Kompak dalam Melayani & Berinovasi

Redaksi 14 November 2021

Menuju WBBM – Tim Evaluator dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi beberapa waktu lalu melalui zoom meeting (Rabu, 3/11/2021) telah merekam secara detil upaya-upaya LPMP Provinsi Jawa Timur dalam mendongkrak kualitas layanan dan kinerjanya
 
Untuk meraih predikat WBBM (Wilayah Bersih Bebas Melayani) sebuah lembaga memang dituntut tidak hanya bersih dari KKN dalam melayani customer/stakeholdernya. Namun berbagai inovasi dalam melayani serta meningkatkan kinerjanya juga menjadi prioritas penilaian untuk meraih predikat tersebut
 
Berkat kekompakan seluruh internal lembaga baik dalam melayani dan berkarya, penghargaan, dan inovasi telah diterima, dan dilakukan oleh LPMP Provinsi Jawa Timur dalam mengaktualisasikan makna sesungguhnya dari WBBM.
 
Hal itu dipaparkan secara lugas oleh Kepala LPMP Provinsi Jawa Timur, Dr. Rizqi dan Koordinator Fungsi Sistem Informasi Maryono di event tersebut.
 
Diantaranya, ULT (Unit Layanan Terpadu) nya yang telah diapresiasi oleh Kemendikbudristek
 
Terkait aplikasi, telah ada permohonan studi tiru (adaptasi) ke SIPAK (Sistem Informasi Pengajuan Angka Kredit) Guru yang dinyatakan oleh LPMP Provinsi Banten, LPMP Provinsi Sulawesi Selatan dan LPMP Provinsi Jawa Tengah
 
Untuk produk media keterbukaan informasi publik dari Lored (Lorong Redaksi) yang juga dikembangkan ke bentuk online menjadi Jelita (Jendela Literasi Kita) telah di adaptasi oleh LPMP Provinsi Maluku dengan menelurkan Majalah PIJAR LPMP Provinsi Maluku
 
Saat ini ULT online LPMP Provinsi Jawa Timur (SILAT - Sistem Informasi Layanan Terpadu) yang memiliki peran vital dalam melayani top request dari para pendidik seperti permintaan info tentang NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) dan PAK (Penilaian Angka Kredit) Guru di masa pandemi Covid-19, melakukan pembaharuan fitur di dalamnya, berupa Video Call
 
Namun sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur), durasi menjawab pertanyaan/aduan tetap maksimal 3 hari kerja
 
Ke depan melalui SILAT, stakeholder akan dapat melihat informasi khusus mengenai AN dan analisisnya.
 
Untuk mengintegrasikan berbagai inovasi onlinenya agar lebih simpel diakses, LPMP Provinsi Jawa Timur akan membangun sebuah aplikasi yang bisa diunduh via playstore, sehingga stakeholder tidak harus mengunjungi banyak link untuk menggunakan inovasi-inovasi layanan milik LPMP Provinsi Jawa Timur.
 
Customer LPMP Provinsi Jawa Timur yang terdiri dari 191.576 guru dan 1.931 pengawas, tentu tidak semuanya faham akan pemanfaatan teknologi yang di masa pandemi ini mau tidak mau harus mereka lakukan.
 
Maka untuk mengatasi resistensi tersebut, LPMP Provinsi Jawa Timur menyajikan beberapa pendekatan. Salah satunya yang banyak diminati adalah Sinau bareng Cak Rye
 
Di Sinau bareng Cak Rye, LPMP Provinsi Jawa Timur menyuguhkan berbagai tutorial mudah mengenai pemanfaatan teknologi, salah satunya untuk pembelajaran yang dapat diakses melalui YouTube maupun Website LPMP Provinsi Jawa Timur
 
Namun semua tidak akan berarti bila hanya segelintir customer/stakeholder yang tahu tentang terobosan-terobosan LPMP Provinsi Jawa Timur tadi
 
Tanggap terhadap hal tersebut, maka LPMP Provinsi Jawa Timur meningkatkan secara terus menerus jumlah follower di media-media sosialnya seperti di IG (Instagram), You Tube dan lain-lain melalui sharing info di berbagai grup online (seperti WhatsApp maupun Telegram) milik komunitas guru, pengawas maupun kepala sekolah
 
Dan untuk meperkuat konten-kontennya LPMP Provinsi Jawa Timur membentuk tim khusus yang terdiri dari para pegawai yang memiliki skill mumpuni di bidang multimedia dan jurnalistik (Bagus Priambodo/Foto atau Ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan LPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: