Mendorong Pembiasaan Menulis Kreatif

Redaksi 02 Januari 2020

Menulis untuk Belajar - Yuk, latih diri kita dengan memainkan beberapa gim menulis berikut ini.

Kata yang tersembunyi

Ambil sembarang buku dari rak buku. Tutup mata kita sembari membuka buku tersebut dan letakkan jari kita di sembarang lembar halaman. Jari kita akan menunjuk satu atau beberapa kata.

Tulis kata-kata tersebut di buku catatan. Kemudian, tulis dua kata di depannya dan dua kata di belakangnya. Sekarang kita memiliki satu frasa kalimat terdiri dari tujuh kata. Lanjutkan menulis kalimat-kalimat selanjutnya selama lima menit.

Dua aturan yang harus dilakukan dalam gim ini adalah pertama, jangan berhenti menulis. Dua, kita seharusnya tidak banyak berpikir. Coba menulis secepat yang kita bisa.

Setelah lima menit, baca apa yang sudah kita tulis. Pertama, baca setiap kata dengan pola maju. Berikutnya, baca kata-kata itu secara mundur. Garis bawahi satu frase yang menurut kita memiliki energi, mengejutkan bagi kita sendiri sebab tak pernah menulis kata itu sebelumnya.

Sekarang, tulis cerita pendek dari frasa-frasa tadi. Tentu, makna dari kalimat tersebut sebaiknya masuk akal ketika dibaca.

Latihan ‘menulis bebas’ ini sangat efektif untuk pemanasan sebelum membuat tulisan yang sebenarnya. Namun, langkah ini juga efektif untuk membuat frasa kalimat yang tak biasa kita buat. Itulah yang disebut ‘kata yang tersembunyi’. Kosakata yang ada dalam pikiran kita, yang tidak akan muncul ketika dilakukan secara sadar.

Merespon karya seni

Kunjungi museum atau galeri seni. Luangkan waktu setengah hari di sana untuk merespon beberapa lukisan atau karya foto. Tulis pendapat kita itu menjadi sebuat tulisan. Langkah merespon karya seni ini disebut ekhprasis, yang bisa menstimulasi kebiasaan menulis kreatif.

Petualangan membaca

Kunjungi perpustakaan terdekat dan pilih dua buku yang judulnya menarik bagi kita. Pinjamlah buku-buku itu dan bawa pulang ke rumah. Baca kedua buku tersebut secepat yang kita bisa meskipun prosesnya sulit.

Buat catatan tentang bagian yang menarik pada buku itu. Itulah ‘temuan’ kita. Lalu, tulis sebuah cerita yang mengaitkan antara hal-hal yang menarik tadi. Meskipun, kesan ceritanya agak dipaksakan, tetaplah menulis hingga selesai.

Ulangi proses ini sehingga menjadi sebuah kebiasaan atau sampai merasa menulis tidak lagi sulit bagi kita. Tanpa kita sadari, kebiasan ini akan membentuk cara berpikir kita mengenai suatu hal yang akan sangat membantu ketika kita membuat proyek tulisan. (Bagus Priambodo/Sumber narasi: Buku “Creative Writing” karya David Morley/foto ilustrasi dipenuhi melalui Google image)

Tags: