Menerbitkan Tulisan Anak di Media Kala Pandemi

Redaksi 11 Juli 2020

Gemetar di tengah pandemi - Dengan banyaknya waktu yang dimiliki anak untuk berkreativitas di tengah pandemi, banyak hal yang bisa guru arahkan. Salah satunya menulis.  

Dari sekian banyak ragam tulisan, salah satu yang dapat dibuat oleh anak adalah surat terbuka yang dipublikasikan melalui media. Surat tersebut dapat berisi curahan hati maupun cerita-cerita ringan seputar keseharian anak selama harus belajar di rumah karena pandemi Covid-19.

Peluang untuk mewujudkan ini terbuka lebar mengingat semakin banyaknya jumlah media massa, khususnya media online, yang ada di masyarakat. Jangkauannya pun beragam, mulai dari yang media nasional yang pembacanya sudah tersebar di berbagai tempat, hingga media lokal yang jangkauannya masih terbatas di lingkup kota/kabupaten.

Baca juga: Jadikan Menulis sebagai Terapi di Tengah Pandemi Manfaat Ajak Anak Tulis Diary untuk Masa Depan

Sejatinya, bagi media online, semakin banyak konten adalah hal yang baik. Sebab dengan demikian, mereka memiliki peluang yang lebih baik untuk menambah pembaca. Bagi kita, hal ini juga merupakan peluang cantik. Sebab bukan tidak mungkin redaksi media online akan menyambut dengan tangan terbuka setiap artikel ataupun surat terbuka yang dibuat oleh anak-anak.

Setidaknya terdapat dua alasan mengapa anak perlu diajak untuk mencoba menulis di media.

Pertama, dengan diterbitkannya tulisan mereka di media, akan membuat motivasi mereka semakin terdorong. Dengan demikian, anak-anak akan tertarik untuk menulis lebih banyak lagi.

Kedua, suara dan aspirasi polos anak-anak akan diketahui banyak orang dan diharapkan dapat menggugah inisiatif siapapun yang berkepentingan untuk mengambil tindakan-tindakan penting. Bagi pemerintah guru, dan orangtua, tulisan anak-anak tersebut dapat dipakai untuk mengetahui sejauh mana anak-anak mengetahui tentang ancaman Covid-19 dan bagaimana dampaknya terhadap mereka.

Untuk membantu mewujudkan agar tulisan anak dapat tampil di media, setidaknya guru dapat memulai dengan menjalin kerjasama dengan media. Kalau dirasa sulit, tak perlu muluk-muluk menjalin kerjasama dengan media nasional yang sulit dijangkau. Media-media lokal berskala kecil pun tak masalah. Tetapi kalau ternyata juga tidak mudah untuk melibatkan media, guru dapat mencoba mengembangkan media sendiri, baik yang berbasis blog maupun website. Di era informasi seperti saat ini, hal tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan dengan dana nol rupiah sekalipun. Kalaupun dirasa ini masih memberatkan, website tempat anda membaca artikel ini pun masih berkenan menampung tulisan anak-anak, bahkan dengan senang hati (Hubungi 085732044301).

Berbagi pengalaman

Ragam tulisan lain yang dapat diarahkan untuk dibuat oleh anak adalah tulisan review. Lewat tulisan ini, anak-anak diajak untuk menceritakan ulang pengalaman mereka mengonsumsi sesuatu. Misalnya, anak-anak diminta untuk menulis sinopsis dari film edukasi yang baru mereka tonton di TVRI ataupun di channel lain yang diminta oleh guru.

Contoh lainnya, anak-anak juga dapat diminta untuk menuliskan secara singkat rangkuman dari bacaan yang baru saja mereka konsumsi. Kalaupun media-media tersebut masih dianggap sesuatu yang sulit dijangkau oleh anak-anak, tak ada salahnya anak diajak untuk menulis mengenai makanan yang baru mereka santap bersama keluarganya atau mungkin pengalamannya mengunjungi sebuah tempat di tengah situasi pandemi Covid-19. Prinsipnya, tidak ada alasan untuk tidak menulis.

Di atas semuanya itu, dalam hal tulis menulis, guru harusnya juga memberikan contoh konkrit yang dapat dilihat anak. Dengan kata lain, apabila guru berharap anak-anak mulai termotivasi dan mau belajar untuk menulis, maka seharusnya seorang guru juga melakukan hal yang sama, yakni mulai untuk menulis dan berusaha agar tulisannya tersebut dapat dibaca lebih banyak orang. (Bagus Priambodo/Judul asli catatan: Peluang Menerbitkan Tulisan Anak di Media Kala Pandemi/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

*Gemetar: "Gerakkan Menulis untuk Belajar"

Tags: