Mendorong Budaya Mutu, Kepala LPMP Jawa Timur Memotivasi Guru Galakkan Literasi

Redaksi 03 Juni 2018

Saat membuka Kegiatan Evaluasi Sekolah Model Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Senin 28 Mei 2018, di Hall Graha Utama Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur, Kepala LPMP Jawa Timur, Bambang Agus Susetyo mengajak para guru untuk berperan aktif menciptakan budaya mutu di satuan pendidikan masing-masing, diantaranya melalui “Gerakan Literasi”.

Menurutnya literasi adalah sebuah sarana penting dan tepat untuk meningkatan kapasitas dan kualitas pribadi guru. Artinya, melalui literasi intelektualitas guru bisa meningkat. Bambang mengharapkan guru memiliki produk karya tulis ilmiah (KTI) seperti artikel (opini), jurnal, atau bahkan menghasilkan produk buku.

Dengan tegas Bambang mengatakan bahwa ruh baiknya mutu guru, ketika guru mampu memperbaiki atau senantiasa meningkatkan kompetensinya termasuk diasah dengan aktivitas literasi. Dia memastikan, LPMP Jawa Timur sebagai  lembaga penjaminan mutu siap menampung karya ilmiah guru, baik yang dimuat di Jurnal Inspirasi Ilmiah maupun Majalah Median LPMP Jawa Timur.

“Tim LPMP siap menjadi konsultan apabila guru mengalami kesulitan dalam menulis karya ilmiah, atau kesulitan menghasilkan produk buku misalnya. Tidak hanya soal literasi, apa saja yang terkait bagaimana mewujudkan budaya mutu di satuan pendidikan LPMP siap mengawal”, tegasnya.

Lebih utama lagi menurutnya, literasi juga bermanfaat bagi pencapaian prestasi terbaik anak didik di sekolah atau di satuan pendidikan. Budaya membaca 15 menit sebelum jam pelajaran harus benar – benar dilaksanakan dalam rangka mengawal suksesnya gerakan literasi sekolah. Waktu 15 menit ini, jika guru mampu mengajak, berkreasi agar anak didik gemar membaca, maka angka 15 menit bisa saja akan terasa kurang.

Bila membaca, menulis ide –ide kreatif, diskusi ilmiah banyak dilakukan di sekolah maka iklim ilmiah akan terwujud. Setelahnya akan terwujud nuansa kompetisi yang baik menuju budaya keilmuan demi meningkatkan prestasi anak didik.

Oleh karenanya dalam rangka mengawal serta menyukseskan gerakan literasi khususnya disekolah-sekolah, Bambang menghimbau agar dibuat ruang-ruang atau pojok-pojok literasi yang menarik disekolah – sekolah. Diantaranya dengan menciptakan perpustakaan yang bersih dan nyaman, agar anak didik betah dan bisa berlama-lama belajar di perpustakaan, berliterasi mengasah diri dan menambah daya intelektualnya.

“Guru sebagai penanggung jawab di satuan pendidikan diharapkan bisa menciptakan ide dan kreativitas supaya anak didik gemar membaca atau bahkan dimotivasi bisa menulis menghasilkan produk ilmiah semacam karya tulis, cerpen, artikel, dan sebagainya”, tuturnya 

(Hasta Ramadhani)

Tags: