Literasi Dorong Penguatan Pendidikan Karakter

Redaksi 26 Mei 2019

Gerakan Literasi Sekolah berkaitan dengan pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Dua program yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tersebut bertujuan untuk menumbuhkembangkan karakter dan budi pekerti yang baik.

GLS mengharapkan siswa mempunyai budaya membaca dan menulis sehingga pembelajaran sepanjang hayat terwujud. Aktivitas literasi yang dimaksud di sini berupa kemampuan siswa mengakses dan memahami informasi yang diperoleh dari buku atau sumber lainnya.

Sekolah sudah menerapkannya dalam kurikulum mereka. Setiap mata pelajaran melibatkan aktivitas-aktivitas di atas dan biasanya dikerjakan secara berkelompok. Siswa menjadi individu yang aktif untuk membaca, melihat, mendengarkan, menulis dan berbicara ketika mengakses informasi.

Bagaimanapun proses pendidikan di sekolah juga banyak yang tergantung pada kemampuan literasi siswa. Ketika budaya literasi ini menjadi kebiasaan siswa, maka akan memengaruhi keberhasilan mereka di sekolah atau masyarakat.

Pentingnya literasi bagi pendidikan karakter ini disampaikan Dr Bambang Agus Susetyo MM MPd, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur (LPMP Jatim), pada Semarak Hari Pendidikan Nasional 2019 di Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

“Lingkup literasi itu luas. Tidak terbatas pada aktivitas membaca dan menulis saja, tetapi juga membentuk dan menguatkan karakter yang positif,” ujarnya, Selasa (23/4/2019).

Bambang menuturkan, literasi atau olah pikir masuk menjadi salah satu dimensi pedidikan karakter yang akan mampu mewujudkan individu-individu unggul secara akademis sebagai hasil pembelajaran dan pembelajar sepanjang hayat.

Adapun lima nilai karakter utama yang menjadi pengembangan dalam PPK adalah religius, nasionalisme, integritas, kemandirian dan kegotongroyongan. Kelima nilai tersebut saling berinteraksi sehingga membentuk pribadi siswa yang utuh.

“Khususnya kemandirian yang terkait langsung dengan manusia kreatif, profesional dan menjadi pembelajar sepanjang hayat,” imbuhnya

Terkait pengayaan gerakan literasi, pendidikan karakter tidak hanya menekankan pada sikap atau keterampilan membaca dan memahami isi bacaan. Keterampilan menulis, meringkas, atau mengkaji isi bacaan juga termasuk di dalamnya.

Menurut Bambang, keterampilan menulis ini bermanfaat melatih cara berpikir siswa lebih konstruktif atau tertata ketika menyampaikan ide-idenya. Siswa juga dapat memahami suatu topik dengan baik serta berpikiran positif. Kemampuan berkomunikasinya terasah sebab perbendaharaan kata bertambah.

Untuk itu, LPMP Jatim pada Hardiknas 2019 yang berlangsung selama 20-24 April 2019 menggelar Gerakan Menulis Siswa (Gemes) sama Guru. Wujudnya pelatihan menulis bersama Dian Kusuma Dewi yang melatih penulisan praktik yang baik; melek literasi dengan menulis kisah perjalanan bersama Sinta Yudisia; mengenal feature ilmiah yang disampaikan Endah Imawati, serta menggiatkan Kafe Ilmu (Kamu) dan school branding bersama Kusnohadi. (Bagus Priambodo)

 

Tags: