Keyakinan Mampu Bersaing Menjadi Modal Utama

Redaksi 01 Juli 2019

Keyakinan diri mampu bersaing dengan lawan dari provinsi lain merupakan modal utama saat maju di kompetisi Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Nasional. Pandai dan teliti dalam mengerjakan soal-soal saja belum cukup.

Hal itu disampaikan oleh Eka Ananda Arief Budi Rahardja SH MSi, Kasubbag Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, di hadapan 34 peserta OSN jenjang SD dan SMP yang mewakili Provinsi Jatim.

“Anak-anak ini sudah berhasil melampaui proses seleksi dan terpilih karena memang memiliki mental juara,” tegas Eka pada koordinasi pembekalan OSN di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim, Sabtu (29/6/2019).

Bagaimanakah mental juara tersebut? Menurut Eka, anak-anak ini tidak bisa atau pernah berpuas diri. Ada keinginan untuk selalu memperbaiki diri. Misalnya, saat mengerjakan soal latihan atau kompetisi OSN menjumpai soal yang sulit, maka mereka akan berkonsultasi dengan tutor atau guru di sekolah yang mendampingi.

Berikutnya, jika menemui model soal yang sama mereka dapat mengerjakannya dengan baik. Di samping itu, mereka memperoleh wawasan atau strategi baru yang mungkin dapat diterapkan untuk memecahkan soal lainnya.

“Anak-anak yang demikian akan mampu bersaing tidak sebatas OSN tingkat nasional saja, melainkan juga tingkat internasional,” imbuh Eka.

Semua karena mereka tidak mudah berpuas diri dan ingin mengasah kemampuan dirinya terus menerus. Cara yang ditempuh tak lain adalah memperdalam ilmu sains sesuai bidang yang diminatinya tersebut.

 “Tingkat scoring anak-anak ini sudah tinggi, meskipun hasilnya tidak dapat disebarkan untuk umum. Semoga bisa dibuktikan dengan hasil yang lebih baik di Yogyakarta nanti,” ujar Eka.

Semua tergantung rasa percaya diri peserta dan strategi yang ingin diterapkan dalam OSN. Jika ada kesempatan dapat mengerjakan soal yang mudah terlebih dulu, sebaiknya itu dilakukan. Baru kemudian mengerjakan soal-soal yang sulit.

“Itu untuk mengatur alokasi waktu yang diberikan panitia. Sebab, dibutuhkan kecepatan, ketepatan dan lainnya sehingga peserta dapat mengerjakan jawabannya dengan baik dan tenang,” saran Eka.

Rasa terima kasih juga disampaikan Eka kepada LPMP Jatim yang sudah memberikan training kepada peserta OSN jenjang SMP pada 17 – 21 Juni 2019, guru pendamping dan pembina yang telah melatih para siswa dengan materi untuk bekal maju di OSN tingkat nasional.

“Saya bersyukur LPMP Jatim memfasilitasi kegiatan ini. Peserta berkesempatan untuk saling bertukar pikiran, mengenal, dan menguatkan,” katanya.

Semua peserta bertujuan sama yaitu menjadi pemenang, walaupun mereka harus berjuang sendiri. Maka, perlu saling menguatkan antarsiswa agar mereka yakin dan percaya diri ketika mengerjakan soal.

Peserta juga diingatkan agar dapat mengatur waktu untuk beristirahat. Jangan sampai terlena bermain game atau gadget sehingga jam tidurnya kurang sehingga kurang fresh keesokan pagi ketika mengerjakan soal OSN.

“Libur dulu game-nya, nanti setelah OSN bisa sepuasnya bermain dan ber-medsos,” ucap Eka sembari tersenyum.

Ponsel boleh digunakan dengan bijak untuk berkomunikasi dan berkoordinasi antarpeserta dan panitia. Terakhir, dia mengingatkan kembali agar peserta mempersiapkan kondisi psikisnya. Hati tenang, relaks dan yakin dengan kemampuan diri sendiri. (Bagus Priambodo)

Tags: