Karakter SDM Pondasi Utama Kemajuan Lembaga

Redaksi 05 Maret 2019

Kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor kunci kemajuan gerak suatu lembaga. Ini tidak terlepas dari karakter karyawan yang mengoperasionalkan sistem lembaga tersebut.

“Karakter moral dan kinerja menjadi dua hal penting penentu baik tidaknya kualitas sumber daya manusia,” kata Hamid Muhammad MSc PhD, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam kunjungannya ke Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur (LPMP Jatim), Senin (4/3/2019).

Hamid menyampaikan, karakter menjadi pondasi utama sumber daya manusia pula dalam memajukan LPMP Jatim. “Anda semua di sini sebagai SDM handal dan hebat untuk menggerakkan LPMP Jatim,” ucapnya di hadapan semua pejabat dan staf LPMP Jatim.

Karakter yang baik tidak saja harus dimiliki oleh guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah seperti tertera pada Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Pejabat struktural, fungsional, dan staf LPMP juga sepatutnya berkarakter baik dan kuat. Sebab, saat lembaga ada kemajuan, maka lembaga itu juga akan menjadi teladan bagi lembaga lain. Lebih penting lagi, target utama kerjanya tercapai.

Lalu, karakter apa saja yang mesti dimiliki? Hamid menyebutkan, karakter yang berkaitan dengan moral dan kinerja.

“Karakter moral dapat diawali dari kejujuran pada diri seseorang,” imbuhnya. Misalnya, tekun beribadah dan melakukan apa yang diperintahkan oleh agamanya masing-masing

Kemudian wujud karakter moral lainnya adalah integritas, yaitu kondisi seseorang yang melakukan sesuatu secara konsisten, baik dilihat orang atau tidak. “Jangan sampai jika sedang tidak dilihat orang lain, bekerja seperlunya saja. Anda harus konsisten melakukan kebenaran,” tegas Hamid.

Selanjutnya, karakter kinerja. Ini merupakan semangat untuk maju dan selalu berprestasi. Karakter ini misalnya berupa disiplin, pantang menyerah, dan tidak pernah menolak tugas serta selalu menyelesaikan tugas tersebut.

Hamid menekankan, karakter kinerja ini memang membutuhkan motivasi. Jika karakter moral itu seolah sudah melekat pada diri manusia, maka karakter kinerja ini perlu dilatih dan dibiasakan.

“Orang pintar tetapi jika tidak disiplin dan motivasi kerjanya rendah, ya akan menjadi halangan bagi kemajuan lembaga tempatnya bekerja,” tuturnya.

Arahan ini berkenaan dengan adanya penilaian Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) 2019. LPMP Jatim sendiri telah berhasil menerima penghargaan sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK) pada 2018.

Hanya ada dua unit pelaksana teknis di bawah Kemendikbud yang berhasil menerima penghargaan WBK 2018 ini, salah satunya LPMP Jatim. Kepala LPMP Jatim Dr Bambang Agus Susetyo MM MPd mengatakan, di tubuh lembaganya telah ada tiga program untuk meningkatkan kualitas SDM-nya.

Program itu adalah gerakan peduli lingkungan, budaya bersih lingkungan, dan insan peduli lingkungan. Kebersihan lingkungan menjadi simbol diri staf LPMP Jatim. Jika lingkungan bersih, maka staf tersebut diharapkan memiliki karakter yang positif pula, yaitu jauh dari tindak korupsi.

Untuk memperoleh predikat sebagai staf yang bersih ada beberapa kriteria penilaian. “Bahkan, bila suatu saat seorang pemegang predikat bersih tidak lagi memenuhi kriteria penilaian, maka predikatnya akan dicabut,” jelas Bambang.

Predikat sebagai insan yang peduli dengan kebersihan lingkungan itu akan diberikan kepada orang lain yang memenuhi kriteria penilaian. Ini membuktikan LPMP Jatim ini menjadi UPT yang mempunyai prosedur luar biasa dengan SDM yang cukup bagus.

WBK dan WBBM merupakan program Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB) sebagai salah satu langkah pembangunan zona integritas di kalangan instansi pemerintah. Tentu saja ini bertujuan mengurangi adanya korupsi di lembaga pemerintahan.

Indonesia masih masuk dalam kategori kronis pada peringkat Indeks Persepsi Korupsi. Sebelumnya pada 2016 berada di peringkat 90, sekarang sudah turun di posisi ke-96 meskipun nilai indeksnya tetap yaitu 37. (Bagus Priambodo)

 

Tags: