Membangun Kurikulum di Lentera Academy

Redaksi 11 September 2020

Lentera Academy merupakan media baru yang diciptakan oleh Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) LPMP Provinsi Jawa Timur.
 
Dibangunnya media ini diharapkan bisa menjadi alternatif pembelajaran untuk membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar.
 
Lentera Academy memiliki filosofi Learning, Teaching, Elaboration, dan Colaboration.
 
"Tentunya semua orang pasti mengalami apa yang dinamakan learning atau belajar," ujar Rahadia Wiyoshastono (Adi) dalam Bimtek (Bimbingan Teknis) Pengembangan Media Pembelajaran Digital Bagi Guru SMP tahun 2020 Angkatan 2 yang dilakukan secara daring beberapa waktu lalu (Rabu, 26/8/2020).
 
"Akhirnya orang-orang pun mengetahui, ternyata saya cocoknya dengan teknik belajar yang seperti ini, harus dengan suasana tenang atau dengan suasana yang bersih."
 
"Kita akhirnya mengetahui kita mempunyai kemampuan belajar dengan kondisi-kondisi tertentu."
 
Dari pengalaman belajar, kata Adi, akhirnya para guru juga mempunyai kemampuan untuk mengajar.
 
"Tentunya dari pengalaman mengajar, bapak ibu (guru) harusnya membelajarkan si siswa dengan analisis kebutuhan yang kita ekspansi, elaborasi melalui sebuah teknologi dan kita bisa berkolaborasi di dalamnya," jelasnya.
 
"Ini filosofi yang coba kita bangun agar  Lentera Academy dapat optimal dalam pemanfaatannya."
 
Cukup login melalui email Gmail, para guru dan siswa dapat mengakses dan memanfaatkan Lentera Academy.
 
Nantinya, materi-materi yang dibuat guru di  Lentera Academy bisa menjadi sebuah kurikulum baru.
 
"Dalam Lentera Academy, guru bisa memproduksi sebuah materi berbasis teks, audio, YouTube, evaluasi forum diskusi, yang nantinya bisa dirangkum menjadi sebuah kurikulum," ungkap Adi.
 
"Kolaborasi kita (antar PTP dan guru) diperlukan sehingga kita bisa memproduksi sebuah media pembelajaran yang efektif dan inovatif."
 
Sementara itu, Adi menjelaskan untuk saat ini Lentera Academy masih dalam versi beta.
 
"Kita masih memilih format yang tepat agar media ini bisa digunakan secara nyaman baik untuk guru maupun siswa," jelasnya.
 
"Yang kami kembangkan ini masih beta, banyak fitur khusus yang dievaluasi yang kita masih cari format yang tepat dimana membuat report atau laporan evaluasi yang dibutuhkan oleh guru." (Bagus Priambodo/Judul asli berita: Membangun Kurikulum Melalui Lentera Academy)
 
 
 

Tags: