Media Big Book untuk Optimalisasi Pembelajaran Literasi Kelas Awal

Redaksi 05 Agustus 2021

Salah satu komponen penting dalam pembelajaran adalah media. Media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna (Kustandi & Sutjipto, 2016). Media pembelajaran sangat membantu guru dan siswa dalam optimalisasi proses belajar dan mengajar. Media pembelajaran dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep dari materi yang dipelajarinya (Abidin, 2015:255). Akan tetapi, hal tersebut dapat tercapai jika guru menggunakan media pembelajaran yang tepat dan sesuai kebutuhan siswa dalam pembelajaran.
 
Salah satu pembelajaran yang membutuhkan penggunaan media secara optimal adalah literasi. Mengingat tingkat kompetensi literasi siswa di Indonesi menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada di 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019. Tentu dari data tersebut penguatan literasi masih perlu dioptimalkan dimulai dari jenjang pendidikan tingkat dasar khususnya saat siswa duduk di kelas awal (kelas 1, 2, dan 3 Sekolah Dasar). Salah satunya melalui pemanfaatan media literasi dalam proses pembelajaran di kelas.
 
 
Media literasi merupakan proses yang mengintegrasikan penyelidikan secara ktitis serta memerlukan keterampilan bagaimana mengakses, menganalisis, mengevaluasi, membuat, dan mendistribusikan pesan dengan keterlibatan secara penuh dan partisipasi aktif (Laily & Gunansyah,2018: 14). Media literasi meliputi unsur keterampilan berbahasa yang terdiri dari (1) keterampilan menulis, (2) membaca, (3) menyimak, (4) berbicara, dan (5) bersastra. Dari kelima keterampilan tersebut, yang menjadi sorotan adalah keterampilan membaca. Melalui media literasi, guru dapat mengkondisikan partisipasi siswa secara aktif.
 
Salah satu media literasi yang dapat digunakan oleh guru pada saat pembelajaran membaca permulaan yaitu media big book. Big book merupakan salah salah satu media pembelajaran visual yang berkarakteristik khusus di antara media pembelajaran lainnya. Menurut Madyawati (2016: 174) “big book adalah buku bergambar yang dipilih untuk diperbesarkan, yang memiliki karakteristik yang khusus, yaitu adanya pembesaran teks maupun gambar”.
 
Sesuai dengan namanya, Big book atau buku besar merupakan buku cerita yang berkarakteristik khusus yang dibesarkan, baik teks maupun gambarnya, sehingga memungkinkan terjadinya kegiatan membaca bersama antara guru dan murid. Buku ini mempunyai karakteristik khusus seperti penuh warna-warni, memiliki kata yang dapat diulang-ulang, mempunyai alur cerita yang mudah ditebak, dan memiliki pola teks yang sederhana (Karges dalam Solehuddin, dkk. 2008:7). Sedangkan menurut Karges and Bone dalam United States Agent International Development (2014: 53), agar pembelajaran bahasa dapat lebih efektif dan berhasil, sebuah Big book sebaiknya memiliki ketentuan antara lain; (a) ceritanya singkat (10-15 halaman), (b) Pola kalimat jelas, (c) Gambar memiliki makna, (d) Jenis dan ukuran huruf jelas terbaca, (e) Jalan cerita mudah dipahami.
 
Dalam praktek pemanfaatan media big book, banyak ragam cara yang dapat digunakan oleh guru. Guru dapat berimprovisasi secara mandiri dalam menggunakan media big book di kelas. Salah satu contoh praktik implementasi big book dalam kelas dapat pembaca tonton pada kanal youtube melalui link berikut https://www.youtube.com/watch?v=W1NHoCmH6d8. Penulis menawarkan prosedur dengan beberapa tahapan dalam penggunaan media big book yaitu sebagai berikut:
 
Kegiatan pra-membaca: (1) Guru memperlihatkan sampul depan serta mengajak anak mengomentari gambar yang ada pada sampul; (2) Guru membacakan judul dan nama pengarang; (3) Guru bertanya kepada anak tentang kemungkinan isi cerita berdasarkan pada judul dan ilustrasi sampul.
 
Kegiatan membaca cerita secara utuh: (1) Guru membacakan cerita secara berkesinambungan dari halaman pertama sampai; (2) Guru menunjuk tulisan dengan menggunakan tangan atau alat penunjuk supaya anak dapat mengikuti dan mengetahui tulisan mana yang sedang mereka baca.
 
Kegiatan pengulangan membaca: (1) Guru membaca ulang halaman demi halaman dengan penuh semangat, bergairah, dan hidup; (2) Guru menunjuk kata-kata dan meminta anak untuk berkomentar; (3) Guru berhenti membaca sejenak untuk memberikan kesempatan kepada anak menebak kata selanjutnya dan meramalkan peristiwa yang akan terjadi.
 
Kegiatan setelah membaca pengulangan: (1) Guru mendiskusikan kata kunci dalam teks dan membantu anak menghubungkan konsep yang satu dengan yang lain; (2) Guru membaca ulang cerita secara bersama-sama.
 
Kegiatan tindak lanjut: (1) Guru mengajak anak memperhatikan pada gambar dan pola kata pada teks; (2) Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk membaca sendiri.
 
Big book memiliki kelebihan jika digunakan dalam pembelajaran membaca permulaan (literasi membaca). Abidin (2015: 270) menyatakan bahwa “melalui pembacaan big book siswa dapat menghubungkan teks dengan cara pengucapannya”. Hal tersebut dapat terjadi karena dalam big book selain memuat ilustrasi gambar juga disertai teks dengan ukuran yang besar sehingga memudahkan siswa dalam menghubungkan teks dengan cara mengucapkan kata perkata. Selain itu, kelebihan lainnya daripada pembelajaran dengan big book yaitu adanya interaksi dan komunikasi antara siswa dan guru melalui kegiatan membaca bersama.
 
Selain kelebihan dalam hal membaca, penggunaan big book dalam pembelajaran juga dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk meniru realitas melalui objek simbol dan gambar pada big book. Hal ini gambar adalah bentuk fungsi semiotik yang dapat dianggap setengah jalan antara permainan simbolik dan citra mental sehingga dengan menggunakan buku bergambar, dapat dikatakan bahwa anak-anak telah bermain permainan simbolik, yang berfungsi untuk memberikan kesenangan dan autotelisme dan seperti gambar mental diupaya mereka untuk meniru realitas (Piaget & Inhelder, 2010: 72).  
 
Referensi
 
Abidin, Yunus. (2015). Pembelajaran bahasa berbasis pendidikan karakter. Bandung: PT. Refika Aditama.
 
Kustandi, Cecep & Bambang Sutjipto (2016), Media Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia.
 
Laily, K. E. & Gunansyah G. (2018). Penggunaan Media Big Book Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V SDN Rangkah 1 Surabaya. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 6, (1). Hlm.1
 
Madyawati. (2016). Strategi Pengembangan Bahasa Pada Anak. Jakarta: Prenada Group.
 
Solehuddin, dkk., (2008). Pembaharuan Pendidikan TK. Jakarta: Universitas Terbuka.
 
Piaget, Jean & Barbel Inhelder (2010), Psikologi Anak. Miftahul Jannah, Yogyakarta: Pustaka Pelajar
 
(Dr. Wahsun, Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) Ahli Muda LPMP Provinsi Jawa Timur, web: https://www.celotehpendidikan.com/Foto atau ilustrasi penyerta judul artikel dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan Penulis)
 

Tags: