Melestarikan Seni Menuju Prestasi

Redaksi 13 Maret 2018

Sejumlah budaya dan kesenian tradisional telah diwariskan oleh para leluhur, akan tetapi banyak generasi penerus kurang berminat dalam menjaga dan melestarikannya. Warisan leluhur yang penuh dengan makna filosofi kian kehilangan tempat. Eksistensi kesenian tradisional kian tergerus kesenian kontemporer. Ironisnya ketika warisan budaya dan kesenian itu diklaim negara lain bangsa ini merasakan kehilangan dan tersulut amarah.

Keprihatinan atas kondisi di atas mendorong SMP Negeri 1 Kampak Kabupaten Trenggalek untuk memanfaatkan institusinya sebagai sarana mewariskan dan melestarikan kesenian tradisional. Dengan mengembangkan sekolah model kesenian tentunya bukan merupakan pekerjaan yang ringan di saat sekolah lain sedang giat-giatnya mengembangkan sekolah bertaraf internasional.

Menciptakan branding atau citra sekolah sudah saatnya menjadi perhatian SMP Negeri nomor dua tertua di Kabupaten Trenggalek ini. Berada 18 kilometer dari Kabupaten Trenggalek, tepatnya berlokasi di Desa Bendoagung Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek. Secara akademik SMP Negeri 1 Kampak masih tergolong kurang menunjukkan denyutnya.

Usaha sekolah untuk mendorong siswa dalam mencapai kemajuan tidak pernah berhenti. Menyisir dari sejarah prestasi seni yang telah diperoleh oleh siswa-siswi SMPN 1 Kampak Trenggalek, maka sudah tepat dalam menetapkan branding sekolah seni, disamping tetap mendorong terus siswa dalam meraih prestasi akademik.

Puji Hartono selaku kepala sekolah bertekad mewujudkan cita-citanya untuk mewadahi bakat dan minat peserta didik sehingga dapat tersalur dan dapat menekan tingkat kenakalan pelajar. Bersama-sama dengan seluruh warga sekolah Pak Puji panggilan akrab kepala sekolah sekaligus praktisi pranatacara ini, bertekad menjadikan SMP Negeri 1 Kampak sebagai kiblat kesenian khususnya di Kabupaten Trenggalek dan Jawa Timur pada umumnya. Program yang dijalankan bukan program melawan kemajuan jaman akan tetapi bertujuan untuk mengenalkan sekaligus mewariskan kesenian tradisional kepada peserta didik.

Tujuan sekolah model kesenian ini merupakan salah satu upaya meningkatkan ketahanan budaya lokal di antara pesatnya budaya asing (yang belum tentu semuanya baik: “gaya hidup hedonis konsumtif”) yang senantiasa mengintai dan menggoda generasi muda untuk mengikutinya.

Harapan yang diinginkan dengan adanya ketahanan budaya, peserta didik akan dapat eksis di tengah kehidupan global tanpa harus tercerebut  dari akar budaya sendiri. Ketahanan budaya ini bersifat dinamis yang menyebabkan kebudayaan berakar, inovatif kreatif yang sanggup beradaptasi, dan menyerap secara kritis masuknya budaya asing. Dengan demikian ketahanan budaya tidak hanya sanggup memelihara jati diri, akan tetapi dapat tumbuh bersama dalam kesegeraan menggerakkan kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara.

Keputusan SMP Negeri 1 Kampak dalam pengembangan seni di kalangan pelajar (siswa) sejalan dengan program yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang dipimpin oleh Bupati Emil Dardak. Pengembangan kesenian dilakukan dengan langkah nyata yaitu dengan menggelar berbagai ajang lomba dan festival kesenian Trenggalek yang diikuti pelajar di Trenggalek.

Berbagai lomba yang rutin sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan budaya dan seni di Trenggalek yaitu lomba macapat, geguritan dan seni tradisi. Sedangkan festival yang rutin digelar oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Trenggalek salah satunya adalah festival Turangga Yakso. Turangga yakso adalah kesenian tari jaranan yang berkembang di Trenggalek. Adanya lomba dan festival kesenian Trenggalek nyatanya sangat diminati oleh siswa-siswi SMP Negeri 1 Kampak yang memang masih sangat menjunjung adat dan kebudayaan asli daerahnya.

Usaha menyiapkan program ini dilakukan dengan menyiapkan rencana strategis (renstra), menyusun silabus, menyiapkan SDM dan infrasukturnya. Dan sejauh ini hasilnya cukup menggembirakan.

Prestasi yang telah diraih siswa siswi SMP Negeri 1 Kampak dalam kurun waktu tiga tahun terakhir sungguh membanggakan. Prestasi dalam bidang kesenian yang telah diraih diantaranya:

-  Selfina Listya Dewi, juara 1 Sinden tingkat Jawa Timur, Tahun 2015,  juara 2 nembang macapat tingkat provinsi di Universitas Negeri Malang tahun 2016, dan juara 4 macapat Piala Gubernur Jawa Timur di Universitas Negeri Surabaya tahun 2016.

-  Grup musik tradisional dari SMP Negeri 1 Kampak mendapatkan juara 1 tingkat Kabupaten Trenggalek Tahun 2015

-  Tim Tari juara 2 tingkat Kabupaten

-  Regina Aulia Salsabila juara 3 Story Telling tingkat kabupaten tahun 2015

-  Susi Wulandari juara 1 nembang macapat tingkat provinsi di Universitas Negeri Malang, tahun 2016, juara 3 macapat Piala Gubernur Jawa Timur di Universitas Negeri Surabaya tahun 2016

-  Asrofi juara 2 lomba sesorah tingkat provinsi di Universitas Negeri Malang tahun 2016, dan finalis lomba geguritan piala gubernur di Universitas Negeri Surabaya.

-  Tiara Permata Putri juara 3 geguritan tingkat provinsi di Universitas Negeri Malang tahun 2016

-  Adelina Pramudya Wardani juara 4 geguritan tingkat provinsi di Universitas Negeri Malang tahun 2016

-  Tim kreatif seni juara 2 untuk seni tari tradisional dan juara 2 seni teater tingkat kabupaten Trenggalek tahun 2017

-  Drum band Bahana Bina Nada duduk pada urutan 8 dikategori Kostum terbaik, urutan 7 dikategori PBB (praktik baris berbaris) terbaik, urutan 3 pada nominasi kelengkapan alat, dan masuk di posisi 5 terbaik pada kategori penampilan di tahun 2017 tingkat provinsi

Diukirnya prestasi oleh siswa siswi SMP Negeri 1 Kampak ini tidak lepas dari peran serta sekolah dalam mendukung sarana dan prasarana sekolah. Salah satunya adalah dengan dimilikinya seperangkat gamelan. Hadirnya seperangkat gamelan ini sangat mendukung kegiatan kesenian yang diwadahi dalam kegiatan ekstrakulikuler karawitan. Melalui kegiatan karawitan, ekstra kurikuler tari dapat diiringi secara live, demikian juga kegiatan seni yang lainnya.

Prestasi yang diraih siswa-siswi SMP Negeri 1 Kampak selain didukung sarana dan prasarana sekolah juga didukung dengan keberadaan oleh tenaga profesional. Mulai tahun 2015 sekolah ini telah melakukan kerjasama dalam meningkatkan prestasi di bidang seni dengan pihak eksternal sekolah. Beliau adalah seorang dalang bernama Bapak Marsudi. Tenaga profesional satu ini salah satu alumni SMP Negeri 1 Kampak yang secara khusus menyatakan ikut memiliki dan merasa sebagai keluarga besar.

Di samping merangkul tenaga profesional di bidang seni, juga dilakukan kerjasama dengan mahasiswa berprestasi yang berasal dari alumni SMP Negeri 1 Kampak, untuk membina kegiatan story telling, tari dan seni musik tradisi. Penelusuran alumni dalam mendukung kemajuan suatu sekolah ternyata merupakan langkah positif yang sudah dilakukan pihak sekolah untuk mewadahi bakat dan minat siswa di SMP Negeri 1 Kampak Kabupaten Trenggalek.

Pada bulan Maret 2017, SMP Negeri 1 Kampak genap berusia 50 tahun. Diusianya setengah abad, banyak cerita sepanjang perjalanan dalam berkiprah, SMP Negeri 1 Kampak bertekad membangun bangsa dengan mencetak insan cendikia di bagian selatan kota keripik.

Bagi sebuah institusi pendidikan, usia 50 adalah usia yang matang dalam berkarya dan menunjukkan eksistensinya. Oleh karena itu, untuk dapat terus berpartisipasi dalam berbagai bidang dan untuk mengembangkan diri, ‘Spensakam’ berkomitmen untuk menyukseskan beberapa program, diantaranya:

-  Spensakam goes to Adiwiyata

-  Spensakam cinta budaya dan tradisi

-  Spensakam unggul dalam prestasi

-  Sekolah berakhlak mulia.

(Tri Muryanti,  Guru SMPN 1 Kampak Kab. Trenggalek)

Tags: