Koordinasi BBPMP & BBGP Demi Mutu Pendidikan di Jatim

Redaksi 21 September 2022

Demi mengurai permasalahan-permasalahan pendidikan di Jawa Timur, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur dan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Timur mengelar pertemuan koordinasi, pada Jumat pekan lalu (16/9/2022).
 
Pertemuan secara daring ini diikuti Kepala BBPMP Jatim Sujarno MPd, Kepala BBGP Jatim Abu Khaer serta segenap jajaran masing-masing.
 
Menurut Kepala BBPMP Jatim Sujarno MPd, koordinasi ini dilaksanakan karena ada beberapa hal yang masih rancu antara tugas BBPMP dan BBGP. Hal ini beralasan karena kelompok kerja (pokja) di masing-masing lembaga hampir sama.
 
“Harapannya ini bisa menemukan koordinasi yang tepat, mana yang bisa dilakukan bersama-sama, mana yang jadi ranah BBGP dan ranah BBPMP,” kata Sujarno.
 
Dijelaskan Sujarno, ada ciri khas yang menjadi kewenangan BBGP di antaranya, peningkatan kompetensi pendidik, tenaga kependidikan, kepala sekolah dan pengawas. Sedangkan kewenangan BBPMP mengacu delapan standar lain.
 
“Tetapi tidak bisa saklek, karena di kementerian ada hal-hal yang perlu akselerasi pelaksanaan tugasnya. Untuk hal-hal yang beriringan kita komunikasikan dan dikerjakan sama-sama. Yang penting jangan sampai satu program digarap berdua, tapi ada yang tidak digarap sama sekali,” tandas Sujarno. 
 
Sementara itu, Kepala BBGP Abu Khaer mengungkapkan, ada tiga mandat yang diberikan Kemendikbudristek kepada lembaganya, di antaranya program guru penggerak yang merupakan episode ke-5 dari  Program Merdeka Belajar.
 
Saat ini, program guru penggerak sudah memasuki sosialisasi untuk angkatan 8, 9 dan 10 secara serentak. “Kami mohon bantuan bisa menginformasikan berkaitan dengan rekrutmen calon guru penggerak dan pengajar praktek angkatan 8,9 10,” kata Abu.
 
Selain guru penggerak, BBGP juga diberikan mandat dalam program sekolah penggerak terutama untuk mengawal peserta dan komite pembelajaran dalam meningkatkan kompetensi.
 
“(Program Guru Penggerak-red) tahun pertama sudah dilaksanakan, kini sedang pelaksanaan tahun ke 2 dan mulai menyongsong angkatan ke-3,” terang Abu.
 
Sementara mandat ketiga yang diberikan untuk BBGP terkait Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Mandat ini juga diberikan kepada BBPMP.
 
Saat ini, baik BBGP maupun BBPMP Jatim tengah berupaya untuk menggenjot tingkat adopsi (adoption rate) Platform Merdeka Mengajar (PMM).
 
Dijelaskan Abu, untuk meningkatkan adoption rate ini, setiap Rabu digelar rapat secara nasional yang diikuti unit-unit utama serta dikooordinasikan Dirjen PAUD dan Dasmen diikuti Dirjen GTK dan Dirjen Pendidikan Vokasi.
 
Dari rapat ini diuraikan raport perkembangan adoption rate PMM masing-masing provinsi. 
 
Untuk wilayah Jawa Timur, berdasarkan data terakhir, adoption rate PMM Jawa Timur sudah mencapai 94,48 persen.  Capaian ini cukup menggembirakan meski masih perlu perhatian, terutama untuk jenjang PAUD.
 
“Mari dengan segala energi yang kita miliki, dengan kemitraan dan upaya-upaya yang lain untuk meningkatkan adoption rate,” seru Abu.
 
Abu berharap pertemuan koordinasi ini bisa terus berlanjut untuk  mengawal program prioritas nasional serta mengurai persoalan pendidikan di Jawa Timur.
 
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi rutin kita laksanakan terutama memaknai dan merefleksi hasil raport hari Rabu,” tukasnya. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: