Kadindik Jatim: SDM Unggul, Jadi Kunci Utama Untuk Memajukan Bangsa

05 November 2022

Sumber daya manusia yang unggul adalah modal dasar kemajuan bangsa.
 
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dr. Ir. Wahid Wahyudi, M.T dalam launching gerakan akselerasi implementasi kurikulum merdeka dalam rangka peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan di Provinsi Jawa Timur, Kamis (3/11/2022), di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya yang diselenggarakan oleh BBPMP Jatim dan Putera Sampoerna Foundation.
 
Foto headline (di atas - dari kiri ke kanan): Kadindik Jatim Wahid Wahyudi mendampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melaunching gerakan akselerasi Implementasi Kurikulum Merdeka. Turut juga mendampingi, Dirjen PDM Kemendikbudristek Iwan Syahril dan Kepala BBPMP Jatim Sujarno)
 
Wahid Wahyudi mengatakan, SDM unggul itulah yang kini dibutuhkan oleh Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara-negara lain.
 
“Ekonomi Indonesia kalah dari banyak negara yang tidak memiliki limpahan sumber daya alam seperti Indonesia. Jadi, faktornya memang adalah SDM,” katanya.
 
Kebutuhan adanya SDM yang unggul itu, kata dia, juga disadari benar oleh Pemprov Jatim.
 
Karena itu, Pemprov Jatim terus berusaha menggenjot peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan.
 
“Tiga puluh lima persen APBD Jatim dialokasikan untuk pendidikan,” sambungnya.
 
 
Di bawah ini saat Kadindik Jatim diwawancarai para wartawan beberapa menit usai acara:
 
 
Simak juga video Launching Akselerasi IKM di Jawa Timur berikut:
 
 
 
Dia menambahkan, sasaran Pemprov Jatim dalam pendidikan adalah peningkatan kapasitas, aksesibilitas, kualitas, dan relevansi.
 
Hal itu digarap oleh pemprov Jatim melalui berbagai program yang tercakup dalam Program Jatim Cerdas.
 
“Ikhtiarnya, akan melahirkan anak bangsa yang mampu mengikuti perkembangan teknologi, khususnya digital yang perkembangannya sangat cepat dan mampu mengubah peradaban dunia. Anak-anak di Jatim diharapkan memiliki skill, kompetensi keahlian yang relevan dengan dunia usaha, dunia kerja, dunia industri, dan kebutuhan masyarakat, serta menjadi anak-anak yang inovatif, kreatif, kolaboratif, dan berkarakter baik,” tuturnya.
 
Sejauh ini, upaya-upaya Pemprov Jatim dianggapnya telah membawa perubahan. Ini terbukti dari beberapa pencapaian yang telah ada.
 
Di antaranya, selama 3 tahun berturut-turut, Jawa Timur menjadi juara olimpiade sains nasional.
 
“Kemudian, meski pendaftar masuk PTN yang terbanyak adalah Jawa Barat, tetapi yang diterima paling banyak di PTN adalah siswa dari Jawa Timur,” pungkasnya. (Bagus Priambodo/Foto atau ilustrasi dipenuhi dari Dokumentasi Kegiatan BBPMP Provinsi Jawa Timur)

Tags: