Membaiknya Budaya Mutu Syarat Mutlak Majunya Sistem Pendidikan Nasional

Redaksi 04 Juni 2018

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur, Bambang Agus Susetyo membuka kegiatan Evaluasi Sekolah Model Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) gelombang 3, Senin 28 Mei 2018 di  Hall Graha Utama LPMP Jawa Timur. Kegiatan yang dilaksanakan 3 hari, sampai 30 Mei 2018 tersebut diikuti oleh 240 peserta perwakilan guru sekolah model dari 6 Kabupaten di Jawa Timur, seperti Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Madiun, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Kediri.

Dalam sambutannya, Bambang menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan  evaluasi sekolah model ini tidak lain adalah sebagai sarana mengawal sekolah mencapai tujuan pembangunan budaya mutu menuju sekolah terstandar nasional. Karenanya membaiknya ‘budaya mutu’ adalah syarat mutlak kemajuan sistem pendidikan nasional. 

Pada kesempatan itu, dia juga menegaskan bahwa Guru sebagai ujung tombak di satuan Pendidikan harus selalu berinovasi, menggagas ide-ide baru, berkreasi dalam rangka menciptakan dan mendukung budaya mutu di satuan pendidikannya. LPMP Jawa Timur siap mengawal dan mendorong penguatan Kompetensi guru dan satuan pendidikan untuk mencapai budaya mutu berstandar nasional.

Di akhir sambutannya, dirinya “mewanti-wanti” kepada semua peserta, bahwa ‘makna penting’ dan ‘gol’ capaian budaya mutu adalah pendidikan yang terbaik, berkualitas bagi anak didik di setiap satuan pendidikan. Oleh karenanya peran penting para guru adalah mengawal anak didik terutama terkait budi pekertinya menjadi hal utama yang harus dilaksanakan. Bambang mengaku sangat prihatin dengan kejadian-kejadian diberbagai daerah akhir-akhir ini yang menunjukkan adanya dekadensi moral dari anak-anak yang tergolong masih usia sekolah.

Pria yang juga antusias memboomingkan literasi dengan mendirikan pojok literasi bernama “Lorong Redaksi” di LPMP Jawa Timur ini menggaris bawahi bahwa pelajaran budi pekerti, akhlak, nilai-nilai moral, pendidikan karakter harus benar-benar ditanamkan dan diajarkan di sekolah-sekolah dengan massif. Selain mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai tersebut, harapannya guru harus mampu menjadi suri tauladan atau contoh yang baik bagi semua anak didiknya (Hasta Ramadhani)

Tags: