjang SD yang orang tuanya tidak bisa mendampingi anaknya belajar karena harus bekerja, sinyal pembelajaran daring maupun luring yang naik turun, tugas yang diberikan guru ke siswa tersebut tidak dibatasi oleh waktu.
 
"Yang penting dalam satu minggu siswa mendapatkan asupan pelajaran," ungkapnya. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: