Koordinasi BBPMP & BBGP Provinsi Jatim Demi Suksesnya Program Sekolah Penggerak

10 Januari 2023

Memasuki tahun 2023, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur menggelar koordinasi bersama Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur pada Jumat (6/1/2023).
 
Kegiatan yang digelar di Gedung Graha Wiyata Bung Hatta BBPMP Provinsi Jawa Timur (Jatim) ini membahas tentang Program Sekolah Penggerak (PSP) yang merupakan episode ke-7 dari Merdeka Belajar.
 
Kepala BBPMP Provinsi Jatim Sujarno, MPd, mengungkapkan koordinasi ini untuk mengantisipasi atau menyikapi isu-isu yang dieskalasi di masing-masing daerah.
 
Sujarno berharap melalui pertemuan ini, hal-hal yang menjadi masalah bisa diatasi bersama dengan BBGP Provinsi Jatim yang memiliki kewenangan lebih dalam Program Sekolah Penggerak.
 
“Terus terang kami di BBPMP terlibatnya dari awal sampai mengantar di pleno tingkat kabupaten/kota. Setelah itu sudah menjadi garapannya para fasilitator sekolah penggerak yang dikoordinasikan BBGP,” kata Sujarno.
 
Oleh karena itu, lanjut Sujarno dengan kegiatan ini nantinya dari pihaknya bisa bertukar pengalaman dan berbagi pengetahuan terkait hal itu.
 
“Supaya kami juga bisa membantu mengomunikasikan dengan kabupaten/kota, bahwa isu seperti ini dan bagaimana cara mengatasi. Supaya kami punya bahan di dalam mengatasi isu-isu yang dieskalasi para fasilitator sekolah pnggerak, utamanya yang menjadi ranah PMO (Program Management Office) daerah,” tukasnya.
 
Sementara itu, Abu Khaer, Kepala BBGP Provinsi Jatim mengungkapkan tantangan yang pernah disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbudristek Iwan Syahril dalam pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu.
 
Saat itu Iwan Syahril menantangnya, apakah pihaknya bersedia menjadi UPT (Unit Pelaksana Teknis) Penggerak, bukan lagi UPT Guru Penggerak. 
 
“Maka hari ini kita ingin mengiyakan tantangan pak dirjen. Dengan satu semangat bersama-sama,” kata Abu Khaer sambil mengajak berdiri para undangan untuk meneriakkan yel-yel penyemangat.
 
Dikatakan Abu, kehadiran pihaknya di BBPMP Provinsi Jatim selain untuk silaturahmi awal tahun, sekaligus mengenal perkembangan bersama terkait banyak hal.
 
Terkait Program Sekolah Penggerak, dijelaskan Abu, saat ini pihaknya telah mengawal angkatan pertama dan kedua. Dilanjutkan semester mendatang untuk angkatan ke-3.
 
“Ada peran-peran yang bisa kita berikan ke banyak pihak. Misalnya terkait isu sarana prasarana yang disampaikan teman fasilitator. Oleh pemda (pemerintah daerah) sudah dialokasikan di tahun tertentu. Lalu, bagaimana kita menyikapi sebuah proses terkait opsi solusi terhadap persoalan yang dihadapi sekolah-sekolah,” terangnya.
 
Dari contoh ini, lanjut Abu, diharapkan nantinya bisa diberikan referensi dan inspirasi. “Kita bisa belajar dari persoalan, kita akan memberikan bantuan pemikiran sesuai tugas dan fungsi,” tukas Abu. 
 
Kegiatan koordinasi ini diikuti perwakilan dari 19 tim PMO BBPMP Provinsi Jatim untuk kabupaten/kota (tiap tim mendampingi 2 kabupaten/kota). Serta tim BBGP Provinsi Jatim yang terdiri dari Pokja (Kelompok Kerja) PSP, koordinator dan fasilitator. (Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: