Kini, Dasboard Isu Eskalasi Program Sekolah Penggerak Bisa Diakses di Web BBPMP Jatim

19 Januari 2023

Pokja (Kelompok Kerja) Manajemen Operasional (PMO) Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur menggelar pertemuan periodik secara daring pada 19 Januari 2023.
 
Dalam pertemuan itu, ada update info inovasi dari BBPMP Provinsi Jatim. Untuk membantu PMO daerah yang kesulitan mengetahui atau mengakses isu-isu eskalasi terkait Program Sekolah Penggerak (PSP), di laman resmi BBPMP Provinsi Jatim saat ini sudah tersedia dashboard yang menampilkan data eskalasi dari masing-masing kabupaten/kota secara rinci.
 
“Jadi, kepada bapak dan ibu yang tidak memiliki dashboard untuk melihat eskalasinya, baru saja teman-teman dari tim Pokja 02 membuat dashboard isu eskalasi yang bisa diakses di portal kami, lpmpjatim.kemdikbud.go.id atau langsung melalui Superman (Supervisi Mutu Pendidikan). Di situ tersedia datanya secara detail,” pungkas Ilham, salah satu nara sumber di kegiatan itu.
 
Selain info tadi, ada beberapa hal yang menjadi bahasan pada pertemuan itu yang akhirnya juga masih menyangkut ke penyelesaian isu-isu eskalasi. Di antaranya inovasi dan transformasi pembelajaran, lalu data, perencanaan, dan penjaminan mutu, serta pokok-pokok kebijakan BOSP tahun anggaran 2023.
 
Ilham, panggilan Dr Dwi Ilham Raharjo, Widyaprada BBPMP Provinsi Jawa Timur, membeberkan tentang poin-poin inovasi dan transformasi pembelajaran yang menjadi urusan pokok Pokja 02 BBPMP Provinsi Jatim.
 
Secara spesifik, pokja 02 ini membidangi Program Sekolah Penggerak (PSP) dan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).
 
Kata dia, salah satu yang saat ini menjadi pekerjaan penting terkait dengan hal itu adalah penyelesaian isu yang dieskalasi oleh Fasilitator Sekolah Penggerak (FSP).
 
Hal tersebut dibagi menjadi 2, yakni di bidang akademik dan non akademik.
 
“Di Bidang akademik, memikirkan tahapan perencanaan dalam IKM di satuan pendidikan, tahapan pelaksanaan pembelajaran dalam IKM di satuan pendidikan, dan efektivitas kepemimpinan kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran di sekolah,” tuturnya.
 
“Sedangkan di bidang non akademik, ini terkait SDM, anggaran, teknologi, kegiatan, dan lain sebagainya,” imbuhnya.
 
Berdasarkan data per 16 Januari 2023, terdapat 156 masalah yang membutuhkan dukungan dari PMO di daerah. Masalah-masalah itu tersebar di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur.
 
Terkait permasalahan-permasalahan itu, Ilham berharap agar PMO di daerah membantu membuat penyelesaiannya secara tuntas.
 
“Kami dari BBPMP meminta agar penyelesaiannya tidak hanya asal dikunci, tetapi realitanya belum teratasi. Sehingga nanti fasilitator akan mengekskalasi lagi, mengunggah lagi di bulan berikutnya. Sehingga masalah itu akan terus ada,” pintanya. (Judul asli berita: PMO Daerah Didorong Makin Aktif Membantu Penyelesaian Masalah di Wilayah Masing-masing/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: