Kunci Peningkatan Mutu yang Tepat Sasaran

Redaksi 03 Juni 2019

Buku rekomendasi peningkatan kualitas mutu atau profil peta mutu pendidikan di Jawa Timur sangatlah berguna sebagai ‘kamus pintar’ bagi Cabang Dinas Provinsi maupun Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di Jawa Timur mengawal satuan pendidikan di daerahnya masing-masing, atau bahkan bagi satuan pendidikan itu sendiri secara langsung untuk berbenah dan memperbaiki mutu dan kualitasnya dalam memenuhi 8 standar nasioal pendidikan

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala LPMP Jawa Timur Bapak Dr. Bambang Agus Susetyo, M.M., M.Pd saat membuka kegiatan Pengolahan Data Mutu Pendidikan Jawa Timur 2019 pada Senin (27/5/2019) di LPMP Jawa Timur

Kegiatan yang dihadiri oleh 40 orang peserta yang terdiri dari unsur staf struktral LPMP Jawa Timur, widyaiswara LPMP Jawa Timur dan pengawas dari Dinas Pendidikan dan Cabang Dinas Pendidikan yang terampil dalam mengolah data ini bertujuan untuk merancang sistem pengolahan data mutu pendidikan provinsi Jawa Timur tahun 2019 dan menrancang draft profil mutu pendidikan di setiap kabupaten/kota di provinsi Jawa Timur

Dari kedua tujuan yang nantinya akan menghasilkan rancangan pengolahan pemetaan mutu dan rancangan draft profil mutu pendidikan di setiap kabupaten/kota di provinsi Jawa Timur tersebut, produk finalnya berupa buku rekomendasi peningkatan kualitas mutu atau profil peta mutu pendidikan di Jawa Timur yang diambil dari hasil rapor mutu pendidikan di tiap kabupaten/kota di Jawa Timur tahun 2018

Kepala LPMP Jawa Timur di momen itu mengingatkan ke semua yang hadir, buku rekomendasi atau peta mutu tersebut akan percuma bila pengumpulan data atau isian instrumen rapor mutunya tidak valid, atau terjadi banyak kekeliruan dalam pengisian karena hanya untuk menggugurkan tugas semata

“Secara otomatis rekomendasi LPMP Jawa Timur pun juga pasti lepas sasaran alias salah,” tegasnya

Oleh karena itu dalam event pembukaan tersebut, Kepala LPMP Jawa Timur menyampaikan beberapa arahan khususnya ke tim internal LPMP Jawa Timur agar ketidakvalitan data yang menghasilan biasnya rekomendasi dan makin tidak terarahnya peningkatan mutu pendidikan tersebut tidak terjadi, antara lain:

Meliteratkan TPMPD (Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah/Dinas Pendidikan) maupun TPMPS (Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah) akan pentingnya Rapor Mutu bagi Sekolah, agar sekolah antusias mengerjakan PMP. Karena Rapor mutu hasil PMP pemanfataannya untuk sekolah sendiri sebagai basic data dalam penyusunan perencanaan sekolah yang tertuang di dalam RKS dan RKAS.

Menjelaskan ke sekolah bahwa pengisian data mutu PMP (Penjaminan Mutu Pendidikan) adalah program pusat sebagaimana halnya pengisian Dapodik yang rutin perbaruannya, namun untuk PMP hanya di lakukan pengisian satu tahun sekali. LPMP hanya sebagai fasilitator bersama sama pengawas agar sekolah mau dan tahu cara mengisi PMP.

Menekankan ke sekolah agar aplikasi instrumen PMP tidak di isi oleh operator sekolah. Kemungkinan karena ketidaktahuan manfaat PMP, sekolah cenderung bersikap asal isi, dan mengandalkan operator sekolah bila menyangkut aplikasi, karena di anggap mampu menyelesaikannya.

Padahal data mutu PMP adalah data menyangkut 8 standar nasional pendidikan sehingga operator, terlebih bila basicnya non guru tidak akan memahami seluruh isi instrumen PMP, karenanya terjadi apa yang disebut ‘asal’ dalam mengisi PMP, yang penting terisi.

Akibatnya akan terbaca nilai-nilai yang sangat tidak sesuai dengan kondisi real sekolah.

Menegaskan agar sekolah mengisi PMP tidak berdasarkan persepsi, tetapi berdasar fakta dan data. Misal ketika terdapat pertanyaan apakah ada siswayang mencontek, isiannya selalu tidak ada. Maka jawaban ‘asal bagus’ ini justru akan menjadikan mutu sekolah tidak akan dapat terpetakan secara obyektif.

Padahal PMP sebagaimana EDS (Evaluasi Diri Sekola), alat untuk mengevaluasi capaian mutu sekolah dalam 8 standar.

Berdasar rapor mutu PMP yang di isi secara jujur di harapkan sekolah dan stake holder yang terkait seperti dinas pendidikan maupun cabang dinas, dapat memanfaatkannya untuk upaya peningkatan mutu sekolah di wilayahnya masing-masing. (Bagus Priambodo)

Tags: