Kepala LPMP Didorong Lebih Kreatif

Redaksi 04 Februari 2020

Jakarta - Plt Sesditjen Paud Dikdasmen Kemdikbud RI, Dr.Sutanto, meminta para kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) di daerah-daerah untuk memastikan pelaksanaan pemetaan mutu pendidikan.

Hal ini disampaikan Sutanto saat melayani audiensi dengan para kepala LPMP dari sejumlah daerah yang bergabung dalam Paguyuban Kepala LPMP, Senin, 27 Januari 2020 silam di Kemdikbud Jakarta.

Para kepala LPMP yang mengikuti audiensi itu adalah Plt Kepala LPMP Jateng, Kepala LPMP DIY, Kepala LPMP Bali, Kepala LPMP DKI Jakarta, Kepala LPMP Banten, Kepala LPMP Papua, Kepala LPMP Gorontalo, Kepala LPMP Sumatera Selatan, serta Kepala LPMP Sumatera Utara.

Kepada para kepala LPMP itu, Sutanto menyebutkan bahwa akan terjadi sejumlah perubahan tugas dan fungsi organisasi di Kemdikbud RI. Namun dia menegaskan, perubahan itu tidak akan menyebabkan tugas dan fungsi LPMP berkurang.

"Justru sebaliknya akan bertambah. Akan ada limpahan tugas dari Ditjen GTK. Tetapi ini masih dalam tahap pembahasan," ujar Sutanto.

Terkait dengan itu, Sutanto meminta para pimpinan LPMP di daerah benar-benar melaksanakan pemetaan mutu pendidikan, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Dari sisi kuantitas, kepala LPMP diminta untuk semaksimal mungkin mencapai target sensus sekolah. Sedangkan secara kualitas, Kepala LPMP diminta untuk melakukan verifikasi dan evaluasi ulang terhadap hasil pemetaan mutu pendidikan serta membandingkan kondisi faktualnya dengan yang tercatat di Dapodik.

"Lakukan sampling dan pastikan masing-masing LPMP dapat menjawab ketika ditanya bagaimana persentase validitas hasil PMP-nya. Gunakan sisa anggaran untuk kegiatan ini," ujarnya.

Terobosan

Selain itu, Sutanto juga berharap para kepala LPMP membuat terobosan di daerah masing-masing.

Terobosan yang dimaksud adalah bagaimana menciptakan strategi-strategi yang efektif dalam penjaminan mutu dan peningkatan mutu. Meski ada panduan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, namun perlu ditumbuhkan motivasi untuk melakukan sesuatu yang berdampak. Tentu saja, upaya itu juga harus disertai dengan mendorong sinergitas antara semua pihak, seperti praktisi pendidikan, guru,, kepala sekolah, pengawas, perguruan tinggi, dinas pendidikan, dan lain sebagainya.

“Buatlah terobosan-terobosan baru, pola dan strategi pendampingan penjaminan mutu sekolah yang kreatif, inovatif dan efektif,” sambungnya. (Bagus Priambodo/Narasi bersumber dari notulasi kegiatan di atas/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Google Image)

Tags: