Meme Tuman Bu Khofifah Ajak Warga Cinta Bangsa

Redaksi 30 Maret 2019

Belakangan, meme tuman sedang tren di dunia media sosial. Meme kocak ini berupa gambar dua karakter laki-laki botak. Keduanya saling berhadapan dan salah satunya menampar pipi yang lain.

Biasanya, meme tuman disertai dialog berbau sindiran. Nah, kalimat sindiran itu akan diakhiri dengan kata ‘tuman!’. Ada saja konten meme ini yang membuat pembacanya nyengir atau tertawa.

Pengguna media sosial pun semakin kreatif mengedit konsep awal tersebut dengan menambahkan karakter baru berupa gambar atau foto. Tak ketinggalan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga mengikuti tren meme tuman ini melalui akun Instagramnya, @khofifah.ip.

“Saya ingin lebih dekat dengan generasi Z yang sangat dekat dengan media sosial,” katanya pada pembukaan Jambore Pandu Sekolah Model Kedua di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur (LPMP Jatim), Rabu (20/3/2019).

Generasi Z yang dimaksud Khofifah ini adalah mereka yang lahir antara tahun 1995 hingga 2012. Kehidupan mereka tidak jauh dari gadget dan media sosial. Kebiasaan ini dimanfaatkan Khofifah untuk memperingatkan kebanyakan orang.

Meme tuman versi Khofifah memiliki pesan dan nilai edukasi yang kuat. Salah satunya menyindir anak-anak muda agar hapal dan paham makna Pancasila memakai bahasa Jawa Timuran.

Misalnya, “Apal jenenge YouTuber ambek artis drakor, tapi gak apal Pancasila. Tuman!”(hafal nama YouTuber dan artis drama Korea, tetapi tidak hafal Pancasila. Tuman!).

Atau “Geger mergo Pilpres, sampek lali nek sedulur setanah air. Tuman!" (Bertengkar karena Pilpres sampai lupa kalau kita saudara setanah air. Tuman!).

“Tuman gak? Ayo, bangun Jatim guyub rukun, nggih,” seru Khofifah kepada peserta Jambore. Kontan semua yang ada di ruangan serentak menjawab ‘nggih’.

Melalui media sosial dan meme tuman versi Khofifah ini, jiwa nasionalisme masyarakat perlahan-lahan dapat lebih diperkuat. Hal ini berkenaan juga dengan tujuan kegiatan kepramukaan dalam Jambore Pandu Sekolah Model 2019 yang merupakan bagian dari pendidikan karakter siswa.

Meme sebenarnya berasal dari kata Yunani, ‘mimeme’, artinya sesuatu yang ditirukan. Secara umum dimaknai sebagai ide, perilaku, atau gaya yang menyebar dari satu orang ke orang lain dalam sebuah budaya.

Istilah meme diciptakan oleh Richard Dawkins, pakar biologi evolusioner, melalui bukunya ‘The Selfish Gene’ terbitan 1976. Dawkins memakai istilah ini untuk menjelaskan mengapa beberapa perilaku manusia, dalam perspektif evolusioner, yang tidak masuk akal ternyata dianggap biasa oleh masyarakat. (Bagus Priambodo)

Tags: