Mendalami Kurikulum Merdeka sampai ke Praktiknya di Sekolah

20 Oktober 2022

Peran mitra pembangunan mendukung upaya pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) sangat dibutuhkan.
 
Pada 19 sampai 20 Oktober 2022 di Hotel Luminor Sidoarjo, INOVASI Jatim, salah satu mitra pembangunan di Jawa Timur menggelar workshop belajar lebih dalam tentang IKM.
 
Tim publikasi BBPMP Jawa Timur dan humas dari beberapa unit kerja Kemendikbudristek yang lain serta media massa professional turut diundang dalam kegiatan tersebut.
 
Provincial Manager INOVASI Jawa Timur, M Andri Budi berharap, dengan adanya belajar bareng ini, para peserta dapat lebih memahami tentang Kurikulum Merdeka.
 
Tak hanya itu, dari sisi regulasi pun, Andri berkeinginan agar para peserta mengetahui regulasinya mulai dari pusat sampai ke daerah beserta implementasi teknisnya di satuan pendidikan.
 
Salah satu narasumber yang juga anggota tim pengembang kurikulum di Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek, Ari Tristiani mengungangkan, Kurikulum ini memiliki ciri khas tersendiri.
 
Dua diantaranya intrakurikuler dan pelaksanaan proyek Pelajar Pancasila.
 
Berikut (di bawah ini) situasi pembelajaran di salah satu kelas yang ada di SDN Gelam 2 Candi Sidoarjo
 
 
 
 
 
Kurikulum ini juga memiliki 3 karateristik utama.
 
Pertama, konten yang sederhana dan berfokus ke materi esensial di tiap pembelajaran. Sehingga para siswa tidak dibebani oleh materi yang bertumpuk-tumpuk, karena fokus kurikulum ini lebih ke peningkatan karakter siswa.
 
Karateristik berikutnya, implementasi pembelajarannya berbasis proyek kolaboratif dan aplikatif melalui berbagai proyek penerapan profil Pelajar Pancasila.
 
Yang terakhir, lanjut Ari, pengaturan jam pembelajarannya lebih felksibel disertai kurikulum operasional satuan pendidikan (KOSP) yang disesuaikan ke karakteristik siswa sekolah.
 
Dengan begitu, guru dapat melakukan pembelajaran berdiferensiasi sesuai karakter siswa, dan penerapan KOSP nya juga bisa berbeda antar sekolah (satuan pendidikan).
 
SDN Gelam 2 Candi Sidoarjo menjadi sekolah yang dikunjungi para peserta didampingi tim INOVASI Jatim untuk mengetahui bagaimana IKM ini berjalan dengan semestinya di sekolah.
 
Melalui kunjungan tadi para peserta melihat langsung bagaimana kurikulum ini membuat guru menjadi lebih leluasa menggunakan ragam pembelajaran dan menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran sekaligus pusat peningkatan kompetensi
 
Provinsi Jawa Timur sendiri menurut Andri, kemampuan literasi siswanya berada di urutan (posisi) ke-9 dari 34 provinsi di Indonesia
 
Sehingga dengan adanya IKM dari Kemendikbudristek yang fokus dan menguatkan keterampilan dasar literasi, numerasi dan karakter siswa di pembelajaran, ia berharap tidak hanya kemampuan literasi siswa saja yang mampu digenjot. Kemampuan numerasi dan karakter siswa pun bisa digenjot agar lebih baik. (Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan INOVASI Jawa Timur)

Tags: