Memanfaatkan Televisi & Radio Edukasi

19 September 2020

Junie Darmaningrum, S.S, M.Pd, Widyaiswara LPMP Provinsi Jawa Timur berharap guru juga menggunakan media mengajar melalui televisi dan radio edukasi.
 
Ia menjelaskan, televisi dan radio edukasi memang telah disiapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk menjadi alternatif mengajar bagi guru.
 
Dalam televisi dan radio edukasi, kata Junie pada Bimtek (Bimbingan Teknis) Perancangan Pembelajaran Luring Gelombang 2 Tahun 2020 yang dilakukan secara daring, Sabtu (15/8/2020), ada bahan-bahan atau sumber belajar yang bisa digunakan para peserta didik untuk belajar.
 
"Termasuk TVRI, menghadapi kondisi ini di TVRI ada program yang memang ditujukan sebagai sumber belajar peserta didik."
 
Media-media tersebut nantinya bisa membuat bahan belajar siswa menjadi lebih variatif.
 
"Ini bisa dimanfaatkan guru supaya sumber belajarnya banyak, tidak hanya dari internet, modul, LK (Lembar Kerja), dan sebagainya," tegasnya.
 
Drs. Anang Prasetyo, M.Pd memaparkan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat belajar lewat televisi.
 
Pertama, penyampaian materinya harus mudah difahami dan inklusif dengan menggunakan berbagai media interaktif seperti videografis, infografis, demontrasi, pemanfaatan alat peraga, mempromosikan permainan dan kuis interaktif melalui telpon atau sms
 
Kedua, menyiarkan dan membuat program tersebut ada tayangan ulangnya agar dapat diikuti oleh siswa yang tidak dapat melihatnya secara langsung
 
Pembelajarannya diusahakan seinteraktif mungkin, dan ada peluang bagi siswa untuk tampil pada program tersebut
 
Berikutnya, mempertimbangkan benar berbagai kebutuhan peserta didik, khususnya para penyandang disabilitas
 
“Dan yang penting Bapak Ibu harus tahu jadwalnya dulu,” imbuh Anang agar program yang disimak oleh siswa sesuai dengan materi atau penugasan yang akan diberikan oleh gurunya
 
Terkait tidak terlalu vitalnya pendampingan orang tua di pembelajaran luring melalui televisi, Junie melanjutkan, cara ini lebih mudah digunakan untuk peserta didik yang sudah duduk di minimal bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
 
"Kalau SMP lebih mudah, artinya SMP, SMA, SMK, jenjangnya untuk siswanya lebih mudah kita arahkan tanpa misalnya ada pendampingan orang tua," ujarnya.
 
"Kalau di SD atau TK kan harus ada pendampingan orang tua, jadi kalau misalnya kita berikan penugasan dari TVRI atau suara edukasi, itu mungkin lebih mudah kita memfasilitasi itu."
 
Sementara itu, dalam acara ini Junie juga memberikan penjelasan dan contoh Perencanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) moda luring untuk para guru agar mereka dapat melakukan pembelajaran via luring secara maksimal.
 
Sebelum melakukan PJJ, para guru diharuskan menentukan materi dan media pembelajaran untuk peserta didik terlebih dahulu. (Bagus Priambodo/Judul asli berita: LPMP Jatim Berharap Guru Juga Gunakan Televisi dan Radio Edukasi untuk Mengajar)
 

Tags: