Mempelajari Pembelajaran yang Peduli ke Keunikan, Potensi & Karakter Tiap Siswa

Redaksi 17 November 2022

Mengapa kurikulum merdeka perlu diadopsi oleh sekolah?
 
Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, Sujarno, M.Pd di pembukaan Gurubinar Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka Provinsi Jawa Timur, Kamis (17/11/2022) menyampaikan beberapa sebab pentingnya Kurikulum Merdeka segera diimplementasikan.
 
Pertama, kurikulum merdeka itu simpel dan sederhana.
 
Hal tersebut membuat materi-materi yang disajikan lebih sedikit namun mendalam.
 
Kedua, adanya fleksibilitas yang membuat para pendidik dapat menyuguhkan berbagai materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa.
 
Hal tadi membuat potensi siswa dapat tumbuh dan berkembang lebih maksimal.
 
Ketiga, Sujarno menuturkan, adanya relevansi antara kurikulum merdeka dengan kondisi dan situasi siswa.
 
Harapannya dengan relevansi tadi, potensi siswa dapat dilejitkan perkembangannya sesuai dengan kodratnya.
 
Simak selengkapnya Guru Binar Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka Provinsi Jawa Timur di video berikut:
 
Sumber: Guru Binar
 
Sujarno juga menyampaikan, di kurikulum merdeka tidak ada lagi pelatihan-pelatihan atau diklat-diklat terstruktur atau berjenjang seperti pernah terjadi di kurikulum-kurikulum sebelumnya.
 
Maka beliau menghimbau kepada para peserta gurubinar agar aktif mengikuti event-event belajar mandiri seperti forum-forum webinar dan lain-lain yang sejenis.
 
Selain karena materinya, beliau berharap para pendidik dan peserta lainnya update dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman.
 
Sujarno berpesan agar semua yang terlibat di kurikulum merdeka baik kepala sekolah, guru maupun pengawas menjadi individu-individu pembelajar.
 
Dengan begitu, semangat pembelajar sepanjang hayat dapat terwujud dan mempengaruhi kualitas layanan pembelajaran untuk para siswa.
 
Melanjutkan arahannya, beliau menegaskan, komite pembelajaran memiliki peran penting mewujudkan ekosistem pembelajaran yang kondusif.
 
Kondusif di sini adalah ekosistem yang memberikan dukungan, dorongan dan ruang bagi para siswa dalam mengembangkan berbagai potensi yang mereka miliki.
 
Mengakhiri arahannya, beliau menggarisbawahi hal yang menjadi fokus di Guru Binar kali ini. Setiap anak terlahir unik. Setiap anak membawa potensi dan karakternya masing-masing.
 
Maka beliau menekankan perlu adanya diskusi bersama dengan narasumber untuk lebih memahami pembelajaran berdiferensiasi atau berparadigma baru yang menjadi ruh Kurikulum Merdeka.
 
Jaman memang telah berubah, ketertinggalan harus dikejar, dan model pembelajaran tak lagi bisa disamaratakan ke seluruh siswa karena keunikan, potensi dan karakter mereka yang berdiferensiasi tadi. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: