Manajemen ‘KOPI’ & Bengkel Karakter SMK Brantas Kabupaten Malang Jawa Timur

Redaksi 28 Desember 2019

Good Job - Sekolah Menengah Kejuruan atau yang disingkat SMK adalah jenjang pendidikan yang memang menyiapkan para lulusanya untuk memasuki dunia kerja. SMK Brantas Karangkates adalah salah satu SMK swasta di Kabupaten Malang yang merupakan Sekolah Model SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) Binaan dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur. Sebenarnya SMK ini sudah layak menjadi Sekolah Rujukan, karena realitanya banyak sekolah-sekolah di dalam dan luar Jawa yang berkunjung ke sekolah ini untuk mengetahui bagaimana SMK ini secara langsung, mulai dari profil PTKnya, peserta didiknya, manajemen pembelajarannya, sampai dengan kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Apa yang membedakan SMK Brantas Karangkates ini dengan SMK lainya di Kabupaten Malang? SMK Brantas menggunakan Manajemen KOPI dan Bengkel Karakter (BK). Apa itu Manajemen KOPI? K adalah Komitmen, O adalah Optimis, P adalah Pelayanan dan I adalah Ikhlas. Semua warga sekolah harus punya komitmen terhadap aturan dan program sekolah. Mulai dari level Top Manajemen sampai tukang sapu sekolah mempunyai komitmen yang sama terhadap kemajuan peserta didik.

Saat ini SMK Brantas Karangkates memiliki 2.000 orang peserta didik yang terbagi ke dalam 57 rombel terdiri atas 9 program kompetensi keahlian. Luar biasanya sekolah ini tidak diberi pagar selayaknya sekolah-sekolah yang lain. Akan tetapi tidak ada peserta didik yang melarikan diri di tengah-tengah pembelajaran. Ini menjadi indikator bahwa anak-anak merasa nyaman di sekolah. Hal ini bisa terjadi karena mereka memang membutuhkan ilmu yang disampaikan para guru yang menyenangkan dan membuat aman para peserta didik. Polling untuk melakukan penilaian terhadap kinerja guru dilakukan secara rutin. Hal ini untuk mengevaluasi cara mengajar para guru, sehingga kalau pollingnya menunjukkan nilai yang jelek, maka gaji guru tersebut akan turun sebagai bentuk “punishment”. Sebaliknya untuk yang nilainya bagus, maka akan ada “reward” dari SMK Brantas. Sehingga para guru akan berusaha meningkatkan layanan terhadap siswa melalui pembelajarannya yang menyenangkan dan membuat siswa betah di sekolah tanpa ada tekanan.

Pihak Sekolah betul-betul memperhatikan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan. Jam masuk di SMK Brantas pukul 6.30, kalau ada guru atau tenaga kependidikan yang datang pukul 6.15, secara otomatis akan mendapat reward berupa tambahan uang. Begitu juga jika melebihi jam pulang, juga akan ada tambahan uang lembur. Murid ada sekitar 2.000 orang, tetapi sekolah tidak menyediakan lahan parkir, oleh karena lahan parkir diserahkan ke warga sekitar untuk mengelolanya, termasuk kantin juga dikelola oleh warga sekitar. Catatan untuk pengelola kantin adalah tidak boleh menjual rokok. Ini bentuk peraturan yang diterapkan oleh sekolah untuk menjaga kesehatan anak-anak, karena tiap bulan ada cek urine untuk semua siswa baik laki-laki maupun perempuan.

Pelibatan masyarakat sekitar adalah bentuk strategi yang jitu agar masyarakat sekitar merasa ikut memiliki sekolah sekaligus untuk mengangkat perekonomian masyarakat sekitar. Termasuk kerjasama dengan orang tua, salah satunya adalah orang tua dilibatkan untuk menjadi pengawas pada saat anak-anak ujian semester. Para orang tua dipersilahkan untuk mendaftar, lalu yang terekrut akan dibekali bagaimana menjadi pengawas dan dibayar oleh pihak sekolah layaknya pengawas ujian yang sebenarnya.

Ketika ada anak yang tidak masuk, hari itu juga tim dari Bengkel Karakter (BK) segera home visit ke rumah yang bersangkutan dengan membawa buah tangan. Hal ini sebagai bentuk perhatian dari sekolah kepada peserta didik dan orang tua. Sekolah betul-betul ingin menyiapkan lulusannya menjadi lulusan yang terampil dan berkarakter, karena karakter ini yang memang dicari oleh Dunia Kerja. Untuk apa terampil tetapi tidak berkarakter. Banyak Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang selalu minta lulusan dari SMK Brantas, karena terbukti lulusannya terampil sekaligus berkarakter bagus. Pembentukan Karakter tidak bisa sistem kebut semalam (sks) pada saat mau wawancara, tetapi melalui pembiasaan, baik melalui performance cara berpakaian, cara bersalaman ketika bertemu dengan orang, cara berbicara dengan orang yang lebih tua, pembiasaan ibadah, tidak sering mbolos dan lain-lain.

Ada 5 pesan moral yang diajarkan di SMK Brantas Karangkates yaitu SIKAP.

S adalah Sehat. Anak-anak dibiasakan selalu sehat jasmani dan rohani, diantaranya ada larangan merokok seperti yang diuraikan di atas. Bagaimana untuk memantau di rumah? Kan ada tes urine.

I adalah Iman dan Taqwa. Melalui pembiasaan ibadah yang disediakan di sekolah, anak-anak dibantu untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

K adalah Kerja keras. Setiap anak sudah punya rencana yang positif mulai bangun tidur hingga tidur lagi

A adalah Antusias. Sebagai calon lulusan SMK Brantas, peserta didik dilatih untuk antusias mengikuti materi apa saja dengan fokus, sehingga skill yang dimiliki bisa maksimal sesuai harapan dunia kerja. Ketika mereka sudah lulus pun, harus siap ditempatkan bekerja dimana saja, tidak boleh pilih-pilih.

P adalah Penampilan. Hal ini sudah dibiasakan melalui seragam yang digunakan oleh peserta didik. Sangat rapi penampilan anak-anak. Karena role model dari para guru juga rapi. Semua guru laki-laki berdasi dan berpakain rapi. Sekolah juga siap menghadirkan tukang cukur untuk mencukur rambut anak-anak yang tidak rapi.

Semoga SMK Brantas Karangkates Kabupaten Malang bisa menjadi Sekolah Rujukan, karena realitanya SMK ini sudah menjadi rujukan bagi SMK-SMK lain yang ingin sukses seperti SMK Brantas Karangkates Kabupaten Malang.

“Sukses bukan turunan, tapi milik semua orang, asal mau berusaha dan disiplin”. (Winarti)

Tags: