LPMP Jatim Perkuat Sekolah Binaan & Sekolah Model SPMI

Redaksi 06 Agustus 2019

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur menggelar evaluasi sekolah binaan dan sekolah model SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) angkatan ketiga.

Kegiatan tersebut digelar selama 3 hari, yakni pada 2 Agustus 2019 hingga 4 Agustus 2019 di LPMP Jatim, Jl. Ketintang Wiyata No. 15, Surabaya.

Perlu diketahui, sekolah binaan dan sekolah model SPMI adalah sebuah program yang bertujuan untuk membangun budaya mutu. Sekolah model yang ditetapkan dan dibina oleh LPMP, diharapkan bisa menjadi acuan bagi sekolah lain dalam penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri.

Karena itu, idealnya sekolah-sekolah binaan dan sekolah model SPMI harus lebih baik dari sekolah-sekolah imbas,yakni sekolah di wilayah yang sama yang akan mereplikasi praktik-praktik bagus di sekolah model.

Ketua panitia kegiatan tersebut melaporkan kepada Kepala LPMPJawa Timur, Dr. Bambang Agus Susetyo, M.M., M.Pd, bahwa evaluasi digelar untuk sejumlah tujuan. Yakni, untuk evaluasi pelaksanaan SMPI, untuk merevisi dokumen-dokumen pemetaan mutu, untuk merevisi dokumen-dokumen perencanaan pemenuhan mutu, dan untuk menyusun kegiatan pemenuhan mutu dan instrumen monitoring dan evaluasi (monev).

“Selain itu, juga untuk memenuhi pelaksanaan pemenuhan mutu dan menyusun laporan hasil pelaksanaan pemenuhan mutu,” lapornya.

Dalam kegiatan ini, peserta yang terlibat adalah sebanyak 240 orang. Mereka berasal dari delapan kabupaten di Jawa Timur, yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Bojonegoro, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, dan Kabupaten Banyuwangi.

Untuk masing-masing sekolah model di delapan kabupaten itu, delegasi yang dikirim adalah sebanyak 2 orang, yakni kepala sekolah dan seorang guru.

Kepala LPMP Jatim, Dr Bambang Agus Susetyo, MM. MPd, mengatakan bahwa penjaminan mutu pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan (sustainable) dan terus menerus.

Karena itu, dia mendorong agar para peserta kegiatan ini bisa membangun kreativitas untuk memajukan mutu pendidikan di tempatnya masing-masing.

“Bapak ibu harus punya kreativitas untuk membuat sesuatu yang berbeda. Kalau tidak mampu, paling tidak laksanakan sesuai standarnya saja. Jangan kurang. Sebab, dalam kondisi teknologi yang seperti ini, kinerja serba gampang dikontrol,” kata Bambang dalam sambutannya.

Bambang juga mengingatkan, guru-guru di sekolah model dan sekolah binaan SPMI harus mampu merancang perencanaan yang baik dan menciptakan kreativitas-kreativitas yang dapat terukur.

“Yang kita garap ini adalah dunia anak-anak, calon penerus generasi bangsa. Mari kita niatkan kerja itu dengan ikhlas,” tambahnya. (Bagus Priambodo)

Tags: