Membuat Modul yang Baik untuk Siswa

15 September 2020

Menurut Drs. Anang Prasetyo, M.Pd, Widyaiswara LPMP Provinsi Jawa Timur, ada enam hal yang harus diperhatikan guru saat membuat modul untuk para siswa.

Anang mengungkapkannya dalam acara Bimtek (Bimbingan Teknis) Perancangan Pembelajaran Luring (Luar Jaringan) Gelombang 2 Tahun 2020 yang dilakukan secara daring, Sabtu (15/8/2020).

Yang pertama adalah individualisasi belajar.

"Peserta didik berdasarkan kemampuan dan kecepatan belajarnya sendiri, tidak banyak bergantung pada arahan atau bimbingan tutorial, peserta menentukan strategi belajarnya," jelasnya.

Kedua, fleksibilitas atau keluwesan.

"Pelajaran dapat disusun dalam bermacam-macam format, bisa tidak terikat, belajarnya pun hampir sama dengan yang ketiga, ada kebebasan," kata Anang.

Ketiga, kebebasan.

"Peserta melakukan kegiatan belajar mandiri, misalnya membaca mandiri, merangkum sendiri, merumuskan masalah sendiri, menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas sendiri," katanya.

"Belajarnya dimana saja, kapan saja."

Keempat, partisipasi aktif.

"Partisipasi ini dilaksanakan dalam bentuk belajar sambil berbuat (learning by doing) sebagaimana dianjurkan oleh Jhon Dewey," ungkap Anang.

"Jadi, apa yang dipelajari bisa dipraktekan."

Kelima, interaksi peranan pengajar.

"Interaksi belajar mengajar bukan dalam bentuk tatap muka yang sering disebut interaksi manusiawi, melainkan interaksi dengan bahan tertulis dan interaksional yang menunjang," jelasnya.

"Bukan dalam bentuk tatap muka, tapi tetap harus ada interaksi, (misalnya) lewat telepon, sms."

Keenam, interaksi di kalangan peserta.

"Interaksi ini banyak, bahkan memborong sebagian besar kegiatan belajar, misalnya melalui kegiatan belajar kelompok dan diskusi," terangnya. (Bagus Priambodo/Judul asi berita: 6 Hal yang Harus Diperhatikan Guru Saat Membuat Modul untuk Siswa)
 
 
 
 

Tags: