Menarasikan Pergerakan Data agar Enak Dibaca

Redaksi 04 Juni 2019

Banyak program telah mengembangkan berbagai tolok ukur untuk menilai dinamika/pergerakan,  baik dinamika yang terjadi di lembaga, masyarakat maupun individu. Namun indikator-indikator tidak cukup untuk mengukur kompleksitas sebuah dinamika yang melibatkan apa, siapa, dan bagaimana proses dinamika itu terjadi.

Angka-angka kuantitatif/ukuran statistik yang menjadi pembenar bahwa sebuah program telah berhasil dilaksanakan dengan baik dan juara dalam membawa pergerakan ke arah yang positif (lebih berkualitas) perlu pengayaan lebih dan kisah mendalam yang mampu mengevaluasi dan menginspirasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala LPMP Jawa Timur, Dr. Bambang Agus Susetyo, M.M., M.Pd saat ditemui oleh tim redaksi media keterbukaan informasi publik LPMP Jawa Timur, Senin (27/5/2019) di ruang kerjanya

Beliau menuturkan, dinamika/pergerakan lewat tulisan yang menarik juga tak kalah pentingnya untuk memberi gambaran utuh sebuah pergerakan/dinamika data.

Oleh karenanya Ia memberi arahan agar tim keterbukaan media informasi publik LPMP Jawa Timur yang bermarkas di Lorong Redaksi (Lored) dan bernaung di bawah Urusan Publikasi & Pelaporan Seksi Sistem Informasi LPMP Jawa Timur berinisiatif mengajak warga internal LPMP Jawa Timur maupun eksternal LPMP Jawa Timur (khususnya internal sekolah: guru, humas sekolah, tim penjaminan mutu pendidikan sekolah dan lain-lain) memiliki dan meningkatkan skill menulisnya dalam menarasikan dinamika pendidikan sebagai bahan pengayaan buku rapor mutu, laporan monev, laporan tahunan (annual report) dan lain-lain

“Ini harusnya bermanfaat juga bagi para penggiat pendidikan (eksternal sekolah) di Jawa Timur,” pungkasnya

Menurutnya ini adalah sebuah pendekatan untuk menggali dan memahami faktor-faktor dalam suatu pergerakan data dengan menarasikan dinamika pendidikan yang terjadi lewat teknik penulisan jurnalistik yang memikat.

Di kegiatan/program ini, LPMP Jawa Timur dapat bekerjasama dengan media massa nasional terpercaya/lembaga profesional di bidang ini untuk membantu penulis mengembangkan draft kisah sesuai topik pergerakan data di masing-masing lembaga (misal: plus minus penerapan SPMI (sistem penjaminan mutu internal) di sekolah model SPMP (sistem penjaminan mutu pendidikan) dan lain-lain.

“Alur dinamika/pergerakan tidak selalu linear. Sisi kemanusiaan juga sama pentingnya dengan sisi proses menuju kebijakan,” imbuhnya.

Pembahasan angle mengenai pentingnya sudut pandang menjadi materi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sesuatu yang dinamis akan memiliki berbagai perspektif. Dalam berkisah, penulis harus memilih dan setia dengan satu sudut pandang hingga akhir kisah.

Beliau juga menekankan, menentukan angle akan membantu untuk menetapkan fokus, mengelaborasi kondisi sebelum dan sesudah, mengidentifikasi aktor serta signifikansi pergerakan data. Semua ini merupakan elemen penting dalam menarasikan dinamika pendidikan.

Tidak kalah penting menurutnya adalah berlatih teknik wawancara, menulis judul, lead, dan kalimat efektif.

Beliau yakin, ini sangat bermanfaat untuk memperkaya hasil analisis buku rapor mutu, laporan monev, laporan tahunan (annual report) dan lain-lain.

Penulis nantinya akan berproses untuk bisa menulis laporan narasi yang baik, yang tidak kaku dan enak dibaca. Terlebih bila tulisan/laporan tersebut harus dibagikan ke/dibaca customer/stakeholder/publik, selain bermanfaat sebagai bahan penyusunan program berikutnya

Finalnya menurut pria asli Tulungagung yang tahun ini buku karyanya berjudul “Sutradara Pendidikan” telah diterbitkan oleh Elexmedia Komputindo (Gramedia group), narasi-narasi dinamika pendidikan ini tidak hanya untuk kepentingan pengayaan laporan, namun juga bisa menjadi materi untuk memperkaya bahan/materi media komunikasi LPMP Jawa Timur dan masing-masing lembaga mitra.

“Spirit/tujuan global”nya menurut beliau: (1) Mengatasi data isian instrumen rapor mutu, instrumen monev dan lain-lain yang tidak/kurang akurat/valid, seandainya data-datanya memang tidak/kurang akurat/valid; (2) Mengatasi ‘ketiadaan pengayaan konten/produk literasi/laporan populer mendalam/indepth story’ mengenai hasil analisis buku rapor mutu, laporan monev, laporan tahunan (annual report) dan lain-lain; (3) Memaksimalkan dukungan berbasis bukti terhadap program PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) & GLN (Gerakan Literasi Naional) Kemdikbud

“Spirit/tujuan spesifik”nya: (1) Memotivasi & mengasah kemampuan menulis/menarasikan  “dinamika pendidikan” (include: menggagas, membaca, riset & analisa); (2) Menyemangati internal & eksternal LPMP Jawa Timur (khususnya internal sekolah) berliterasi produktif; (3) Mengenalkan model penyajian pengayaan hasil analisis buku rapor mutu, laporan monev, laporan tahunan (annual report) dan lain-lain dengan longgar, kreatif & inovatif disertai ilustrasi yang menarik; (4) Mengajak untuk lebih kreatif & kaya imajinasi; (5) Mendorong lahirnya motivator literasi yang stratejik berbasis bukti; (6) Memproduksi konten/laporan populer mendalam/indepth story/narasi dinamika pendidikan yang layak baca dari segi materi, penyajian, bahasa dan kegrafikaan; dan (7) Stimulus bagi internal & eksternal LPMP Jawa Timur untuk untuk mengembangkan & meningkatkan kreatifitas serta idenya dalam menulis 

Menjelang akhir penjelasannya, Kepala LPMP Jawa Timur yang selalu memotivasi jajarannya untuk terus berinovasi tapa batas ini menunjukkan tujuan jangka panjang dari improvisasi ini, diantaranya menghasilkan produk:

Pengayaan hasil analisis buku rapor mutu, laporan monev, laporan tahunan (annual report) dan lain-lain bergaya jurnalistik yang mengisahkan dinamika pendidikan secara kronologis dengan menampilkan sebab dan akibat pergerakan, aktor, motivasi dan latar belakang pergerakan

Pengayaan hasil analisis buku rapor mutu, laporan monev, laporan tahunan (annual report) dan lain-lain bergaya jurnalistik untuk pembelajaran guna perbaikan program sejenis ke depannya (bahan untuk melakukan evaluasi baik untuk pemilik program maupun untuk penerima manfaat/sekolah sasaran)

Pengayaan hasil analisis buku rapor mutu, laporan monev, laporan tahunan (annual report) dan lain-lain bergaya jurnalistik yang mampu memotret dinamika pengetahuan dari penerima manfaat program untuk direplika dan dimodifikasi pada program sejenis di lokasi yang  berbeda

Pengayaan hasil analisis buku rapot mutu, laporan monev, laporan tahunan (annual report) dan lain-lain bergaya jurnalistik yang tidak berdasarkan klaim sepihak

Pengayaan hasil analisis buku rapot mutu, laporan monev, laporan tahunan (annual report) dan lain-lain bergaya jurnalistik yang mampu mengukur sejauh mana dinamika/pergerakan telah terjadi di penerima manfaat akibat intervensi program yang telah dikerjakan (Bagus Priambodo)

Tags: