LPMP Jatim Perpanjang WFH sampai 8 Juni

Redaksi 05 Juni 2020

Dalam new normal, bukan berarti semua ASN berbondong-bondong masuk kantor.

Tiap instansi dapat memberlakukan jam kerja yang fleksibel sehingga tak semua ASN perlu ke kantor secara berbarengan, sebagian WFH (work from home), sebagian WFO (work from office).

LPMP Jawa Timur sendiri memperpanjang WFH bagi seluruh pegawainya sampai tanggal 8 Juni 2020. (Unduh nota dinasnya di sini)

Khusus yang WFO, para abdi negara wajib menjalankan protokol kesehatan.

Sementara yang WFH, PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian) menentukannya dengan mempertimbangkan jenis pekerjaan pegawai, hasil penilaian kinerja pegawai, kompetensi pegawai dalam mengoperasikan sistem dan teknologi informasi, laporan disiplin pegawai, kondisi kesehatan atau faktor komorbiditas pegawai, tempat tinggal pegawai berada di wilayah dengan penetapan PSBB (https://finance.detik.com/)

Selain itu ditentukan juga oleh kondisi kesehatan keluarga pegawai, riwayat perjalanan dalam negeri/luar negeri pegawai dalam 14 hari kalender terakhir, riwayat interaksi pegawai dengan penderita terkonfirmasi positif Covid-19 dalam 14 hari kalender terakhir, dan terakhir efektivitas pelaksanaan tugas dan pelayanan unit organisasi.

Masih mengutip dari Finance.detik.com, bagi PPK yang berlokasi di wilayah dengan penetapan PSBB akan menugaskan ASN WFH secara penuh dengan tetap memperhatikan sasaran kinerja dan target kerja baik pejabat maupun pegawai yang bersangkutan.

Sedangkan bagi ASN yang tugas dan fungsinya bersifat strategis melaksanakan tugas kedinasan di kantor dengan jumlah minimum dan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

PPK juga harus memastikan pelaksanaan new normal tidak mengganggu kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. (Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Foto Dokumentasi WFH Tim Lorong Redaksi LPMP Jawa Timur)

Unduh SE Sesjen Nomor 20 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Kemendikbud dalam Tatanan Normal Baru di sini

 

Tags: