Membumikan Literasi Lewat Kearifan Lokal

Redaksi 18 Oktober 2020

Liputan Khusus - Kegiatan membumikan literasi di tengah anak-anak Indonesia dapat dilakukan dengan cara-cara yang menyenangkan. Salah satunya melalui buku-buku cerita rakyat.
 
Hal inilah yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang ingin menumbuhkan literasi kebudayaan dan kewarganegaraan, khususnya pada siswa tingkat sekolah dasar.
 
Ratna Yunnarsih, pamong budaya ahli madya Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan  yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, mengatakan hal ini digarap sejak 2016 hingga kini melalui penulisan seri budaya.
 
"Latar belakangnya, kami ingin mendukung gerakan 15 menit membaca sebelum pembelajaran dimulai di sekolah. Penulisan seri budaya ini mengangkat budaya adat dan cerita rakyat yang tersebut di seluruh provinsi di Indonesia," ujarnya.
 
Sebelumnya, lanjut Ratna, sejak 2015 hingga 2017, pihaknya sebenarnya sudah menyediakan bahan bacaan berformat cetak yang mengusung seri pengenalan budaya nusantara. Bahan-bahan bacaan itu telah disebarkan ke SD, SMP, perpustakaan, dan taman bacaan masyarakat secara gratis.
 
Namun dia mengakui, ada sejumlah kendala yang menyebabkan belum terlalu banyak eksemplar yang dibagikan.
 
"Namun untuk akses yang lebih mudah, bisa ke webiste kebudayaan.kemdikbud.go.id, sudah diunggah ke sana semua," tuturnya.
 
Dalam penyusunan bahan bacaan seri budaya nusantara tersebut, Ratna menyebut pihaknya melibatkan penulis-penulis lokal. Selain itu, mereka juga bermitra dengan beberapa pihak, salah satunya penerbit Gramedia, untuk menggarap dan mencetak buku tersebut agar kualitasnya menarik.
 
"Itu semua sudah kami sebarkan ke berbagai daerah," sambungnya.
 
Sedangkan untuk tahun 2018 hingga 2019, sudah ada beberapa judul buku yang siap diterbitkan. Hanya saja saat ini masih sedang dalam tahap penilaian oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud.
 
Tak hanya buku. Di tahun 2020 ini, pihaknya juga membuat 2 video animasi seri pengenalan budaya nusantara  yang berjudul Misteri Kebo Iwa di Danau Batur (Bali) dan Pacu Jalur Kemerdekaan (Riau). Dua video animasi ini dibuat berdasarkan buku yang pernah diterbitkan pada 2016.
 
"Beberapa waktu lalu kami juga bicara dengan Pusdatin, ke depan akan ada video animasi yang lebih banyak lagi untuk disebarkan melalui TV edukasi," kata perempuan kelahiran Lampung itu.
 
Selain itu, dari 41 buku seri pengenalan budaya nusantara yang diterbitkan sepanjang 2015 hingga 2017, Dirjen Kebudayaan Kemdikbud RI sedang mengupayakan membuat versi e-book yang dapat didistribusikan melalui internet sehingga jangkauan pembacanya menjadi lebih luas.
 
"Karena kalau mengandalkan distribusi cetak, itu biayanya mahal sekali," pungkasnya. (Bagus Priambodo/Judul asli liputan: Membumikan Literasi Lewat Cerita Rakyat dan Budaya Nusantara/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: