Laporan Pelatih Ahli Salah Satu Penentu Keberhasilan PMO Sekolah Penggerak

Redaksi 03 Februari 2022

Laporan pelatih ahli memegang peranan penting dalam pelaksanaan Program Management Office (PMO) di Sekolah Penggerak. Sebab, laporan pelatih ahli ini lah yang akan menjadi bahan baku untuk bisa mengetahui capaian dan hambatan dari level-level di atasnya.
 
Dyah Ayu Mexliessiana, S.S, M.Pd, tim PMO LPMP Provinsi Jawa Timur menjelaskan, dalam pelaksanaan Program Sekolah Penggerak (PSP) dibentuk tim PMO mulai dari level sekolah, daerah (kota/kabupaten dan provinsi), UPT hingga level pusat. Penanggung jawab PMO level sekolah dipegang pelatih ahli.
 
Dalam pelaksanaannya, pelatih ahli lebih dulu akan memberikan laporan kondisi awal di masing-masing satuan pendidikan pada minggu pertama setiap bulan.
 
 
Di laporan awal ini tiap satuan pendidikan akan diberikan survei lingkungan dari Balitbang, misalnya mengenai kondisi sarana prasarana seperti listrik dan internet. “Untuk Jatim, poin 1 dan 2 (ketersediaan listrik dan internet) sebagian besar tidak ada masalah. Hanya ada 3 sekolah di Kabupaten Sumenep dan sudah dikoordinasikan dengan dinas pendidikan untuk dicari solusi,” terang Nana, panggilan akrab Dyah Ayu Mexliessiana,  saat Sosialisasi Program Management Office (PMO) Program Sekolah Penggerak (PSP) yang dilaksanakan LPMP Provinsi Jawa Timur pada Kamis 20 Januari 2022.
 
Selain sarana dan prasarana, instrumen lain kondisi awal sekolah misalnya apakah kepala sekolah dan guru dapat mengakses smartphone, laptop/computer. Lalu, persentase kehadiran guru,  dan apakah buku guru sudah diunduh atau belum.
 
Selanjutnya, setelah mendapat gambaran awal sekolah, pelatih ahli mendiskusikan bersama stakeholder sekolah seperti kepala sekolah, pengawas, guru, komite pembelajaran dan seluruh unsur yang diperlukan.
 
Bahan-bahan yang akan menjadi materi diskusi tim PMO level sekolah, di antaranya bagaimana capaian bulan lalu, target bulan depan, isu yang belum terselesaikan serta rencana kegiatan. “Isu yang belum terselesaikan ini harapannya isu-isu luar biasa yang tidak bisa diselesaikan PMO level sekolah sehingga bisa diangkat di level daerah,” kata Nana.
 
Dari laporan pelatih ahli akan dilihat jika tidak ada hambatan berarti masalah sudah selesai dan menjadi laporan saja. Namun kalau ada hambatan maka akan dicarikan rencana tindaklanjut.
 
Jika masalah tidak mampu diselesaikan di level sekolah, maka  masalah ini dieskalasi di level berikutnya, yakni daerah. Pelatih ahli yang nantinya akan melaporkan ini di aplikasi sim.pkb.
 
Dari laporan pelatih ahli ini lah nantinya akan menjadi bahasan di tim PMO daerah.  “Dari laporan pelatih ini lah akan kelihatan masalah yang on progress, mana yang sudah selesai dan mana yang butuh dukungan lagi,” terang Nana.
 
Ketika pelatih ahli melaporkan masalah yang membutuhkan dukungan, tentu akan didiskusikan untuk memecahkan masalah tersebut.
 
Selanjutnya, tim PMO daerah akan melaporkan hal itu ke PMO level UPT. Laporan tim PMO daerah berisi rangkuman dari agregasi atau kesimpulan untuk 1 kabupaten yang menyangkut semua jenjang.
 
Sama dengan level sekolah, laporan PMO level daerah juga berisi 4 hal yakni capaian bulan lalu, target bulan depan, isu yang belum terselesaikan serta rencana kegiatan.
 
“Pada intinya PMO itu adalah sistem tata kelola manajemen dimana ada 1 tim yang diberi amanah untuk mengawal PSP step by step, memastikan on the track serta untuk mengetahui progres, masalah dan solusi,” pungkas Nana. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan LPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: