LPMP Jatim Selalu Siap Bimbing Guru & Kep. Sekolah

Redaksi 03 Maret 2019

Guru tidak saja diharapkan kreatif dalam menyampaikan materi pelajaran di kelas. Mereka juga didorong untuk memaksimalkan potensinya dalam memproduksi karya ilmiah, buku, atau lainnya. 

“Guru tidak mendidik saja. Anda semua juga harus produktif dan kreatif mengoptimalkan kemampuan diri,” kata Dr Bambang Agus Susetyo MM MPd, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur (LPMP Jatim), di Gedung PGRI Kabupaten Magetan, Jumat (22/2/2019). 

Pada diklat pedagogik yang dihadiri guru dan kepala sekolah SD-SMP di Kabupaten Magetan itu, Bambang juga menjelaskan bahwa peningkatan kualitas guru ini menjadi tugas Kemendikbud. Hal ini berkaitan dengan gerakan Penguatan Pendidikan Karakter, agar guru mampu menghasilkan siswa yang berkarakter baik untuk bangsa. 

Oleh sebab itu, pemerintah juga mengimbangi tuntutan peningkatan kualitas guru dan mutu pendidikan di sekolah ini dengan terpenuhinya kesejahteraan mereka. Tentu saja, kesejahteraan ini disesuaikan dengan jabatan fungsional mereka. 

“Nah, karya-karya kreatif dari Anda semua itu nanti yang akan berpengaruh pada angka kredit guru untuk kenaikan pangkat,” tutur Bambang. 

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bagaimana proses penilaian Penetapan Angka Kredit (PAK) guru di LPMP Jatim. Guru dan kepala sekolah disarankan untuk mengajukan berkas Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) dan apelan ke LPMP Jatim. 

Apelan merupakan surat pemberitahuan penilaian angka kredit bagi yang pernah mengajukan DUPAK. Namun, belum dilanjutkan usulan kenaikan pangkat karena nilainya belum mencukupi. Semua berkas DUPAK dan apelan tersebut dikirim ke PO BOX 05 SB KARAH LPMP Jatim. 

Setelah diterima, tim sekretariat akan mengolah data dan melakukan verifikasi berkas. Lalu, tim penilai akan memberikan penilaiannya. Ketika semua proses sudah dilaksanakan dan hasilnya tidak ada yang kurang, berkas penilaian akan ditandatangani pejabat yang bersangkutan. 

“Proses terakhir, pengiriman surat penetapan dan penyesuaian PAK guru dan kepala sekolah yang mengirimkan berkasnya ke LPMP Jatim tadi,” ujar Bambang. 

Untuk berkonsultasi dan mengetahui lebih detail prosedurnya, guru dan kepala sekolah dapat membuat kelompok-kelompok. Kemudian, salah satu tim LPMP Jawa Timur dapat diundang ke kabupaten atau kota untuk membimbing kelompok-kelompok itu. 

“Tentu harus seizin kepala dinas pendidikan, ya. Ini untuk mengurangi risiko kesalahan saat berkas sudah dikirim ke LPMP Jatim,” jelas Bambang. 

Selain itu, LPMP Jawa Timur juga sudah memiliki Unit Layanan Terpadu bagi guru-guru yang mengajukan DUPAK. Jika berkas yang dibutuhkan tidak lengkap, guru akan diberitahu langsung. Misal, guru belum memiliki karya ilmiah. Lalu, bagaimana membuatnya? Terdapat tim redaksi media transparansi publik LPMP Jatim (web, majalah & jurnal) yang  selalu siap pula membimbing guru menyusun artikel atau jurnal dan sebagainya. 

Jumlah pengajuan PAK yang masuk di LPMP Jatim pada 2018 yang telah dinilai berjumlah 3.268 berkas melalui sembilan kali tahap penilaian. Sebanyak 325 berkas dinyatakan lolos dan 2.943 berkas tidak lolos. 

Tahun ini, hingga Februari 2019, terdapat 209 berkas yang ternilai pada tahap pertama. Sebanyak 46 berkas dinyatakan lolos dan 163 tidak lolos. 

Permasalahan pelaksanaan PAK

LPMP Jatim memang lembaga yang ditugasi melakukan penjaminan mutu di sekolah. Otomatis, nanti kaitannya dengan guru, kepala sekolah, komite, dinas pendidikan, dan komponen-komponen terkait. 

Permasalahannya, pelaksanaan PAK guru IV/b ke atas maupun jumlah berkas yang dinilai di LPMP Jatim selaku tim sekretariat tidak bisa setiap saat. Pelaksanaannya tergantung anggaran dan jadwal yang ditentukan Dirjen guru dan tenaga kependidikan (GTK) Kemendikbud. 

Banyak guru yang melaporkan belum menerima hasil penilaian atau SK PAK. Padahal, guru tersebut dinyatakan telah memenuhi syarat untuk memperoleh SK PAK. Akibatnya, status kelanjutan usulan PAK yang telah diajukan tidak jelas. 

LPMP Jatim sendiri kesulitan memperoleh akses ke arsip hasil penilaian PAK. Keberadaan arsip ini dapat membantu para guru yang belum menerima surat hasil penilaian.

Setelah diklarifikasi ke GTK, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan guru belum menerima hasil penilaian. Masalah itu antara lain surat tidak sampai ke alamat yang dituju, guru pindah unit kerja baru, alamat pengiriman tidak dikenali oleh jasa pengirim sehingga surat dikembalikan ke sekretariat di Jakarta. 

Selain itu, para guru yang mengajukan usulan penilaian angka kredit, banyak yang mendekati batas usia pensiun. Masalah akan muncul ketika waktu guru menerima SK PAK hampir bersamaan dengan pengajuan berkas pensiun. Akibatnya, SK PAK yang diterima itu tidak dapat diproses lagi. 

Mengapa proses penandatangan SK PAK di Kementerian ini berlangsung lama? Konon, disebabkan jumlah tenaga tim sekretariat terbatas serta mereka belum terbiasa dengan operasional SIMPAK, aplikasi penilaian PAK yang baru. Maka, prosesnya menjadi lama. (Bagus Priambodo)

Tags: