Keuntungan Sekolah Pelaksana PSP

Redaksi 21 September 2021

Dalam mempercepat proses pendaftaran Program Sekolah Penggerak (PSP) angkatan 2 tahun 2021, LPMP Provinsi Jawa Timur menggelar Program Coaching Clinic untuk Sekolah Pelaksana Program Sekolah Penggerak Angakatan 2 di Provinsi Jawa Timur pada Senin (20/9/2021)
 
Beberapa hal penting disampaikan Kepala LPMP Provinsi Jawa Timur - Rizqi saat membuka kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini
 
Diantaranya intervensi dan keuntungan-keuntungan yang didapat oleh sekolah-sekolah pelaksana program ini
 
Rizqi menyampaikan, sekolah Penggerak menjadi salah satu cara untuk mempercepat pencapaian visi pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju, berdaulat, berkepribadian dengan memiliki profil Pelajar Pancasila
 
Oleh karenanya dibutuhkan beberapa intervensi ke sekolah-sekolah pelaksana untuk bisa meraih (mencapai) visi tersebut
 
Pertama, pendampingan melalui 2 model, asimetris dan konsultatif
 
 
 
Pendampingan asimetris dan konsultatif di Provinsi Jawa Timur dilakukan langsung oleh LPMP Provinsi Jawa Timur ke sekolah-sekolah pelaksana Program Sekolah Penggerak
 
Intervensi kedua, sekolah-sekolah pelaksana Program Sekolah Penggerak akan mendapat penguatan  bagi SDM (Sumber Daya Manusia) sekolahnya mulai dari kepala sekolah, guru dan pengawas pembina di sekolah-sekolah tersebut
 
Melalui pendampingan dan penguatan tadi, intervensi ketiga pun yang sekaligus merupakan keuntungan positif) otomatis diperoleh oleh sekolah-sekolah pelaksana Program Sekolah Penggerak, salah satunya mendapatkan materi mengenai pembelajaran dengan paradigma baru sebagai materi unggulan program ini yang di dalamnya terdapat model pembelajaran terdiferensiasi
 
Simak pula video tentang Pelatih Ahli Program Sekolah Penggerak berikut:
 
 
Intervensi yang keempat, LPMP Provinsi Jawa Timur akan melakukan pendampingan dan bimbingan teknis tentang perencanaan berbasi data.
 
Hal tersebut tentunya akan sangat bermanfaat bagi dinas pendidikan dan sekolah untuk menyusun program peningkatan mutu baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota maupun sekolah (satuan pendidikan)
 
Salah satu poin yang menjadi sumber perencanaan berbasis data ini adalah data itu sendiri, diantaranya:
- Data Dapodik (Data Pokok Pendidikan)
- Data Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK)
- Data Hasil Asesmen Nasional
- Data Hasil Akreditasi Sekolah
- Data dari Biro Pusat Statistik tentang indeks pendidikan di tiap kabupaten/kota
 
Dengan begitu, sekolah dan pemerintah daerah bisa mengetahui secara detil bagaimana gambaran pendidikan di daerahnya masing-masing
 
Sehingga upaya-upaya peningkatan mutu di 8 standar pendidikan nasional pada tiap daerah makin terarah dan tepat sasaran
 
Riqzi juga mengatakan, sekolah-sekolah pelaksana Program ini juga makin merasakan Merdeka Belajar melalui digitalisasi sekolah
 
Mulai dari manajemennya, sumber-sumber belajar yang diperoleh oleh sekolah, khususnya bagi siswa-siswanya akan makin mudah diakses secara digital oleh para pendidik.
 
Tak hanya itu, para kepala sekolah dan pendidik juga akan merdeka dari proses administrasi yang selama ini rumit dan menyulitkan mereka
 
Yang tak kalah menarik di sini, adanya fasilitas atau fitur yang dapat digunakan oleh para pendidik di sekolah penggerak untuk saling berbagi praktik baik pendidikan (kreativitas dan inovasi pendidik di sekolah-sekolah penggerak)
 
Fitur ini memberi kesempatan dan kemudahan bagi sekolah-sekolah lain di seluruh nusantara melakukan studi tiru ke sekolah-sekolah penggerak di Jawa Timur
 
Menurutnya, ini akan sangat membanggakan bagi pemerintah daerah, sekolah maupun para pendidik di Program Sekolah Penggerak bila karya-karya para pendidiknya bermanfaat bagi pendidikan berskala nasional
 
Selain intervensi dan manfaat-manfaat utama dari Program Sekolah Penggerak tadi, sekola-sekolah di Program Sekolah Penggerak ini nantinya juga akan mendapatkan BOS (Bantuan Operasional Sekolah) Kinerja
 
Keutamaan lain yang mereka dapat adalah kecukupan perangkat Tekonologi Informasi Komunikasi (TIK) bagi pelaksanaan Asesmen Nasional serta penambahan kesempatan mengikuti Asesmen Nasional tersebut yang diperuntukkan pula bagi siswa kelas 4 SD, kelas 1 SMP dan kelas 1 SMA
 
Selengkapnya mengenai berbagai informasi dalam kegiatan ini dapat disimak pada video berikut:
 
 
(Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan LPMP Provinsi Jawa Timur)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: