Keberhasilan Sekolah Penggerak Ditentukan PMO Level Sekolah hingga Pusat

Redaksi 02 Februari 2022

Keberhasilan Program Sekolah Penggerak (PSP) sangat ditentukan oleh Program Management Office atau PMO di masing-masing level. Ketika PMO tidak berjalan, maka berpotensi pada kegagalan PSP.
 
Hal ini diungkapkan Dyah Ayu Mexliessiana, S.S, M.Pd, tim PMO LPMP Provinsi Jawa Timur saat Sosialisasi Program Management Office (PMO) Program Sekolah Penggerak (PSP) yang dilaksanakan LPMP Provinsi Jawa Timur pada Kamis, 20 Januari 2022.
 
Menurut Nana, panggilan akrab Dyah Ayu Mexliessiana, PMO ini akan memastikan program berjalan on the track atau sebagaimana mestinya. PMO diterapkan di sekolah penggerak karena program ini berskala nasional dan melibatkan banyak lini, unit dan sasaran yang jumlahnya ribuan.
 
“Bagaimana mengelola sasaran ribuan yang terstruktur terprogram, kelihatan progres dan diketahui kendalanya, itu lah PMO hadir,” terang Nana.
 
Dijelaskan Nana, PMO nantinya akan melakukan standarisasi proses dari program dan mengoordinasikan penggunaan bersama sumber daya, metodologi, peralatan dan teknik. Hal itu akan berlaku di setiap proses mulai dari perencanaan, pemantauan, pengelolaan, pengendalian isu strategis dan resiko-resiko yang timbul hingga pembuatan laporan.
 
 
Terkait perencanaan, Nana memastikan program sekolah penggerak telah memiliki perencanaan dan penetapan target yang jelas. “Seperti diketahui PSP ini sudah dilakukan secara bertahap dengan target yang jelas. Untuk angkatan pertama ada 2.500 sekolah, angkatan kedua 7.500 sekolah, lalu angkatan ketiga 10.000 sekolah,” terangnya.
 
Dalam pelaksanaannya, PMO akan dilakukan secara berlevel dan berjenjang, mulai dari paling bawah tingkat sekolah, daerah, UPT hingga level pusat.
 
Tim PMO level sekolah terdiri dari stakeholder di sekolah, mulai kepala sekolah, pengawas, guru, komite pembelajaran dan seluruh unsur yang diperlukan. PMO level sekolah ini akan difasilitasi oleh pelatih ahli.
 
PMO level sekolah akan melakukan rapat koordinasi minimal 1 kali tiap bulan untuk membahas capaian sekolah, target bulan depan, kendala yang ada dan rencana tindaklanjut serta solusi dari permasalahan yang timbul.
 
Ketika masalah bulan ini diidentifikasi, maka pelatih ahli dan stakeholder harus mencari penyelesaiannya. Namun, apabila tidak bisa terselesaikan, maka masalah ini harus dieskalasi atau dinaikkan ke level yang lebih tinggi dalam hal ini level daerah. Hasil PMO sekolah ini akan dilaporkan pelatih ahli melalui aplikasi sim.pkb yang sudah dipersiapkan.
 
Lalu, bagaimana dengan PMO level daerah? Menurut Nana, PMO level daerah terbagi 2, yakni level kabupaten/kota untuk jenjang TK, SD dan SMP, dan PMO level provinsi untuk SMA dan SLB.
 
Tim PMO level daerah ini terdiri dari pejabat penanggung jawab pelaksanaan PSP dan staf yang ditunjuk. “Karena PSP ini program kolaborasi antar unit, diharapkan anggotanya tidak hanya dari 1 bidang, tapi berbagai bidang, karena dalam implementasi PSP memudahkan kerjasama dan kolaborasi,” terang Nana.
 
PMO level kabupaten/kota akan membahas laporan pelatih ahli yang sudah ada di sim.pkb. “Jadi PMO kabupaten/kota itu merangkumnya dari agregasi data yang didapat dari PMO level sekolah masing-masing,” kata Nana.
 
Nana mencontohkan sekolah A yang melaporkan ada kendala serta membutuhkan bantuan untuk penyelesaiannya. Hal ini lah yang kemudian dirangkum PMO kabupaten/kota untuk kemudian melakukan pertemuan dengan stakeholder membahas masalah tersebut.
 
Tak hanya laporan pelatih ahli yang menjadi materi pembahasan PMO kabupaten/kota, tapi juga hasil AKM kelas, hasil monev balitbang serta penggunaan platform digital.
 
Hasil PMO kabupaten/kota ini selanjutnya akan dibahas di level UPT PAUD/Dasmen LPMP Provinsi Jawa Timur. Dalam pertemuan PMO level UPT, ada perwakilan pusat dari masing-masing direktorat dan GTK, partner serta koordinator pelatih ahli.
 
Sementara untuk level pusat ada pertemuan PMO rutin yang bisa jadi lebih dari sekali dalam 1 bulan karena kebijakan membutuhkan beberapa diskusi dan pembahasan. PMO pusat ini lah yang akan mengevaluasi program sekolah penggerak secara nasional. (Bagus Priambodo/Judul asli berita: Keberhasilan Sekolah Penggerak Ditentukan PMO Level Sekolah hingga Pusat, Begini Alur Kerjanya/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan LPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: