Komitmen Usung Semangat Literasi ke Rumah

Redaksi 07 Oktober 2020

Liputan Khusus - Di tengah pandemi Covid-19, kegiatan mendongkrak kemampuan literasi diharapkan masih terus digenjot. Menurut Katman, Satgas Gerakan Literasi Sekolah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, saat sekolah-sekolah diliburkan demi menghindari penyebaran Covid-19, serta anak-anak didik diminta untuk melakukan pembelajaran dari rumah, maka seharusnya kegiatan literasi juga turut diusung ke rumah.
 
Menurut Katman, mengusung semangat literasi ke rumah atau membiasakan anak membaca selama di rumah, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan komitmen yang kuat, khususnya para orangtua, untuk membuat anak-anaknya terbiasa membaca. Menurut dia, setidaknya dibutuhkan empat komitmen di dalam keluarga untuk mewujudkan kegemaran membaca di anak-anak.
 
Dia menyebutkan, kegiatan atau rencana membaca di rumah adalah tanggung jawab orangtua. Untuk mewujudkannya, pertama, orangtua perlu membuat kesepakatan waktu membaca dengan anak-anaknya.
 
"Misalnya tiap Sabtu dijadwalkan sebagai hari untuk membaca tiga sampai empat jam. Jadi anak-anak memang perlu dibiasakan untuk membaca," katanya.
 
Kedua, sebelum kesepakatan jadwal membaca itu ditetapkan, orangtua juga perlu untuk mendiskusikan atau memilih bahan bacaan.
 
"Kalau tidak ada bahan bacaan, harus dicari bahan bacaan. Tetapi upayakan memilih buku bacaan yang masih ada. Begitu habis, baru cari bahan bacaan yang lain," lanjut Katman.
 
Tak cukup sampai di situ. Setelah anak-anak menyelesakan tugasnya membaca, orangtua perlu mengajak mereka untuk berdiskusi mengenai informasi yang mereka dapat dari kegiatan membaca tersebut.
 
"Terakhir, kalau kegiatan membaca sudah menjadi kebiasaan, sumber bacaan harus terus ditambah. Baik dari buku maupun internet," tuturnya.
 
Katman menegaskan, selain untuk menambah informasi dan pengetahuan, di tengah situasi pandemi yang tak nyaman seperti saat ini, memabca merupakan sebuah bentuk respon yang baik. Dari respon tersebut, dia berharap agar tumbuh sikap-sikap yang positif.
 
"Mengutip dari psikolog, sikap-sikap yang positif itu disebut mindfulness. Itulah yang diharapkan bisa tumbuh di para siswa kita. Di antaranya sikap belajar menolong, toleransi, mengapresiasi, berpikir positif, fokus, menerima kenyataan, dan berpikir terbuka. Itu semua bisa dilatih dari rumah," pungkasnya. (Bagus Priambodo/Judul asli liputan: Empat Komitmen Ini Perlu Dibangun Untuk Mengusung Semangat Literasi ke Rumah/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: